Materi Ajar Dan Bank Soal Hots Bahasa Indonesia Smp Kelas 8: Analisis Teks

Posted on

Rangkuman Materi

Materi ajar ini dirancang khusus untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 8 dengan fokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep dasar, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan berbagai jenis teks dengan pemahaman yang mendalam. Materi ini akan menekankan pada kemampuan mengidentifikasi informasi penting, menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan, serta mengevaluasi validitas dan efektivitas pesan dalam teks berita, iklan, dan persuasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Bank soal HOTS yang disajikan mencakup berbagai level kognitif, mulai dari C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), hingga C6 (Mencipta). Setiap soal dirancang dengan stimulus yang relevan dan kontekstual, mengajak siswa untuk berpikir kritis dan menerapkan pengetahuannya dalam situasi nyata. Ini berbeda dari soal hafalan, karena mendorong siswa untuk mencari hubungan antaride, menilai argumen, dan merumuskan ide-ide baru berdasarkan informasi yang diberikan.

Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengasah kemampuan literasinya secara komprehensif, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk menghadapi tantangan informasi di era digital. Keterampilan menganalisis berita, memahami tujuan iklan, dan mengevaluasi pesan persuasi menjadi sangat krusial agar siswa mampu menjadi pembaca dan penulis yang cerdas, bertanggung jawab, serta mampu memilah informasi dengan bijak.

Melalui latihan soal pilihan ganda, isian singkat, uraian, dan menjodohkan yang variatif, siswa akan dilatih untuk mengaplikasikan berbagai strategi berpikir kritis. Penjelasan pada setiap jawaban soal pilihan ganda juga akan membantu siswa memahami alur penalaran yang tepat, sementara contoh jawaban pada soal uraian memberikan panduan untuk mengembangkan argumen yang kuat dan terstruktur. Ini akan mempersiapkan mereka untuk sukses dalam berbagai penilaian dan kehidupan sehari-hari.

Latihan Soal HOTS

A. Pilihan Ganda

  1. Perhatikan teks berita berikut!

    **Antrean Panjang Subsidi BBM Kembali Terjadi di Sejumlah SPBU**
    Selasa, 14 Mei 2024 – Antrean panjang kendaraan roda empat dan roda dua kembali mewarnai sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota X. Fenomena ini terjadi setelah adanya dugaan pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di wilayah tersebut. Warga mengeluhkan waktu tunggu yang bisa mencapai lebih dari satu jam, mengganggu aktivitas harian mereka. Pihak Pertamina Wilayah X belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti antrean panjang ini, namun mengakui adanya peningkatan permintaan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

    • A. Dugaan peningkatan pembelian BBM ilegal oleh oknum tertentu.
    • B. Fokus berita terlalu sempit hanya pada Kota X saja.
    • C. Pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi yang valid.
    • D. Tidak ada solusi konkret yang ditawarkan dalam berita tersebut.
    • E. Kurangnya perbandingan data antrean dengan bulan-bulan sebelumnya.
  2. Bacalah iklan layanan masyarakat berikut!

    **”Jaga Lingkunganmu, Masa Depanmu! Buanglah Sampah Pada Tempatnya. Bumi Lestari, Kita Sehat.”**

    Jika iklan ini ditujukan kepada siswa SMP, bagaimana Anda mengevaluasi efektivitasnya dalam mendorong perubahan perilaku yang konkret?

    • A. Sangat efektif karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
    • B. Cukup efektif karena menyertakan ajakan langsung dan manfaat.
    • C. Kurang efektif karena tidak memberikan contoh tindakan spesifik selain ‘buang sampah pada tempatnya’.
    • D. Tidak efektif karena tidak ada konsekuensi negatif jika tidak mematuhi pesan.
    • E. Sangat efektif karena menyentuh isu lingkungan yang relevan dengan generasi muda.
  3. Perhatikan paragraf persuasif berikut!

    “Olahraga teratur bukan hanya menjaga tubuh tetap bugar, tetapi juga meningkatkan konsentrasi belajar. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa siswa yang rutin berolahraga memiliki nilai akademis yang lebih baik dibandingkan yang jarang berolahraga. Jadi, tunggu apa lagi? Mari jadikan olahraga sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat kita demi masa depan yang lebih cerah!”

    Manakah dari argumen berikut yang paling lemah dalam mendukung ajakan persuasif tersebut?

    • A. Meningkatkan konsentrasi belajar.
    • B. Sebuah studi terbaru menunjukkan hubungan dengan nilai akademis.
    • C. Menjaga tubuh tetap bugar.
    • D. Gaya hidup sehat demi masa depan yang lebih cerah.
    • E. Olahraga dapat mengurangi waktu tidur yang dibutuhkan.
  4. Seorang siswa menemukan berita di media sosial yang berjudul “Vaksin COVID-19 Menyebabkan Perubahan Genetik pada Manusia”. Berita tersebut tidak mencantumkan sumber riset ilmiah yang jelas dan hanya mengandalkan kesaksian individu. Jika Anda adalah siswa tersebut, langkah awal yang paling tepat untuk menganalisis validitas informasi ini adalah…
    • A. Langsung membagikan berita tersebut kepada teman-teman sebagai peringatan.
    • B. Mencari informasi serupa dari situs berita gosip online.
    • C. Membandingkan informasi tersebut dengan pernyataan dari organisasi kesehatan resmi (misalnya WHO atau Kementerian Kesehatan).
    • D. Menanyakan langsung kepada teman yang pernah divaksin apakah mereka merasakan perubahan.
    • E. Mengabaikan berita tersebut karena seringkali hoaks beredar di media sosial.
  5. Anda diminta untuk membuat slogan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental remaja. Manakah pilihan slogan yang paling efektif dan persuasif untuk siswa SMP?
    • A. Mental Sehat, Hidup Hebat!
    • B. Jangan Stres, Nanti Sakit.
    • C. Pikiran Tenang, Belajar Gampang.
    • D. Curhat Yuk, Jangan Pendam Sendiri! Kesehatan Mentalmu Berharga.
    • E. Remaja Sehat Mental Pasti Sukses.
  6. Seorang siswa membuat poster untuk kampanye anti-perundungan (bullying) di sekolah. Poster tersebut menampilkan gambar tangan saling menggenggam dan tulisan “Bersama Kita Kuat, Stop Bullying!”. Bagaimana Anda mengevaluasi kekuatan visual dan pesan utama poster tersebut?
    • A. Kekuatan visualnya kurang menarik karena hanya gambar tangan.
    • B. Pesan utamanya terlalu umum dan tidak spesifik tentang jenis perundungan.
    • C. Kekuatan visualnya simbolis dan pesan utamanya jelas serta mendorong persatuan.
    • D. Poster ini tidak memiliki data pendukung tentang dampak bullying.
    • E. Efektivitasnya rendah karena tidak menampilkan wajah korban bullying.
  7. Jika Anda adalah seorang jurnalis yang meliput kasus pencemaran sungai di desa, informasi manakah yang paling krusial untuk Anda analisis demi menyajikan berita yang berimbang dan mendalam?
    • A. Jumlah warga yang mengeluhkan bau tidak sedap dari sungai.
    • B. Data hasil uji laboratorium kualitas air sungai dari dinas lingkungan hidup.
    • C. Wawancara dengan salah satu warga yang rumahnya paling dekat dengan sungai.
    • D. Sejarah desa tersebut dan penggunaan lahan di sekitarnya.
    • E. Pendapat seorang aktivis lingkungan yang sudah lama menyoroti isu tersebut.
  8. Anda akan membuat teks persuasi tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Struktur teks persuasi yang paling logis dan efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah…
    • A. Pendahuluan (ajakan langsung), Argumen (dampak buruk plastik), Penegasan Kembali (solusi alternatif).
    • B. Pendahuluan (isu umum), Argumen (dampak negatif, solusi), Penegasan Kembali (ajakan).
    • C. Pendahuluan (statistik penggunaan plastik), Argumen (mengapa penting), Penegasan Kembali (ajakan dan harapan).
    • D. Pendahuluan (salam pembuka), Argumen (manfaat mengurangi plastik), Penutup (terima kasih).
    • E. Pendahuluan (pernyataan masalah), Argumen (data dan fakta), Penegasan Kembali (ajakan bertindak konkret).
  9. Sebuah berita online melaporkan, “Pemerintah Akan Memberlakukan Jam Malam untuk Remaja di Seluruh Kota Demi Mengurangi Tindak Kriminalitas.” Berita ini mengutip pernyataan dari ‘seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya’. Sebagai pembaca kritis, Anda akan menganalisis berita ini dengan mempertanyakan hal berikut, KECUALI…
    • A. Kredibilitas ‘pejabat yang tidak mau disebutkan namanya’.
    • B. Apakah ada data statistik yang mendukung klaim penurunan kriminalitas akibat jam malam?
    • C. Dampak positif dan negatif dari pemberlakuan jam malam terhadap remaja.
    • D. Pernyataan ‘seluruh kota’ apakah sudah mencakup semua wilayah administrasi?
    • E. Apakah ada opsi lain untuk mengurangi kriminalitas selain jam malam?
  10. Jika Anda diminta merancang sebuah kampanye media sosial untuk mencegah penyebaran hoaks di kalangan remaja, elemen visual dan naratif apa yang paling inovatif dan efektif untuk menarik perhatian siswa SMP?
    • A. Infografis dengan data statistik dampak hoaks yang menyeramkan.
    • B. Video pendek berdurasi 15 detik yang menampilkan tokoh remaja populer dengan pesan singkat ‘Saring Sebelum Sharing’.
    • C. Cerita bersambung (thread) di Twitter atau Instagram yang menguak modus-modus hoaks terbaru.
    • D. Kuis interaktif di Instagram Story yang menguji kemampuan membedakan berita asli dan hoaks.
    • E. Podcast wawancara dengan ahli digital tentang pentingnya verifikasi informasi.
  11. Seorang siswa membaca iklan di media sosial: “Dapatkan Kulit Cerah Instan Hanya dalam 3 Hari! Gunakan Krim Ajaib Ini Sekarang!” Setelah meneliti lebih lanjut, siswa tersebut menemukan bahwa krim tersebut belum terdaftar BPOM dan banyak ulasan negatif dari pengguna lain. Bagaimana siswa tersebut dapat mengevaluasi klaim iklan tersebut?
    • A. Klaim tersebut mungkin benar karena banyak yang sudah menggunakannya.
    • B. Klaim tersebut tidak valid karena tidak ada jaminan keamanan dari BPOM dan ulasan negatif.
    • C. Klaim tersebut hanya berlaku untuk jenis kulit tertentu, sehingga tidak bisa digeneralisasi.
    • D. Klaim tersebut dilebih-lebihkan, tetapi produknya mungkin tetap bekerja lambat.
    • E. Klaim tersebut tidak relevan karena setiap orang memiliki reaksi yang berbeda.
  12. Ketika membaca sebuah teks eksposisi tentang “Manfaat Sarapan Pagi”, Anda menemukan kalimat “Sarapan adalah kunci utama untuk menjaga energi dan fokus sepanjang hari. Sebuah penelitian dari Universitas X menunjukkan bahwa siswa yang rutin sarapan memiliki daya ingat 20% lebih baik.” Untuk menganalisis kredibilitas argumen ini, hal yang paling penting untuk Anda periksa adalah…
    • A. Apakah Universitas X memiliki reputasi internasional.
    • B. Siapa yang melakukan penelitian tersebut dan metode penelitiannya.
    • C. Apakah ada ilustrasi gambar yang menarik terkait sarapan.
    • D. Panjang pendeknya teks eksposisi tersebut.
    • E. Apakah kalimat tersebut menggunakan majas atau peribahasa.
  13. Seorang guru meminta Anda membuat pengumuman persuasif di mading sekolah untuk mengajak siswa mengurangi penggunaan gadget saat jam istirahat. Manakah kalimat pembuka yang paling efektif untuk menarik perhatian dan membangun kredibilitas?
    • A. Hai teman-teman, mari kita bicara tentang gadget!
    • B. Apakah kamu tahu, bermain gadget terus-menerus bisa merugikan kesehatan dan interaksi sosialmu?
    • C. Sudah saatnya kita bijak menggunakan gadget di sekolah.
    • D. Penggunaan gadget berlebihan saat istirahat adalah masalah besar.
    • E. Ingatlah pesan guru untuk tidak bermain gadget.
  14. Perhatikan judul berita berikut: “Viral! Seorang Remaja Berhasil Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Sampah Plastik.” Jika Anda diminta mengevaluasi judul ini, manakah yang menunjukkan daya tarik dan relevansinya untuk siswa SMP?
    • A. Penggunaan kata ‘Viral’ menandakan popularitas berita.
    • B. Topik ‘Remaja’ dan ‘Aplikasi’ sangat dekat dengan dunia siswa SMP.
    • C. Fokus pada ‘Sampah Plastik’ relevan dengan isu lingkungan yang sering dibahas di sekolah.
    • D. Berita ini tidak relevan karena tidak semua siswa tertarik teknologi.
    • E. Ketiga faktor (viral, remaja & aplikasi, isu lingkungan) berpadu kuat menjadikannya relevan dan menarik.
  15. Seorang siswa ditugaskan untuk menulis teks persuasi tentang pentingnya membaca buku non-pelajaran. Untuk meyakinkan pembaca (siswa lain), bagian argumen yang paling kuat harus memuat…
    • A. Kisah pribadi siswa yang gemar membaca dan dampak positifnya.
    • B. Data statistik tentang peningkatan kosa kata siswa yang sering membaca.
    • C. Daftar rekomendasi buku fiksi dan nonfiksi populer.
    • D. Penjelasan mengapa membaca lebih baik daripada bermain game.
    • E. Kutipan dari tokoh terkenal tentang manfaat membaca.
  16. Anda membaca artikel berita tentang dampak positif kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Artikel tersebut menyebutkan, “Kegiatan ekstrakurikuler terbukti meningkatkan soft skill siswa.” Untuk menganalisis kebenaran klaim ini, pertanyaan penting yang perlu Anda ajukan adalah…
    • A. Apa definisi ‘soft skill’ dalam konteks ini?
    • B. Bagaimana cara mengukur peningkatan ‘soft skill’ tersebut?
    • C. Apakah ada contoh konkret kegiatan ekstrakurikuler yang disebutkan?
    • D. Berapa banyak siswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut?
    • E. Semua jawaban di atas benar dan relevan untuk menganalisis klaim.
  17. Jika Anda diminta untuk membuat iklan produk makanan sehat yang ditujukan untuk remaja, desain visual dan slogan seperti apa yang akan Anda prioritaskan agar menarik perhatian dan persuasif?
    • A. Visual makanan segar dengan slogan ‘Makan Sehat, Hidup Kuat!’
    • B. Visual remaja aktif berolahraga dengan slogan ‘Energi Penuh, Siap Juara!’
    • C. Visual animasi karakter kartun lucu dengan slogan ‘Camilan Enak Bikin Pintar!’
    • D. Visual kemasan produk yang modern dan minimalis dengan slogan ‘Smart Choice for Smart Teens’.
    • E. Visual remaja bersosialisasi sambil menikmati produk dengan slogan ‘Teman Ngemil Asik, Nutrisi Penuh!’
  18. Anda membaca sebuah editorial di majalah sekolah berjudul “Media Sosial: Pedang Bermata Dua bagi Pelajar”. Artikel tersebut membahas dampak positif dan negatif media sosial. Untuk mengevaluasi keseimbangan dan objektivitas editorial ini, hal yang perlu Anda pertimbangkan adalah…
    • A. Jumlah kata yang digunakan untuk membahas dampak positif dan negatif.
    • B. Adanya studi kasus atau contoh nyata untuk setiap dampak yang disebutkan.
    • C. Gaya bahasa yang digunakan apakah netral atau cenderung memihak.
    • D. Latar belakang penulis editorial tersebut apakah seorang ahli teknologi atau pendidikan.
    • E. Semua jawaban di atas benar dan penting untuk mengevaluasi objektivitas.
  19. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat untuk menganalisis perbedaan antara berita dan iklan berdasarkan tujuannya?
    • A. Berita bertujuan memberi informasi faktual, sedangkan iklan bertujuan memperkenalkan produk.
    • B. Berita bertujuan memengaruhi opini publik, sedangkan iklan bertujuan menjual produk.
    • C. Berita bertujuan menyajikan kejadian, sedangkan iklan bertujuan mempromosikan jasa.
    • D. Berita bertujuan menyampaikan kebenaran, sedangkan iklan bertujuan membujuk pembaca.
    • E. Berita bertujuan mendidik masyarakat, sedangkan iklan bertujuan mencari keuntungan.
  20. Anda diminta membuat sebuah kampanye persuasif di sekolah dengan tema “Bijak Berinternet”. Setelah riset, Anda menemukan bahwa banyak siswa menyalahgunakan internet untuk menyebarkan gosip. Untuk menciptakan kampanye yang efektif mengatasi masalah ini, elemen persuasi yang paling kuat untuk Anda tekankan adalah…
    • A. Bahaya hukum menyebarkan informasi palsu atau fitnah.
    • B. Dampak emosional dan sosial bagi korban gosip online.
    • C. Manfaat menggunakan internet untuk kegiatan positif, seperti belajar.
    • D. Pentingnya verifikasi informasi sebelum berbagi di media sosial.
    • E. Peran siswa sebagai agen perubahan yang positif di dunia maya.

B. Isian Singkat

  1. Bagaimana cara Anda memverifikasi kebenaran sebuah informasi yang Anda temukan di grup WhatsApp sekolah sebelum menyebarkannya?
  2. Jelaskan satu ciri kebahasaan yang membedakan teks berita dengan teks iklan!
  3. Jika Anda membuat poster ajakan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, sebutkan dua elemen visual yang dapat Anda gunakan agar pesan lebih menarik dan mudah dipahami oleh teman sebaya!
  4. Anda menemukan sebuah artikel opini yang menyatakan bahwa “Ujian Nasional Harus Dihidupkan Kembali”. Bagaimana Anda menganalisis argumen tersebut agar Anda bisa membentuk pendapat sendiri yang berdasar?
  5. Sebutkan satu contoh kalimat persuasif yang menggunakan kata ‘ayo’ atau ‘mari’ untuk mengajak teman sebaya berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan rumah!

C. Uraian

  1. Anda adalah seorang editor majalah sekolah. Seorang siswa mengirimkan artikel berita berjudul ‘Pohon Tumbang Menimpa Warung di Depan Sekolah’. Setelah membaca, Anda merasa artikel ini kurang lengkap dan kurang mendalam. Sebutkan dan jelaskan tiga aspek yang akan Anda minta untuk ditambahkan atau diperbaiki oleh siswa penulis agar berita tersebut menjadi lebih berkualitas dan memenuhi standar HOTS (C4-C5)! Sertakan alasan untuk setiap aspek yang Anda sebutkan.
  2. Anda adalah seorang kreator konten media sosial yang ditugaskan untuk membuat kampanye #AntiHoaxSiswa untuk siswa SMP. Rancanglah sebuah konsep kampanye singkat yang terdiri dari slogan, ide visual utama, dan dua poin penting pesan persuasif yang akan Anda sampaikan. Jelaskan mengapa konsep Anda efektif untuk siswa SMP (C6).
  3. Sebuah berita di portal online sekolah Anda melaporkan bahwa kantin sekolah akan menaikkan harga makanan sebesar 10% mulai bulan depan. Berita tersebut hanya menjelaskan bahwa kenaikan harga disebabkan oleh ‘peningkatan biaya bahan baku’. Sebagai siswa yang kritis, bagaimana Anda akan menganalisis berita ini untuk mengetahui apakah kenaikan harga tersebut wajar atau tidak? Sebutkan tiga langkah analisis yang akan Anda lakukan (C4).
  4. Anda adalah juri lomba menulis iklan layanan masyarakat di tingkat SMP. Salah satu peserta membuat iklan dengan pesan utama “Gunakan Ulang Botol Plastikmu!”. Bagaimana Anda akan mengevaluasi efektivitas iklan tersebut dalam konteks persuasi dan potensi dampak perilaku siswa SMP (C5)?
  5. Sekolah Anda berencana mengadakan “Hari Tanpa Sampah Plastik” setiap Jumat. Anda diminta membuat poster persuasi untuk kegiatan tersebut. Ciptakan satu kalimat ajakan persuasif yang kuat dan inspiratif, serta jelaskan mengapa kalimat tersebut Anda pilih untuk siswa SMP (C6).

D. Menjodohkan

Pasangkan pernyataan A dengan jawaban B yang sesuai.

  • Ciri utama teks berita yang berkualitas. … (…)
  • Tujuan utama teks persuasi. … (…)

Kunci Jawaban & Pembahasan

A. Pilihan Ganda

  1. Pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi yang valid.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C5 (Mengevaluasi) keakuratan dan kelengkapan informasi. Pilihan C adalah yang paling tepat karena menyoroti kekurangan informasi dari sumber resmi, yang dapat mengurangi kredibilitas berita. Pilihan lain adalah kemungkinan penyebab atau observasi, bukan penilaian terhadap kelemahan isi berita itu sendiri.
  2. Kurang efektif karena tidak memberikan contoh tindakan spesifik selain ‘buang sampah pada tempatnya’.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C5 (Mengevaluasi) efektivitas suatu pesan. Iklan tersebut, meskipun baik, kurang spesifik dalam memberikan contoh tindakan konkret yang bisa dilakukan siswa SMP selain instruksi umum ‘buang sampah pada tempatnya’. Siswa mungkin membutuhkan panduan lebih lanjut tentang bagaimana memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, atau mendaur ulang. Pilihan C paling tepat menunjukkan kelemahan ini.
  3. Olahraga dapat mengurangi waktu tidur yang dibutuhkan.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C4 (Menganalisis) argumen dalam teks persuasif. Pilihan A, B, C, dan D adalah argumen yang kuat dan secara logis mendukung ajakan untuk berolahraga. Pilihan E adalah argumen yang salah atau setidaknya tidak didukung oleh teks, dan bahkan bisa menjadi kontraproduktif. Oleh karena itu, ini adalah argumen yang paling lemah.
  4. Membandingkan informasi tersebut dengan pernyataan dari organisasi kesehatan resmi (misalnya WHO atau Kementerian Kesehatan).
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C4 (Menganalisis) validitas informasi. Langkah awal yang paling tepat untuk menganalisis validitas sebuah berita yang meragukan adalah membandingkannya dengan sumber-sumber yang kredibel dan terverifikasi secara ilmiah, seperti organisasi kesehatan resmi. Membagikan langsung, mencari dari sumber tidak terpercaya, atau mengabaikannya tanpa verifikasi bukanlah tindakan menganalisis yang tepat.
  5. Curhat Yuk, Jangan Pendam Sendiri! Kesehatan Mentalmu Berharga.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C6 (Mencipta) slogan persuasif. Pilihan D adalah yang paling efektif karena menggunakan bahasa ajakan langsung (“Curhat Yuk”), memberikan solusi (“Jangan Pendam Sendiri”), dan menegaskan nilai pentingnya (“Kesehatan Mentalmu Berharga”), yang lebih spesifik dan relevan bagi remaja SMP daripada slogan-slogan umum lainnya. Slogan ini juga lebih memicu empati dan tindakan nyata.
  6. Kekuatan visualnya simbolis dan pesan utamanya jelas serta mendorong persatuan.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C5 (Mengevaluasi) efektivitas pesan dan visual. Gambar tangan saling menggenggam adalah simbol persatuan dan dukungan, yang sangat relevan dengan pesan anti-perundungan. Tulisan “Bersama Kita Kuat, Stop Bullying!” secara langsung menyampaikan pesan utama dan ajakan. Pilihan C paling tepat menilai kekuatan visual dan pesan utaposter tersebut.
  7. Data hasil uji laboratorium kualitas air sungai dari dinas lingkungan hidup.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C4 (Menganalisis) data yang krusial untuk berita. Data hasil uji laboratorium (pilihan B) adalah bukti ilmiah yang konkret dan objektif tentang tingkat pencemaran, sehingga sangat krusial untuk menyajikan berita yang akurat dan berimbang. Pilihan lain adalah informasi pendukung atau sudut pandang, namun bukan bukti utama yang menentukan kondisi pencemaran.
  8. Pendahuluan (pernyataan masalah), Argumen (data dan fakta), Penegasan Kembali (ajakan bertindak konkret).
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C6 (Mencipta) struktur teks persuasi yang efektif. Pilihan E paling tepat karena secara logis memulai dengan identifikasi masalah, didukung oleh data dan fakta (memperkuat argumen), dan diakhiri dengan ajakan bertindak yang spesifik dan konkret, yang merupakan inti dari persuasi.
  9. Apakah ada opsi lain untuk mengurangi kriminalitas selain jam malam?
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C4 (Menganalisis) berita secara kritis. Pilihan A, B, C, dan D adalah pertanyaan-pertanyaan yang relevan untuk menganalisis kredibilitas, dasar argumen, dan ruang lingkup berita. Pilihan E, ‘Apakah ada opsi lain untuk mengurangi kriminalitas selain jam malam?’, meskipun pertanyaan yang baik, lebih kepada mencari solusi alternatif atau diskusi kebijakan, bukan langsung menganalisis validitas atau kelemahan berita yang disajikan.
  10. Kuis interaktif di Instagram Story yang menguji kemampuan membedakan berita asli dan hoaks.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C6 (Mencipta) kampanye yang inovatif dan efektif. Kuis interaktif di Instagram Story (Pilihan D) adalah yang paling inovatif dan efektif karena sangat relevan dengan gaya komunikasi remaja SMP di media sosial, bersifat partisipatif, dan langsung melatih kemampuan mereka membedakan hoaks secara praktis, bukan hanya menerima informasi. Ini mendorong keterlibatan aktif.
  11. Klaim tersebut tidak valid karena tidak ada jaminan keamanan dari BPOM dan ulasan negatif.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C5 (Mengevaluasi) klaim iklan. Kurangnya registrasi BPOM menunjukkan bahwa produk belum teruji keamanannya secara resmi, dan banyaknya ulasan negatif (dari pengguna nyata) secara langsung menihilkan klaim “kulit cerah instan”. Pilihan B paling akurat dalam mengevaluasi ketidakvalidan klaim iklan berdasarkan bukti yang ada.
  12. Siapa yang melakukan penelitian tersebut dan metode penelitiannya.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C4 (Menganalisis) kredibilitas argumen. Untuk memeriksa kredibilitas sebuah penelitian, sangat penting untuk mengetahui siapa peneliti (otoritasnya) dan bagaimana penelitian itu dilakukan (metodologinya). Ini akan menentukan apakah hasil penelitian dapat dipercaya. Pilihan B adalah yang paling relevan.
  13. Apakah kamu tahu, bermain gadget terus-menerus bisa merugikan kesehatan dan interaksi sosialmu?
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C6 (Mencipta) kalimat pembuka persuasif. Pilihan B paling efektif karena menggunakan pertanyaan retoris untuk menarik perhatian dan langsung menyentuh potensi kerugian (masalah) yang relevan dengan kehidupan siswa, sehingga membangun urgensi dan kredibilitas argumen yang akan disampaikan selanjutnya.
  14. Ketiga faktor (viral, remaja & aplikasi, isu lingkungan) berpadu kuat menjadikannya relevan dan menarik.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C5 (Mengevaluasi) daya tarik berita. Pilihan E adalah yang paling komprehensif karena mengakui bahwa kombinasi dari kata ‘Viral’ (menarik perhatian), ‘Remaja’ (identifikasi diri), ‘Aplikasi’ (minat teknologi), dan ‘Pendeteksi Sampah Plastik’ (isu lingkungan yang relevan) secara keseluruhan membuat judul ini sangat menarik dan relevan bagi siswa SMP. Pilihan lain hanya menjelaskan sebagian faktor.
  15. Data statistik tentang peningkatan kosa kata siswa yang sering membaca.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C6 (Mencipta) argumen yang kuat dalam teks persuasi. Data statistik (Pilihan B) memberikan bukti objektif dan terukur yang sulit dibantah, sehingga sangat efektif untuk meyakinkan pembaca. Meskipun pilihan lain bisa mendukung, data konkret memiliki kekuatan persuasif yang lebih tinggi.
  16. Semua jawaban di atas benar dan relevan untuk menganalisis klaim.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C4 (Menganalisis) klaim. Untuk menganalisis klaim bahwa ekstrakurikuler meningkatkan soft skill, semua pertanyaan di atas (definisi soft skill, metode pengukuran, contoh konkret, dan jumlah peserta) sangat relevan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan terpercaya. Tanpa menjawab semua itu, analisis tidak akan mendalam.
  17. Visual remaja bersosialisasi sambil menikmati produk dengan slogan ‘Teman Ngemil Asik, Nutrisi Penuh!’
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C6 (Mencipta) iklan yang persuasif. Pilihan E paling efektif karena menggabungkan daya tarik visual (remaja bersosialisasi, yang merupakan aspek penting kehidupan sosial remaja) dengan slogan yang menonjolkan aspek kesenangan (“Teman Ngemil Asik”) dan manfaat (“Nutrisi Penuh”). Ini lebih relatable dan persuasif bagi target audiens remaja daripada pilihan lainnya yang lebih umum atau terlalu fokus pada satu aspek saja.
  18. Semua jawaban di atas benar dan penting untuk mengevaluasi objektivitas.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C5 (Mengevaluasi) keseimbangan dan objektivitas editorial. Untuk menilai objektivitas, semua faktor yang disebutkan (jumlah pembahasan, adanya bukti/contoh, gaya bahasa, dan latar belakang penulis) adalah indikator penting. Semakin seimbang dan didukung bukti, serta ditulis dengan bahasa netral oleh penulis yang relevan, semakin objektif sebuah editorial.
  19. Berita bertujuan menyampaikan kebenaran, sedangkan iklan bertujuan membujuk pembaca.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C4 (Menganalisis) perbedaan tujuan teks. Meskipun pilihan lain memiliki elemen kebenaran, pilihan D adalah yang paling mendasar dan komprehensif. Berita idealnya berusaha menyampaikan kebenaran (fakta), sedangkan iklan pada dasarnya bertujuan membujuk atau mempengaruhi pembaca/konsumen untuk melakukan sesuatu (misalnya membeli, menggunakan, atau percaya).
  20. Dampak emosional dan sosial bagi korban gosip online.
    Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan C6 (Mencipta) kampanye persuasif. Untuk mengatasi masalah gosip online, menekankan dampak emosional dan sosial bagi korban (pilihan B) akan memiliki efek persuasif yang paling kuat bagi siswa SMP. Ini membangkitkan empati dan kesadaran akan konsekuensi nyata dari tindakan mereka, yang seringkali lebih efektif daripada ancaman hukum (Pilihan A) atau manfaat umum (Pilihan C dan E) dalam mengubah perilaku.

B. Isian Singkat

  1. Membandingkan informasi tersebut dengan sumber berita resmi atau terpercaya (misalnya situs berita terkemuka, akun media sosial lembaga resmi pemerintah atau ahli di bidangnya). Mencari bukti foto/video asli jika ada klaim visual. Mengecek fakta di situs cek fakta seperti TurnBackHoax.id.
  2. Teks berita cenderung menggunakan bahasa lugas, objektif, dan baku dengan banyak verba transitif. Sementara teks iklan cenderung menggunakan bahasa persuasif, singkat, padat, menarik, dan sering menggunakan kata sifat evaluatif atau ajakan.
  3. Gambar ilustrasi yang relevan dan ceria (misalnya, siswa sedang membuang sampah pada tempatnya atau lingkungan sekolah yang bersih dan indah). Pilihan warna yang cerah dan kontras agar menarik perhatian. Tipografi (jenis huruf) yang mudah dibaca dan menarik.
  4. Menganalisis argumen pendukung (misalnya, untuk standarisasi pendidikan, motivasi belajar) dan argumen penentang (misalnya, menyebabkan stres, tidak mengukur kemampuan holistik). Mencari data atau penelitian yang mendukung atau menyanggah klaim tersebut. Mempertimbangkan implikasi positif dan negatif dari keputusan tersebut.
  5. Ayo, bersama kita bersihkan lingkungan RT kita agar bebas nyamuk demam berdarah! / Mari, kita bantu penggalangan dana untuk korban banjir di desa sebelah!

C. Uraian (Contoh Jawaban)

  1. Tiga aspek yang akan diminta untuk ditambahkan atau diperbaiki adalah:
    1. **Analisis Dampak (C4):** Penulis perlu menambahkan analisis mendalam mengenai dampak insiden tersebut. Tidak hanya menyebutkan ‘warung tertimpa’, tetapi juga menjelaskan dampak ekonomi bagi pemilik warung (berapa kerugian estimasi, bagaimana kelangsungan usahanya), dampak bagi lingkungan sekolah (apakah ada gangguan lalu lintas, bagaimana proses pembersihan pohon), dan kemungkinan penyebab pohon tumbang (usia pohon, kondisi cuaca, kurangnya perawatan). Ini akan membantu pembaca memahami skala dan implikasi peristiwa lebih jauh.
    2. **Sudut Pandang Beragam/Saksi Mata (C4):** Berita harus lebih dari sekadar laporan kejadian. Penulis perlu mewawancarai lebih banyak pihak. Selain pemilik warung, wawancarai saksi mata yang melihat langsung kejadian (bagaimana kronologinya), petugas kebersihan atau pihak sekolah (bagaimana penanganan pascakejadian), bahkan mungkin warga sekitar yang merasakan dampaknya. Ini akan memberikan perspektif yang lebih kaya, informasi yang lebih akurat, dan membuat berita lebih hidup serta berimbang.
    3. **Evaluasi Penanganan/Pencegahan (C5):** Penulis sebaiknya menyertakan evaluasi singkat mengenai respons atau tindakan yang diambil setelah kejadian, atau potensi pencegahan di masa depan. Misalnya, bagaimana pihak sekolah/pemerintah daerah menanggapi? Apakah ada langkah mitigasi yang bisa dilakukan untuk pohon-pohon lain yang berisiko? Informasi ini tidak hanya melaporkan, tetapi juga memberikan konteks dan pelajaran bagi pembaca, meningkatkan nilai berita dari sekadar informasi menjadi analisis yang relevan bagi komunitas sekolah.
  2. Konsep Kampanye #AntiHoaxSiswa:
    * **Slogan:** “Saring Dulu, Baru Sharing! Jangan Sampai Hoax Bikin Malu!”
    * **Ide Visual Utama:** Sebuah tangan yang sedang memegang ponsel, di layar ponsel tersebut ada dua ikon: satu ikon mata pembesar (lup) yang sedang memeriksa teks, dan ikon panah berbagi yang disilang merah. Latar belakangnya cerah dan modern, menunjukkan lingkungan pertemanan remaja.
    * **Dua Poin Penting Pesan Persuasif:**
    1. **”Cek Sumbernya!”**: Ajak siswa untuk selalu melihat siapa yang membagikan informasi, apakah akun resmi atau akun tidak dikenal. Edukasi untuk tidak mudah percaya pada tangkapan layar tanpa konteks.
    2. **”Berpikir Kritis, Jangan Ikut-ikutan!”**: Tekankan bahwa menyebarkan hoaks bisa merugikan diri sendiri (malu, dipercaya menyebar kebohongan) dan orang lain. Dorong mereka untuk bertanya “benarkah ini?” sebelum bertindak.

    **Mengapa Konsep Ini Efektif untuk Siswa SMP?**
    * **Slogan:** Menggunakan bahasa yang akrab (“Saring Dulu, Baru Sharing”) dan relevan dengan konsekuensi sosial (“Bikin Malu!”) yang sangat diperhatikan oleh remaja. Ini mudah diingat dan langsung pada intinya.
    * **Visual:** Gambar tangan memegang ponsel dengan ikon lup dan silang merah sangat visual, modern, dan langsung menunjukkan tindakan yang diharapkan. Ini menarik perhatian siswa yang akrab dengan visual media sosial dan mudah dipahami tanpa banyak teks.
    * **Pesan Persuasif:** Fokus pada “Cek Sumbernya” dan “Berpikir Kritis” adalah inti dari literasi digital. Pesan ini relevan dengan kebiasaan mereka berinteraksi di media sosial dan memberikan langkah konkret yang bisa mereka lakukan. Menghubungkan konsekuensi negatif (rasa malu, merugikan) akan lebih kuat memotivasi perubahan perilaku dibandingkan hanya menyampaikan fakta kering.

  3. Tiga langkah analisis yang akan saya lakukan adalah:
    1. **Membandingkan dengan Harga Pasar (C4):** Saya akan membandingkan harga bahan baku yang disebutkan (misalnya harga beras, minyak, sayuran) dengan harga di pasar tradisional atau supermarket terdekat. Jika peningkatan harga di pasar memang signifikan, maka kenaikan harga di kantin mungkin wajar. Namun, jika harga di pasar stabil, maka alasan ‘peningkatan biaya bahan baku’ perlu dipertanyakan lebih lanjut.
    2. **Mencari Konfirmasi dan Detail (C4):** Saya akan mencoba mencari konfirmasi dari pihak kantin atau perwakilan sekolah tentang jenis bahan baku spesifik apa yang mengalami kenaikan dan berapa persentase peningkatannya. Pertanyaan lanjutan seperti “Apakah ada upaya mencari pemasok lain yang lebih murah?” atau “Apakah ada opsi untuk menstabilkan harga tanpa mengurangi kualitas?” juga bisa diajukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih transparan.
    3. **Menganalisis Prosentase Kenaikan (C4):** Saya akan menghitung apakah kenaikan 10% harga makanan di kantin sebanding dengan kenaikan biaya bahan baku. Jika biaya bahan baku hanya naik 2-3%, sementara harga makanan naik 10%, maka ini patut dipertanyakan. Selain itu, saya juga akan menganalisis apakah ada faktor lain di luar bahan baku yang menjadi penyebab kenaikan harga, seperti biaya operasional atau gaji karyawan.
  4. Saya akan mengevaluasi efektivitas iklan tersebut dari beberapa aspek:
    * **Kekuatan Pesan Utama (Persuasi):** Pesan “Gunakan Ulang Botol Plastikmu!” sangat jelas dan langsung pada tujuan. Ini bagus karena mudah dipahami dan mengarahkan pada tindakan konkret. Namun, saya akan mempertimbangkan apakah ada insentif atau alasan lebih kuat yang disertakan dalam iklan (misalnya, “untuk bumi yang lebih hijau”, “hemat uang”, “kreatif dengan botol bekas”). Tanpa alasan yang kuat, pesan bisa terasa kurang “mendorong” untuk siswa SMP yang mungkin butuh motivasi lebih dari sekadar instruksi.
    * **Relevansi dan Kontekstualisasi untuk Siswa SMP:** Apakah iklan tersebut menunjukkan bagaimana siswa SMP bisa mengaplikasikan pesan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka? Misalnya, apakah ada contoh visual botol plastik yang diubah menjadi tempat pensil, pot bunga mini, atau tempat penyimpanan barang-barang kecil? Jika hanya instruksi umum, siswa mungkin tidak melihat relevansinya atau cara melakukannya. Contoh konkret akan meningkatkan efektivitas.
    * **Dampak Perilaku Potensial:** Iklan ini memiliki potensi untuk memicu perubahan perilaku karena pesannya sederhana dan tindakannya mudah dilakukan. Namun, efektivitasnya akan sangat tergantung pada bagaimana iklan itu dikemas secara visual dan naratif. Apakah menarik, mudah diingat, dan apakah menyertakan “call to action” yang jelas (misalnya, “Ayo, mulai dari sekarang!”)? Jika iya, maka potensi dampaknya akan tinggi. Jika tidak, iklan tersebut mungkin hanya akan “terlihat” tanpa benar-benar “menggerakkan” siswa.
  5. Kalimat Ajakan Persuasif:
    “**Jumat Bebas Plastik: Satu Langkah Kecil Kita, Masa Depan Bumi Luar Biasa!**”

    **Alasan Pemilihan Kalimat ini untuk Siswa SMP:**
    1. **Spesifik dan Konkret:** “Jumat Bebas Plastik” langsung menyampaikan informasi tentang kegiatan dan waktu pelaksanaannya. Ini memudahkan siswa untuk memahami apa yang diharapkan dari mereka.
    2. **Menekankan Kontribusi Individual:** Frasa “Satu Langkah Kecil Kita” membuat siswa merasa bahwa kontribusi mereka, meskipun sederhana, tetap berarti. Ini penting karena remaja sering merasa tindakan kecil mereka tidak akan berdampak besar. Kalimat ini membangun rasa tanggung jawab pribadi.
    3. **Visi Masa Depan yang Positif:** “Masa Depan Bumi Luar Biasa!” memberikan gambaran dampak positif jangka panjang yang inspiratif dan memotivasi. Remaja umumnya peduli terhadap isu lingkungan dan masa depan, sehingga ajakan yang mengaitkan tindakan mereka dengan dampak besar ini akan lebih resonan.
    4. **Bahasa Positif dan Menggugah:** Penggunaan kata-kata seperti “Luar Biasa” menciptakan nuansa positif dan optimis, bukan larangan atau tuntutan yang keras, sehingga lebih menarik dan tidak terasa membebani. Ini selaras dengan cara komunikasi yang umumnya efektif untuk persuasif remaja.

D. Menjodohkan

  • Ciri utama teks berita yang berkualitas. = Objektif, aktual, dan terverifikasi.
  • Tujuan utama teks persuasi. = Membujuk atau memengaruhi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *