Rangkuman Materi
Materi Bahasa Indonesia pada jenjang SMP kelas 9 menuntut siswa tidak hanya memahami konsep dasar, tetapi juga mampu menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Ini mencakup kemampuan menganalisis berbagai jenis teks seperti laporan percobaan, pidato persuasif, cerita pendek, teks tanggapan, hingga iklan. Siswa diajak untuk tidak sekadar menghafal, melainkan memahami struktur, kaidah kebahasaan, dan tujuan komunikatif dari setiap teks secara mendalam.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penekanan pada HOTS sangat relevan. Siswa diharapkan mampu mengurai informasi kompleks, membandingkan berbagai sudut pandang, dan menilai keefektifan penyampaian pesan. Misalnya, saat membaca pidato persuasif, siswa tidak hanya mengidentifikasi argumen, tetapi juga mengevaluasi sejauh mana argumen tersebut logis, didukung bukti, dan mampu memengaruhi audiens. Hal ini melatih daya kritis dan kemampuan bernalar.
Selain menganalisis dan mengevaluasi, aspek kreasi atau mencipta juga menjadi bagian integral dari pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 9. Siswa ditantang untuk merancang teks mereka sendiri, baik itu pidato, cerpen, atau teks tanggapan, dengan memperhatikan tujuan, audiens, serta kaidah kebahasaan yang tepat. Kemampuan mencipta ini adalah puncak dari proses berpikir, di mana siswa mengaplikasikan seluruh pemahaman dan analisisnya untuk menghasilkan karya orisinal.
Bank soal ini dirancang khusus untuk menguji dan mengembangkan kemampuan HOTS siswa SMP kelas 9. Soal-soal disajikan dalam berbagai format (pilihan ganda, isian singkat, uraian, menjodohkan) dengan stimulus kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuannya adalah mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah dengan menerapkan pemahaman Bahasa Indonesia secara komprehensif.
Latihan Soal HOTS
A. Pilihan Ganda
- Seorang siswa kelas 9, Budi, sedang mempersiapkan pidato persuasif untuk acara perpisahan sekolah. Ia ingin mengajak teman-temannya untuk tetap menjalin silaturahmi meskipun sudah lulus. Dalam draf pidatonya, Budi menulis: ‘Teman-teman, mari kita jadikan perpisahan ini bukan akhir, melainkan awal dari persahabatan abadi. Ingatlah, seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak, begitu pula persahabatan kita.’
Manakah dari analisis berikut yang paling tepat mengenai keefektifan kalimat terakhir Budi dalam mencapai tujuan persuasifnya?
- A. Sangat efektif, karena menggunakan peribahasa yang mendalam dan mudah diingat.
- B. Cukup efektif, karena peribahasa tersebut memberikan nuansa puitis pada pidato.
- C. Kurang efektif, karena peribahasa ‘tak ada gading yang tak retak’ cenderung bermakna negatif tentang ketidaksempurnaan, yang tidak sejalan dengan ajakan untuk menjaga persahabatan abadi.
- D. Tidak efektif, karena peribahasa tersebut sudah terlalu sering digunakan sehingga tidak lagi menarik perhatian.
- E. Efektif, karena peribahasa tersebut menggambarkan realitas persahabatan yang penuh dengan suka dan duka.
- Sebuah iklan layanan masyarakat berisi ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik. Iklan tersebut menampilkan gambar penyu yang terjerat sampah plastik dan teks: ‘Setiap sedotan plastikmu, ancaman bagi mereka. Mari selamatkan lautan kita!’.
Jika iklan ini ditayangkan di televisi, elemen apakah yang paling dominan digunakan untuk memengaruhi emosi penonton?
- A. Fakta ilmiah tentang dampak plastik terhadap lingkungan.
- B. Statistik jumlah sampah plastik di laut.
- C. Visualisasi penderitaan hewan laut (penyu).
- D. Testimoni dari ahli lingkungan.
- E. Slogan yang pendek dan mudah diingat.
- Bacalah kutipan cerpen berikut!
‘Langit sore itu seperti kanvas yang baru dicat. Jingga, ungu, dan sedikit semburat merah muda berpadu harmonis. Namun, di hati Risa, warna-warna itu terasa hambar. Bayangan percakapan tadi pagi dengan ibunya terus mengganggu. ‘Kamu harus lebih mandiri, Risa. Ibu tidak akan selamanya ada.’ Kata-kata itu berputar-putar, menciptakan pusaran kekhawatiran di benaknya.’
Berdasarkan kutipan di atas, bagaimana perasaan Risa pada sore itu dapat dianalisis dari kontras antara deskripsi alam dan perasaannya?
- A. Risa merasa senang dan damai karena keindahan alam mampu menenangkan hatinya.
- B. Risa merasa bingung antara menikmati keindahan alam dan memikirkan masa depannya.
- C. Risa merasakan kesedihan dan kegelisahan yang mendalam, meskipun alam di sekitarnya indah, menunjukkan bahwa masalah internalnya lebih dominan.
- D. Risa berusaha menyelaraskan perasaannya dengan keindahan langit sore agar tidak terlalu sedih.
- E. Risa merasa keindahan alam tidak berarti lagi baginya karena ia sudah tidak peduli.
- Sebuah laporan percobaan tentang efektivitas pupuk kompos menyatakan: ‘Berdasarkan data yang terkumpul, pertumbuhan tanaman tomat yang menggunakan pupuk kompos organik menunjukkan peningkatan rata-rata 15% dibandingkan dengan tanaman yang menggunakan pupuk kimia. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lingkungan yang lebih terkontrol untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih valid.’
Manakah interpretasi yang paling akurat terhadap simpulan laporan percobaan tersebut?
- A. Pupuk kompos organik terbukti 100% lebih baik daripada pupuk kimia dalam setiap kondisi.
- B. Penulis laporan sangat yakin bahwa pupuk kompos adalah solusi terbaik untuk semua jenis tanaman.
- C. Simpulan menunjukkan bahwa pupuk kompos organik berpotensi lebih baik, tetapi masih ada keterbatasan data dan perlu validasi lebih lanjut.
- D. Penulis laporan meragukan hasil penelitiannya sendiri karena tidak ada variabel yang terkontrol.
- E. Laporan tersebut menyarankan untuk segera mengganti semua pupuk kimia dengan pupuk organik tanpa perlu penelitian tambahan.
- Dalam sebuah diskusi panel tentang dampak media sosial pada remaja, seorang pembicara menyatakan, ‘Media sosial secara eksklusif hanya membawa dampak negatif bagi perkembangan mental remaja karena menyebabkan kecanduan dan penurunan interaksi sosial langsung.’ Pembicara lain menanggapi, ‘Pernyataan itu terlalu menyederhanakan masalah. Media sosial juga bisa menjadi sarana edukasi, pengembangan kreativitas, dan jejaring sosial yang positif jika digunakan dengan bijak.’
Bagaimana Anda mengevaluasi argumen pembicara pertama jika dibandingkan dengan argumen pembicara kedua?
- A. Argumen pertama lebih kuat karena didukung oleh fakta-fakta yang jelas.
- B. Argumen kedua lebih lemah karena tidak memberikan contoh spesifik.
- C. Argumen pertama terlalu bias dan tidak mempertimbangkan sudut pandang lain, sedangkan argumen kedua lebih komprehensif dengan mengakui dua sisi masalah.
- D. Kedua argumen sama-sama valid karena keduanya menyampaikan opini pribadi.
- E. Argumen kedua tidak relevan karena fokus pada manfaat, bukan dampak negatif.
- Sebuah surat pembaca mengeluhkan sulitnya akses internet di daerah pedesaan. Penulis surat menyertakan data persentase warga yang tidak memiliki akses internet dan beberapa testimoni dari petani yang kesulitan memasarkan produknya. Di akhir surat, penulis menyimpulkan bahwa ‘akses internet adalah hak dasar bagi setiap warga negara untuk kemajuan ekonomi dan sosial’.
Jika Anda adalah pihak pemerintah yang membaca surat ini, respons logis apa yang paling mungkin Anda berikan berdasarkan esensi keluhan dan simpulan penulis?
- A. Mengabaikan surat karena hanya berisi keluhan tanpa solusi konkret.
- B. Mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan penyedia layanan internet.
- C. Membentuk tim khusus untuk melakukan survei dan kajian mendalam mengenai infrastruktur internet di daerah tersebut guna merumuskan solusi.
- D. Menyarankan warga desa untuk pindah ke kota agar mudah mengakses internet.
- E. Memberikan subsidi pulsa internet tanpa mengatasi masalah infrastruktur dasar.
- Pemerintah sedang merancang kebijakan baru untuk mengurangi sampah plastik dengan mewajibkan penggunaan tas belanja reusable. Sebelum kebijakan diimplementasikan, pemerintah mengadakan survei opini publik. Hasil survei menunjukkan 60% masyarakat setuju, 25% tidak setuju karena alasan praktis (lupa bawa tas), dan 15% netral.
Jika Anda diminta untuk membuat teks tanggapan pro-kebijakan berdasarkan data survei tersebut, argumen utama apa yang paling efektif untuk menguatkan posisi Anda?
- A. Menyalahkan 25% masyarakat yang tidak setuju karena kurang peduli lingkungan.
- B. Fokus pada fakta bahwa mayoritas (60%) masyarakat mendukung kebijakan, menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang kuat.
- C. Menekankan bahwa kebijakan ini akan sulit diterapkan mengingat masih ada 25% penolakan.
- D. Mengusulkan agar pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat yang lupa membawa tas belanja.
- E. Mengabaikan hasil survei dan hanya fokus pada dampak positif lingkungan secara umum.
- Sebuah blog remaja memuat tulisan berjudul ‘Remaja Masa Kini: Antara Ekspektasi dan Realita’. Penulis sering menggunakan majas hiperbola seperti ‘beban sekolah setinggi gunung’ dan ‘tekanan sosial mencekik napas’.
Apa dampak penggunaan majas hiperbola tersebut terhadap pembaca remaja?
- A. Membuat tulisan terasa membosankan dan tidak relevan.
- B. Menyampaikan pesan secara harafiah, sehingga remaja merasa terbebani.
- C. Menciptakan efek dramatisasi yang kuat, membuat remaja merasa dipahami dan emosi mereka tervalidasi.
- D. Membuat tulisan menjadi terlalu serius dan sulit dicerna.
- E. Mengurangi kredibilitas penulis karena terkesan berlebihan.
- Perhatikan dua judul berita berikut:
1. ‘Dampak Buruk Sampah Plastik Meningkat: Ekosistem Laut Terancam Akibat Ulah Manusia’
2. ‘Mendesak! Pemerintah Diminta Ambil Langkah Nyata Atasi Krisis Sampah Plastik Laut’Jika Anda ingin menganalisis fokus utama dan sudut pandang penulis dari kedua judul tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat?
- A. Judul 1 berfokus pada solusi, sementara Judul 2 berfokus pada masalah.
- B. Kedua judul memiliki fokus yang sama yaitu dampak sampah plastik, tetapi Judul 1 lebih lugas dan Judul 2 lebih provokatif.
- C. Judul 1 cenderung memberikan informasi faktual tentang masalah, sedangkan Judul 2 lebih menuntut tindakan dan melibatkan pihak berwenang.
- D. Judul 1 adalah opini, sedangkan Judul 2 adalah fakta.
- E. Kedua judul bersifat netral dan tidak menunjukkan sudut pandang penulis.
- Sebuah platform media sosial mengadakan kompetisi menulis cerpen bagi siswa SMP. Salah satu kriteria penilaian adalah ‘kedalaman karakter dan relevansi tema dengan kehidupan remaja’.
Jika seorang peserta menulis cerpen tentang seorang robot yang mencari jati diri di galaksi lain, bagaimana Anda mengevaluasi kesesuaian cerpen tersebut dengan kriteria relevansi tema?
- A. Sangat sesuai, karena tema pencarian jati diri adalah universal dan bisa diekspresikan dalam berbagai konteks.
- B. Cukup sesuai, karena meskipun latar berbeda, konflik batin robot bisa dianalogikan dengan konflik remaja.
- C. Kurang sesuai, karena latar fiksi ilmiah dan karakter robot membuat tema menjadi terlalu abstrak dan jauh dari ‘kehidupan remaja’ sehari-hari yang diharapkan.
- D. Tidak sesuai sama sekali, karena cerpen tersebut sepenuhnya fiksi dan tidak ada kaitannya dengan remaja.
- E. Lebih sesuai untuk kompetisi fiksi ilmiah, bukan cerpen umum remaja.
- Dalam sebuah teks tanggapan terhadap kebijakan ‘belajar dari rumah’ selama pandemi, seorang siswa menulis: ‘Meskipun kebijakan ini bertujuan baik, namun pelaksanaannya sering terkendala oleh keterbatasan akses internet dan perangkat yang tidak merata di seluruh daerah. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan infrastruktur digital sebelum mengambil keputusan besar semacam ini.’
Identifikasikan jenis kritik yang dominan dalam pernyataan siswa tersebut!
- A. Kritik terhadap dampak ekonomi kebijakan.
- B. Kritik terhadap efektivitas metode pembelajaran.
- C. Kritik terhadap proses pengambilan keputusan dan kesiapan infrastruktur.
- D. Kritik terhadap sikap guru dalam mengajar daring.
- E. Kritik terhadap kurangnya sosialisasi kebijakan.
- Sebuah iklan minuman kesehatan menampilkan seorang atlet terkenal yang terlihat bugar dan berprestasi, lalu diikuti slogan ‘Minumlah [Nama Minuman], Raih Potensi Maksimalmu!’.
Analisis strategi persuasi yang paling dominan digunakan dalam iklan tersebut!
- A. Logos, karena menyajikan fakta ilmiah tentang khasiat minuman.
- B. Pathos, karena memicu emosi kebahagiaan dan kesenangan.
- C. Ethos, karena menggunakan figur otoritas (atlet terkenal) untuk membangun kepercayaan.
- D. Repetisi, karena mengulang-ulang nama produk.
- E. Bandwagon, karena mengajak semua orang untuk ikut mengonsumsi.
- Seorang guru meminta siswa untuk menulis cerpen dengan tema ‘persahabatan’. Salah satu siswa menulis cerpen tentang dua sahabat yang bersaing ketat dalam olimpiade matematika, tetapi di akhir cerita mereka menyadari bahwa persahabatan lebih penting daripada kemenangan.
Bagaimana cerpen tersebut dapat dinilai dari aspek pengembangan tema ‘persahabatan’?
- A. Kurang mengembangkan tema persahabatan karena terlalu fokus pada kompetisi.
- B. Sangat baik, karena mampu menunjukkan kompleksitas persahabatan yang tetap utuh di tengah persaingan, bahkan menjadikannya penguat tema.
- C. Cukup baik, tetapi seharusnya tidak ada persaingan agar tema persahabatan lebih menonjol.
- D. Cerpen tersebut lebih cocok untuk tema ‘kompetisi’ daripada ‘persahabatan’.
- E. Tema persahabatan hanya menjadi latar belakang, bukan inti cerita.
- Pada sebuah acara seminar, narasumber menyampaikan pidato dengan kalimat pembuka: ‘Hadirin yang terhormat, di era digital ini, kita dihadapkan pada tantangan besar, yaitu banjir informasi. Namun, di balik tantangan tersebut, tersimpan pula peluang tak terbatas bagi kita untuk terus belajar dan berinovasi.’
Jika narasumber ingin membangun citra sebagai pribadi yang inspiratif dan berwawasan, mengapa kalimat pembuka tersebut dinilai efektif?
- A. Karena menggunakan bahasa yang formal dan sopan.
- B. Karena langsung menyajikan masalah tanpa basa-basi.
- C. Karena menunjukkan kesadaran akan masalah (tantangan) sekaligus menawarkan perspektif positif (peluang), yang mencerminkan pemikiran optimis dan solutif.
- D. Karena kalimatnya pendek dan mudah diingat oleh audiens.
- E. Karena tidak menggunakan data atau statistik yang rumit.
- Sebuah unggahan di media sosial berbunyi: ‘Udah dibilangin jangan buang sampah sembarangan di taman, masih aja bandel! Emangnya taman ini punya mbahmu?!’.
Bagaimana Anda mengevaluasi efektivitas kalimat persuasif dalam unggahan tersebut jika tujuannya adalah mengubah perilaku orang lain?
- A. Sangat efektif, karena menggunakan bahasa yang langsung dan tegas, sehingga pesannya jelas.
- B. Cukup efektif, karena menggunakan pertanyaan retoris yang menggugah emosi pembaca.
- C. Kurang efektif, karena bahasa yang cenderung kasar dan menyerang pribadi (‘punya mbahmu?!’) bisa menimbulkan penolakan daripada mengubah perilaku.
- D. Efektif jika target audiensnya adalah anak-anak yang perlu ditegur.
- E. Tidak efektif, karena terlalu pendek dan kurang detail dalam menyampaikan pesan.
- Seorang penulis cerpen ingin menciptakan karakter utama yang kompleks dan memiliki konflik batin mendalam. Ia memilih untuk menggambarkan karakter tersebut melalui monolog internal yang panjang, dialog dengan dirinya sendiri, serta tindakan yang seringkali bertentangan dengan ucapannya.
Manakah teknik pengembangan karakter yang paling dominan digunakan penulis untuk mencapai tujuan tersebut?
- A. Deskripsi fisik tokoh.
- B. Melalui dialog antartokoh.
- C. Reaksi tokoh lain terhadap karakter utama.
- D. Penggambaran langsung oleh narator.
- E. Melalui pemikiran, perasaan, dan perilaku kontradiktif tokoh itu sendiri.
- Teks diskusi berjudul ‘Manfaat dan Bahaya Bermain Game Online’. Bagian pendahuluan membahas popularitas game online, bagian isi paragraf pertama membahas manfaat (melatih strategi, koordinasi mata dan tangan), dan paragraf kedua membahas bahaya (kecanduan, penurunan prestasi akademik). Bagian penutup berisi ajakan untuk bermain game online secara bijak.
Jika Anda diminta untuk mengevaluasi keseimbangan argumen dalam teks diskusi tersebut, manakah yang paling akurat?
- A. Teks ini sepenuhnya bias karena hanya fokus pada bahaya game online.
- B. Teks ini cukup seimbang karena menyajikan kedua sisi (manfaat dan bahaya) secara terpisah.
- C. Teks ini kurang seimbang karena jumlah paragraf untuk manfaat lebih sedikit daripada bahaya.
- D. Teks ini sangat seimbang karena menyimpulkan dengan solusi yang netral.
- E. Teks ini hanya menyajikan informasi tanpa ada argumen yang jelas.
- Seorang kepala sekolah berpidato di hadapan orang tua siswa baru. Dalam pidatonya, ia mengatakan: ‘Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik, tidak hanya akademis, tetapi juga pengembangan karakter. Anak-anak Bapak/Ibu akan kami bimbing menuju masa depan gemilang.’
Jika Anda adalah orang tua yang mendengarkan pidato tersebut, unsur persuasif apakah yang paling kuat memengaruhi kepercayaan Anda terhadap sekolah?
- A. Penggunaan kata ‘Bapak/Ibu’ yang sopan.
- B. Penekanan pada pendidikan akademis yang tinggi.
- C. Janji ‘masa depan gemilang’ yang sangat menarik.
- D. Pernyataan ‘Kami berkomitmen’ yang menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab sekolah.
- E. Tidak ada unsur persuasif yang kuat karena terlalu umum.
- Bacalah puisi berikut:
Jalanan sunyi, daun berguguran
Senja meredup, di batas pandang
Sebuah asa, perlahan merangkak
Mencari cahaya, di tengah gelapBagaimana Anda menafsirkan suasana dan makna tersirat dari puisi di atas?
- A. Suasana ceria dengan makna optimisme yang kuat.
- B. Suasana damai dan tenang, dengan makna penerimaan takdir.
- C. Suasana melankolis dan kesepian, dengan makna perjuangan harapan di tengah keputusasaan.
- D. Suasana horor dan ketakutan, dengan makna ancaman yang datang.
- E. Suasana keindahan alam yang memukau tanpa makna yang dalam.
- Seorang editor koran menerima dua teks tanggapan tentang isu yang sama: pembangunan pusat perbelanjaan baru. Teks A berfokus pada potensi peningkatan ekonomi dan lapangan kerja. Teks B menyoroti dampak negatif terhadap UMKM lokal dan lingkungan. Editor ingin menerbitkan keduanya agar terjadi diskusi yang berimbang.
Jika Anda adalah editor tersebut, pertimbangan utama apa yang harus Anda lakukan untuk memastikan kedua teks dapat disajikan secara objektif kepada pembaca?
- A. Menerbitkan hanya teks yang paling populer di kalangan pembaca.
- B. Meringkas kedua teks menjadi satu artikel tunggal agar lebih efisien.
- C. Memastikan kedua teks menggunakan data dan argumen yang valid, serta menyajikannya berdampingan atau dalam kolom khusus agar pembaca dapat membandingkan.
- D. Menghapus bagian yang kontroversial dari kedua teks agar tidak menimbulkan perdebatan.
- E. Menambahkan opini pribadi editor untuk memperkuat salah satu argumen.
B. Isian Singkat
- Seorang influencer media sosial mengunggah foto makanan mewah dengan caption: ‘Ini baru hidup! Kamu yakin masih betah makan mie instan di rumah?’.
Analisis dan sebutkan secara singkat jenis kalimat persuasif yang dominan digunakan dalam caption tersebut beserta dampaknya pada pengikut!
- Dalam sebuah cerpen, penulis menggambarkan karakter seorang anak yang selalu menunduk saat berbicara dan sering menghindari kontak mata. Jika Anda adalah psikolog yang menganalisis perilaku tokoh tersebut, kesimpulan awal apa yang dapat Anda tarik mengenai kepribadian anak tersebut?
- Sebuah poster kampanye lingkungan bertuliskan ‘Bumi Kita Bukan Tempat Sampahmu!’. Jika Anda diminta untuk membuat slogan alternatif yang lebih sopan namun tetap persuasif dan bertujuan sama, rumuskan satu slogan tersebut!
- Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, seorang siswa diminta menganalisis sebuah paragraf yang mengandung fakta dan opini. Paragraf tersebut berbunyi: ‘Pendidikan karakter sangat penting (opini) karena membentuk generasi yang berakhlak mulia (fakta/tujuan). Oleh karena itu, semua sekolah wajib mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum (opini).’ Identifikasi bagian opini yang paling menunjukkan adanya ajakan atau anjuran!
- Sebuah berita televisi melaporkan: ‘Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional kembali melonjak tajam setelah libur panjang. Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli, sementara masyarakat menjerit akibat kenaikan harga yang memberatkan.’ Jika Anda adalah seorang wartawan yang ingin menyajikan berita ini dengan judul yang lebih dramatis dan memancing perhatian, buatlah satu judul berita yang sesuai!
C. Uraian
- Pemerintah berencana untuk menerapkan kurikulum baru yang menekankan pada pembelajaran berbasis proyek. Sebagai siswa kelas 9, bagaimana Anda mengevaluasi potensi dampak positif dan negatif dari kebijakan ini terhadap proses belajar mengajar di sekolah Anda? Berikan argumen yang kuat untuk setiap sisi!
- Anda menemukan sebuah artikel opini di koran lokal yang mengkritik keras kebijakan pemerintah daerah tentang pembatasan jam operasional pedagang kaki lima (PKL). Penulis artikel tersebut menggunakan bahasa yang sangat emosional dan cenderung menyudutkan pemerintah tanpa menyertakan data konkret atau solusi alternatif. Jika Anda ingin memberikan tanggapan yang konstruktif dan argumentatif, bagaimana Anda akan menyusun tanggapan Anda agar tetap kritis namun tidak emosional, serta memberikan masukan yang solutif?
- Anda adalah seorang penulis skenario film pendek untuk tugas sekolah. Anda ingin menciptakan adegan klimaks di mana dua sahabat, yang awalnya sangat dekat, harus berhadapan karena salah paham serius. Mereka bertemu di tempat rahasia yang biasa mereka kunjungi. Tuliskan dialog pendek untuk adegan klimaks tersebut (minimal 5 dialog per tokoh) yang menunjukkan konflik batin, ketegangan, dan sedikit harapan untuk rekonsiliasi. Gunakan minimal satu majas metafora atau simile dalam dialog.
- Fenomena hoaks (berita bohong) semakin meresahkan di masyarakat, terutama dengan penyebaran yang cepat melalui media sosial. Sebagai remaja yang aktif menggunakan media sosial, buatlah sebuah pidato persuasif singkat (minimal 3 paragraf) yang berisi ajakan untuk memerangi hoaks. Dalam pidato Anda, masukkan unsur etika (ethos), emosi (pathos), dan logika (logos) secara seimbang!
- Sebuah restoran cepat saji populer baru saja meluncurkan produk makanan baru yang mengandung bahan baku yang kontroversial bagi sebagian masyarakat (misalnya, daging impor dari negara yang sedang bermasalah). Sebagai seorang jurnalis investigasi, Anda diminta untuk menulis teks laporan investigasi tentang peluncuran produk tersebut. Rancanglah kerangka laporan investigasi Anda (minimal 5 poin utama) agar laporan Anda komprehensif, objektif, dan menggugah kesadaran publik.
D. Menjodohkan
Pasangkan pernyataan A dengan jawaban B yang sesuai.
- Analisis struktur argumentasi dalam pidato persuasif yang memuat klaim tanpa bukti. … (…)
- Mengevaluasi kesesuaian latar cerita cerpen dengan karakter tokoh untuk membangun suasana. … (…)
Kunci Jawaban & Pembahasan
A. Pilihan Ganda
- Kurang efektif, karena peribahasa ‘tak ada gading yang tak retak’ cenderung bermakna negatif tentang ketidaksempurnaan, yang tidak sejalan dengan ajakan untuk menjaga persahabatan abadi.
Pembahasan: Pilihan C adalah yang paling tepat. Peribahasa ‘tak ada gading yang tak retak’ secara harfiah berarti tidak ada sesuatu pun yang sempurna. Menggunakan peribahasa ini dalam konteks ajakan untuk menjaga persahabatan abadi bisa menimbulkan kesan kontradiktif atau bahkan pesimis, karena menyiratkan bahwa persahabatan pun memiliki ‘retak’ atau cela. Hal ini justru bisa melemahkan pesan persuasif Budi untuk menjaga persahabatan ‘abadi’ yang ideal. - Visualisasi penderitaan hewan laut (penyu).
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Iklan layanan masyarakat sering menggunakan pathos (daya tarik emosional) untuk menggerakkan audiens. Gambar penyu yang terjerat sampah plastik secara langsung memicu rasa iba, empati, atau bahkan marah pada penonton, sehingga lebih efektif dalam memengaruhi emosi dibandingkan fakta atau statistik yang lebih bersifat logis (logos). - Risa merasakan kesedihan dan kegelisahan yang mendalam, meskipun alam di sekitarnya indah, menunjukkan bahwa masalah internalnya lebih dominan.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Meskipun langit sore digambarkan indah (‘kanvas yang baru dicat. Jingga, ungu, dan sedikit semburat merah muda berpadu harmonis’), perasaan Risa digambarkan ‘hambar’ dan dipenuhi ‘kekhawatiran’. Kontras ini menunjukkan bahwa keindahan eksternal tidak mampu mengatasi gejolak emosi internalnya, menegaskan kedalaman kesedihan dan kegelisahan yang ia rasakan. - Simpulan menunjukkan bahwa pupuk kompos organik berpotensi lebih baik, tetapi masih ada keterbatasan data dan perlu validasi lebih lanjut.
Pembahasan: Pilihan C adalah yang paling akurat. Frasa ‘menunjukkan peningkatan rata-rata 15%’ mengindikasikan hasil positif, tetapi frasa ‘Meskipun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lingkungan yang lebih terkontrol untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih valid’ menunjukkan adanya kehati-hatian dan pengakuan terhadap keterbatasan penelitian, sehingga hasilnya masih berupa potensi dan memerlukan konfirmasi. - Argumen pertama terlalu bias dan tidak mempertimbangkan sudut pandang lain, sedangkan argumen kedua lebih komprehensif dengan mengakui dua sisi masalah.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Argumen pertama menggunakan kata ‘secara eksklusif hanya’ yang menunjukkan pandangan tunggal dan ekstrem (bias), tidak mempertimbangkan kompleksitas isu. Sebaliknya, argumen kedua menawarkan perspektif yang lebih seimbang dengan mengakui potensi positif media sosial, menunjukkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap permasalahan. - Membentuk tim khusus untuk melakukan survei dan kajian mendalam mengenai infrastruktur internet di daerah tersebut guna merumuskan solusi.
Pembahasan: Pilihan C adalah respons yang paling logis dan konstruktif. Keluhan disertai data dan simpulan tentang ‘hak dasar’ menuntut tindakan konkret dari pemerintah. Membentuk tim untuk survei dan kajian adalah langkah awal yang tepat untuk memahami masalah secara menyeluruh dan merumuskan solusi jangka panjang yang efektif, sesuai dengan urgensi yang disampaikan penulis surat. - Fokus pada fakta bahwa mayoritas (60%) masyarakat mendukung kebijakan, menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang kuat.
Pembahasan: Pilihan B adalah argumen yang paling efektif untuk mendukung posisi pro-kebijakan. Mengutip angka mayoritas yang setuju (‘60%’) akan memberikan bobot legitimasi sosial dan menunjukkan bahwa kebijakan tersebut diterima luas oleh publik, sehingga mengurangi dampak penolakan dari sebagian kecil kelompok. - Menciptakan efek dramatisasi yang kuat, membuat remaja merasa dipahami dan emosi mereka tervalidasi.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Majas hiperbola berfungsi untuk melebih-lebihkan suatu pernyataan. Dalam konteks tulisan remaja, penggunaan majas ini dapat menciptakan efek dramatisasi yang resonan dengan perasaan intens yang sering dialami remaja. Ini membuat pembaca merasa bahwa penulis memahami betul ‘beratnya’ tantangan yang mereka hadapi, sehingga memvalidasi emosi mereka dan menciptakan koneksi yang kuat. - Judul 1 cenderung memberikan informasi faktual tentang masalah, sedangkan Judul 2 lebih menuntut tindakan dan melibatkan pihak berwenang.
Pembahasan: Pilihan C adalah yang paling tepat. Judul 1 (‘Dampak Buruk Sampah Plastik Meningkat: Ekosistem Laut Terancam Akibat Ulah Manusia’) bersifat informatif dan deskriptif mengenai masalah dan dampaknya. Judul 2 (‘Mendesak! Pemerintah Diminta Ambil Langkah Nyata Atasi Krisis Sampah Plastik Laut’) menggunakan kata ‘Mendesak!’ dan ‘Diminta Ambil Langkah Nyata’, yang jelas-jelas menunjukkan tuntutan dan harapan akan tindakan dari pihak tertentu (pemerintah), sehingga lebih persuasif dan menuntut. - Kurang sesuai, karena latar fiksi ilmiah dan karakter robot membuat tema menjadi terlalu abstrak dan jauh dari ‘kehidupan remaja’ sehari-hari yang diharapkan.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Meskipun tema pencarian jati diri universal, kriteria spesifiknya adalah ‘relevansi tema dengan kehidupan remaja’. Latar belakang fiksi ilmiah dan karakter robot, meski bisa dianalogikan, menjauhkan cerpen dari konteks ‘kehidupan remaja’ yang spesifik dan sehari-hari, yang mungkin dimaksudkan untuk eksplorasi masalah-masalah sosial atau psikologis yang langsung dialami remaja. - Kritik terhadap proses pengambilan keputusan dan kesiapan infrastruktur.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Pernyataan siswa secara eksplisit menyebutkan ‘pelaksanaannya sering terkendala oleh keterbatasan akses internet dan perangkat yang tidak merata’ dan ‘Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan infrastruktur digital sebelum mengambil keputusan besar semacam ini’. Ini menunjukkan fokus pada kritik terhadap kesiapan dan proses perencanaan kebijakan, bukan hanya dampaknya. - Ethos, karena menggunakan figur otoritas (atlet terkenal) untuk membangun kepercayaan.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Ethos adalah daya tarik yang dibangun berdasarkan kredibilitas atau otoritas pembicara/tokoh. Menggunakan atlet terkenal yang bugar dan berprestasi bertujuan untuk meyakinkan konsumen bahwa jika mereka minum produk tersebut, mereka juga bisa mencapai kebugaran dan prestasi seperti sang atlet, karena atlet tersebut dianggap ahli atau contoh sukses dalam menjaga kesehatan dan performa. - Sangat baik, karena mampu menunjukkan kompleksitas persahabatan yang tetap utuh di tengah persaingan, bahkan menjadikannya penguat tema.
Pembahasan: Pilihan B adalah yang paling tepat. Cerpen tersebut tidak hanya menyajikan persahabatan secara datar, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana persahabatan diuji dan akhirnya ditegaskan kembali di tengah tantangan (kompetisi). Ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang tema persahabatan yang lebih realistis dan kompleks, di mana nilai persahabatan justru menjadi klimaks dan inti dari penyelesaian konflik. - Karena menunjukkan kesadaran akan masalah (tantangan) sekaligus menawarkan perspektif positif (peluang), yang mencerminkan pemikiran optimis dan solutif.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Kalimat pembuka ini efektif karena narasumber tidak hanya mengidentifikasi masalah (‘banjir informasi’ sebagai ‘tantangan besar’) tetapi juga segera menyeimbangkannya dengan pandangan positif (‘peluang tak terbatas’). Pendekatan ini menunjukkan pemikiran yang seimbang, optimis, dan berorientasi pada solusi, sehingga membangun citra narasumber sebagai sosok yang inspiratif dan berwawasan luas, mampu melihat sisi lain dari suatu masalah. - Kurang efektif, karena bahasa yang cenderung kasar dan menyerang pribadi (‘punya mbahmu?!’) bisa menimbulkan penolakan daripada mengubah perilaku.
Pembahasan: Pilihan C paling tepat. Meskipun pesannya jelas, penggunaan bahasa yang kasar, menyerang pribadi, dan menghakimi (‘punya mbahmu?!’) cenderung memicu reaksi defensif, marah, atau penolakan dari target audiens, bukan persuasi. Alih-alih mengubah perilaku, hal ini justru bisa memperburuk situasi atau diabaikan. - Melalui pemikiran, perasaan, dan perilaku kontradiktif tokoh itu sendiri.
Pembahasan: Pilihan E paling tepat. Monolog internal (pemikiran), dialog dengan diri sendiri (perasaan), dan tindakan yang bertentangan dengan ucapan (perilaku kontradiktif) semuanya adalah cara untuk menampilkan konflik batin dan kompleksitas karakter secara tidak langsung dari dalam diri tokoh itu sendiri. Ini lebih mendalam daripada hanya melalui deskripsi fisik atau reaksi tokoh lain. - Teks ini cukup seimbang karena menyajikan kedua sisi (manfaat dan bahaya) secara terpisah.
Pembahasan: Pilihan B paling tepat. Sebuah teks diskusi yang seimbang harus menyajikan argumen dari dua sisi atau lebih. Meskipun rincian paragraf tidak disebutkan secara spesifik (jumlah kalimat atau kedalaman), adanya paragraf khusus untuk ‘manfaat’ dan paragraf khusus untuk ‘bahaya’ menunjukkan adanya upaya untuk menyajikan kedua perspektif. Penutup yang ‘bijak’ juga menguatkan kesan seimbang dalam menyikapi masalah. - Pernyataan ‘Kami berkomitmen’ yang menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab sekolah.
Pembahasan: Pilihan D paling tepat. Pernyataan ‘Kami berkomitmen’ menunjukkan janji dan keseriusan yang kuat dari pihak sekolah. Kata ‘komitmen’ menyiratkan tanggung jawab moral dan etika, yang merupakan inti dari ethos (kredibilitas) seorang pembicara atau institusi. Ini lebih kuat dalam membangun kepercayaan dibandingkan hanya sekadar janji atau penggunaan bahasa yang sopan. - Suasana melankolis dan kesepian, dengan makna perjuangan harapan di tengah keputusasaan.
Pembahasan: Pilihan C adalah yang paling tepat. Kata-kata seperti ‘jalanan sunyi’, ‘daun berguguran’, ‘senja meredup’, dan ‘gelap’ menciptakan suasana melankolis dan kesepian. Namun, adanya frasa ‘Sebuah asa, perlahan merangkak / Mencari cahaya’ menunjukkan adanya harapan dan perjuangan yang muncul di tengah kondisi yang suram tersebut, sehingga maknanya adalah perjuangan harapan di tengah keputusasaan. - Memastikan kedua teks menggunakan data dan argumen yang valid, serta menyajikannya berdampingan atau dalam kolom khusus agar pembaca dapat membandingkan.
Pembahasan: Pilihan C adalah pertimbangan utama yang paling sesuai untuk memastikan objektivitas dan diskusi berimbang. Editor harus memverifikasi validitas argumen dan data di kedua teks. Kemudian, menyajikannya berdampingan atau dengan struktur yang jelas memungkinkan pembaca untuk melihat kedua sisi isu secara langsung, menganalisis, dan membentuk opini mereka sendiri tanpa bias dari editor.
B. Isian Singkat
- Jenis kalimat persuasif yang dominan adalah interogatif retoris dengan nuansa provokatif. Dampaknya adalah memicu perasaan tidak puas, iri, atau keinginan untuk mencoba hal yang sama pada pengikut, sehingga secara tidak langsung mendorong mereka untuk mengonsumsi atau membeli produk/gaya hidup yang ditampilkan influencer.
- Kesimpulan awal yang dapat ditarik adalah anak tersebut mungkin memiliki rasa kurang percaya diri, pemalu, introvert, atau sedang merasa tidak nyaman/bersalah. Sikap menunduk dan menghindari kontak mata seringkali menjadi indikator dari kecemasan sosial atau rendahnya harga diri.
- Slogan alternatif: ‘Mari Jaga Bumi Bersama, Demi Masa Depan Kita!’ atau ‘Lestarikan Bumi, Kurangi Sampah Sekarang!’.
- Bagian opini yang paling menunjukkan ajakan atau anjuran adalah: ‘Oleh karena itu, semua sekolah wajib mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum.’
- Judul berita dramatis: ‘Gelombang Kenaikan Harga Pukul Daya Beli Masyarakat Pasca-Libur Panjang: Pedagang Merana, Rakyat Menjerit!’ atau ‘Libur Usai, Harga Melambung: Ekonomi Rakyat Tercekik Kenaikan Kebutuhan Pokok!’
C. Uraian (Contoh Jawaban)
- Evaluasi saya terhadap kurikulum baru berbasis proyek menunjukkan potensi dampak positif dan negatif:
**Dampak Positif:**
1. **Peningkatan Keterampilan Praktis:** Pembelajaran berbasis proyek dapat melatih siswa dalam keterampilan seperti pemecahan masalah, kerja sama tim, kreativitas, dan berpikir kritis. Ini relevan untuk dunia kerja masa depan yang membutuhkan lebih dari sekadar hafalan. Misalnya, proyek membuat media kampanye lingkungan akan mengasah kemampuan riset, desain, dan komunikasi.
2. **Pembelajaran Bermakna:** Materi pelajaran akan lebih mudah dipahami dan diingat karena siswa terlibat langsung dalam aplikasi pengetahuannya. Konsep abstrak bisa menjadi konkret melalui proyek, sehingga motivasi belajar meningkat.
3. **Keterampilan Non-Akademis:** Mengembangkan soft skill seperti presentasi, negosiasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan yang sering terabaikan dalam kurikulum tradisional.**Dampak Negatif:**
1. **Beban Kerja Siswa dan Guru:** Proyek yang kompleks bisa sangat menyita waktu dan energi. Siswa mungkin kewalahan dengan tenggat waktu dan tuntutan beragam, sementara guru harus mempersiapkan, membimbing, dan menilai proyek secara intensif, yang membutuhkan pelatihan dan sumber daya lebih.
2. **Kesenjangan Fasilitas dan Sumber Daya:** Tidak semua sekolah memiliki fasilitas dan akses sumber daya yang sama. Sekolah di daerah terpencil mungkin kesulitan menyediakan bahan, teknologi, atau akses informasi yang diperlukan untuk proyek-proyek tertentu, memperlebar kesenjangan pendidikan.
3. **Penilaian yang Subjektif:** Menilai proyek bisa lebih subjektif dibandingkan ujian tertulis, sehingga memerlukan rubrik yang sangat jelas dan objektif agar adil bagi semua siswa. Risiko plagiarisme atau pengerjaan yang tidak mandiri juga bisa menjadi tantangan. - Jika saya ingin memberikan tanggapan yang konstruktif dan argumentatif terhadap artikel opini tersebut, saya akan menyusunnya dengan langkah-langkah berikut:
1. **Pengantar Netral dan Pengakuan Masalah:** Saya akan memulai dengan mengakui validitas kekhawatiran yang diangkat dalam artikel mengenai dampak kebijakan pada PKL. Misalnya, ‘Saya memahami keprihatinan yang diungkapkan dalam artikel mengenai dampak kebijakan pembatasan jam operasional PKL terhadap mata pencarian mereka.’ Ini menunjukkan empati tanpa langsung mendukung argumen emosional.
2. **Analisis Kritik Emosional:** Saya akan menyoroti bahwa kritik yang terlalu emosional tanpa data konkret cenderung kurang efektif. Saya akan menyatakan, ‘Meskipun suara hati masyarakat perlu didengar, kritik yang disertai data dan analisis mendalam akan memiliki bobot yang lebih kuat dalam diskusi publik.’
3. **Penyajian Perspektif Lain (Potensi Manfaat Kebijakan):** Saya akan mencoba melihat kebijakan dari sudut pandang pemerintah atau masyarakat luas yang mungkin diuntungkan (misalnya, ketertiban, kebersihan, lalu lintas lancar). ‘Di sisi lain, perlu diakui bahwa kebijakan ini mungkin memiliki tujuan tertentu, seperti menjaga ketertiban umum dan kebersihan kota, yang juga penting bagi kenyamanan warga.’
4. **Menuntut Data dan Keterbukaan:** Saya akan menekankan pentingnya transparansi dan data dari kedua belah pihak. ‘Agar diskusi ini lebih produktif, penting bagi pemerintah untuk menyajikan data yang mendasari kebijakan ini, dan bagi para pengkritik untuk melengkapi argumen mereka dengan studi kasus atau data dampak yang lebih objektif.’
5. **Memberikan Solusi Alternatif/Masukan Konstruktif:** Ini adalah bagian terpenting dari tanggapan konstruktif. Saya akan mengusulkan beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan pemerintah, misalnya: ‘Pemerintah dapat mempertimbangkan zona waktu operasional yang fleksibel untuk jenis PKL tertentu, memberikan pelatihan kewirausahaan bagi PKL agar dapat beradaptasi, atau menyediakan lokasi berdagang alternatif yang lebih terorganisir dan terjangkau.’
6. **Penutup yang Mengajak Dialog:** Mengakhiri dengan ajakan untuk berdialog dan mencari solusi bersama. ‘Dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan berbasis data, diharapkan kita dapat menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak, baik itu pemerintah, PKL, maupun masyarakat luas.’ - **Adegan Klimaks: Jembatan Tua Kenangan**
**TOKOH:**
* **ANDRA:** Berdiri membelakangi, menatap aliran sungai di bawah jembatan.
* **BIMO:** Datang dengan langkah ragu, berhenti beberapa meter di belakang Andra.**(ADEGAN DIMULAI)**
**BIMO**
(Pelan, suaranya sedikit parau)
Andra…**ANDRA**
(Tidak menoleh, suaranya dingin)
Untuk apa kau di sini, Bimo? Bukankah sudah jelas semuanya?**BIMO**
Jelas? Yang jelas itu hanya salah paham yang kau biarkan mengikis kita, Andra! Seperti air yang mengikis batu, perlahan tapi pasti.**ANDRA**
(Berbalik, menatap Bimo tajam)
Salah paham katamu? Setelah apa yang kau lakukan? Setelah semua kepercayaan yang ku beri…**BIMO**
Aku tidak pernah bermaksud… Kau tahu aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Setidaknya dengarkan penjelasanku!**ANDRA**
Penjelasan apa lagi? Kata-katamu sekarang terdengar seperti seruling patah, tak lagi merdu.**BIMO**
(Maju selangkah, putus asa)
Kau berubah, Andra. Atau mungkin aku yang terlalu buta melihatnya. Tapi persahabatan kita ini… apa sebegitu rapuhnya hingga tak sanggup melewati badai kecil ini?**ANDRA**
(Menghela napas berat, matanya melunak sedikit)
Badai kecil? Ini lebih dari sekadar gerimis, Bimo. Ini seperti tsunami yang menghantamku.**BIMO**
Aku tahu aku salah. Aku minta maaf. Tapi… apakah tidak ada lagi celah untuk kita?**ANDRA**
(Menatap Bimo, lalu mengalihkan pandangan ke sungai, diam sejenak)
…**(ADEGAN BERAKHIR dengan Andra yang masih ragu, namun ada sedikit jeda yang memberikan harapan.)**
- **Judul: Remaja Cerdas, Remaja Anti Hoaks!**
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua.
Hadirin teman-teman remaja yang saya banggakan, kita hidup di era yang serba cepat, di mana informasi mengalir bagaikan banjir bandang. Media sosial, yang begitu akrab dalam genggaman kita, telah menjadi panggung utama penyebaran informasi. Namun, di antara derasnya arus itu, terselip ‘sampah’ yang berbahaya: hoaks atau berita bohong. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, kita memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi pasif, tetapi juga penjaga gerbang kebenaran. **Kita adalah benteng pertama dalam melawan kebohongan yang bisa merusak pikiran dan memecah belah bangsa.**
Betapa seringnya kita mendengar cerita tentang perselisihan, kepanikan, bahkan tindak kejahatan yang dipicu oleh satu hoaks. Pernahkah terbayang, bagaimana perasaan seseorang yang nama baiknya hancur karena berita palsu? Atau bagaimana sebuah informasi sesat bisa menyebabkan kekacauan di tengah masyarakat? **Hati kita pasti tergerak, nurani kita pasti menolak segala bentuk kebohongan.** Oleh karena itu, mari kita bangun kesadaran bersama. Sebelum berbagi, mari berhenti sejenak, bertanya: ‘Benarkah ini?’, ‘Dari mana sumbernya?’, ‘Adakah bukti yang mendukung?’. Jangan sampai jempol kita lebih cepat dari akal sehat kita.
Memerangi hoaks bukanlah tugas yang mustahil. Logikanya sederhana: **jika setiap dari kita berhenti menyebarkan hoaks, maka rantai kebohongan itu akan terputus.** Mulailah dari diri sendiri, dari grup WhatsApp keluarga, hingga lini masa media sosial kita. Dengan berpikir kritis, melakukan cek fakta, dan hanya menyebarkan informasi yang terverifikasi, kita telah berkontribusi besar. Kita adalah generasi yang cerdas, yang mampu membedakan intan dan batu. Mari jadikan media sosial sebagai alat pemersatu, alat pencerah, bukan penyebar kegelapan. Remaja cerdas, remaja anti hoaks! Terima kasih.
- Rancangan kerangka laporan investigasi tentang peluncuran produk baru restoran cepat saji:
1. **Pendahuluan: Latar Belakang dan Kontroversi Awal**
* Perkenalan produk baru (nama, deskripsi singkat).
* Popularitas restoran dan daya tarik produk baru.
* Identifikasi bahan baku kontroversial (misalnya, daging impor dari negara X).
* Mengapa bahan baku tersebut dianggap kontroversial bagi sebagian masyarakat (misalnya, isu etika, keamanan pangan, atau dampak sosial-ekonomi).
* Rumusan masalah: Menyelidiki implikasi di balik penggunaan bahan baku kontroversial ini.2. **Investigasi Sumber Bahan Baku: Jejak Pasokan**
* Menelusuri asal-usul daging impor: negara, peternakan/pemasok.
* Analisis kebijakan impor pemerintah terkait bahan baku tersebut.
* Wawancara dengan ahli logistik/importir untuk memahami rantai pasokan.
* Verifikasi sertifikasi keamanan pangan dan standar kualitas (jika ada) dari negara asal dan di Indonesia.3. **Dampak dan Implikasi (Analisis Sudut Pandang Berbeda)**
* **Dampak Ekonomi:** Wawancara dengan perwakilan restoran mengenai alasan pemilihan bahan baku, efisiensi biaya, dan dampaknya terhadap harga jual. Wawancara dengan peternak lokal/pemasok alternatif untuk mengetahui dampak pada industri domestik.
* **Dampak Etika/Sosial:** Wawancara dengan aktivis lingkungan, organisasi konsumen, atau perwakilan masyarakat yang keberatan. Mengumpulkan opini publik melalui survei atau analisis sentimen media sosial.
* **Dampak Kesehatan/Keamanan (Jika Relevan):** Wawancara dengan ahli gizi atau regulator pangan mengenai standar keamanan dan potensi risiko (jika ada).4. **Tanggapan Pihak Terkait dan Verifikasi Fakta**
* Permintaan konfirmasi dan tanggapan resmi dari pihak manajemen restoran mengenai kontroversi dan langkah-langkah mitigasi mereka.
* Permintaan konfirmasi dari instansi pemerintah terkait (misalnya, Badan POM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian).
* Membandingkan pernyataan resmi dengan temuan investigasi di lapangan.5. **Kesimpulan dan Rekomendasi/Pertimbangan Publik**
* Merangkum temuan utama investigasi secara objektif.
* Menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang terkumpul, tanpa memihak.
* Menyajikan rekomendasi bagi konsumen (misalnya, ‘konsumen perlu mempertimbangkan aspek X dan Y sebelum membeli’), bagi pemerintah (misalnya, ‘perlu pengawasan lebih ketat terhadap Z’), dan bagi perusahaan (misalnya, ‘perlu transparansi lebih tinggi’).
* Menutup dengan ajakan kepada publik untuk menjadi konsumen yang cerdas dan kritis.
D. Menjodohkan
- Analisis struktur argumentasi dalam pidato persuasif yang memuat klaim tanpa bukti. = Menilai tingkat validitas dan kelemahan argumen.
- Mengevaluasi kesesuaian latar cerita cerpen dengan karakter tokoh untuk membangun suasana. = Menentukan apakah latar mendukung atau kontradiktif terhadap sifat tokoh dan alur.
