Contoh Soal Biologi Imunoterapi: Uji Pemahaman Anda tentang Kekebalan Tubuh dan Pengobatannya

Posted on

Contoh Soal Biologi Imunoterapi: Uji Pemahaman Anda tentang Kekebalan Tubuh dan Pengobatannya

Imunoterapi merupakan salah satu terobosan revolusioner dalam dunia medis modern, khususnya dalam penanganan berbagai penyakit kompleks seperti kanker, penyakit autoimun, dan infeksi kronis. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang menyerang sel penyakit secara langsung, imunoterapi bekerja dengan memanfaatkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk mengenali dan melawan sel-sel abnormal. Bidang biologi imunoterapi mencakup berbagai strategi, mulai dari penggunaan antibodi monoklonal, terapi sel T CAR, hingga vaksin terapeutik dan penghambat pos pemeriksaan imun (immune checkpoint inhibitors). Memahami prinsip dasar, mekanisme kerja, serta aplikasi klinis imunoterapi adalah hal krusial bagi mahasiswa biologi, kedokteran, dan praktisi kesehatan. Artikel ini menyediakan kumpulan contoh soal biologi imunoterapi yang komprehensif, dirancang untuk menguji dan memperdalam pemahaman Anda tentang topik penting ini. Dengan beragam jenis soal—pilihan ganda, isian singkat, uraian, dan menjodohkan—Anda akan mendapatkan gambaran menyeluruh tentang konsep-konsep kunci dalam imunoterapi, mempersiapkan Anda menghadapi ujian atau sekadar memperkaya wawasan ilmiah.

Kumpulan Contoh Soal soal biologi imunoterapi

Soal 1 (Pilihan Ganda)

Apa tujuan utama dari imunoterapi dalam pengobatan kanker?

  • Membunuh sel kanker secara langsung dengan bahan kimia.
  • Menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker.
  • Mengurangi ukuran tumor melalui radiasi.
  • Mengganti sel yang rusak dengan sel sehat.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Imunoterapi bertujuan untuk merangsang atau mengembalikan kemampuan sistem kekebalan tubuh pasien untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Soal 2 (Pilihan Ganda)

Terapi antibodi monoklonal merupakan salah satu jenis imunoterapi. Bagaimana antibodi monoklonal bekerja?

  • Merangsang produksi sel T secara masif.
  • Secara spesifik menargetkan protein pada permukaan sel kanker atau sel imun.
  • Menginduksi apoptosis pada semua jenis sel.
  • Menggantikan fungsi antibodi alami yang hilang.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Antibodi monoklonal dirancang untuk mengikat secara spesifik pada target tertentu (antigen) di sel kanker atau sel imun, memblokir sinyal atau menandai sel untuk dihancurkan oleh sistem imun.

Soal 3 (Pilihan Ganda)

Sel T CAR (Chimeric Antigen Receptor T-cell) adalah bentuk imunoterapi seluler. Apa yang dimodifikasi pada sel T pasien dalam terapi ini?

  • Mitokondrianya.
  • Ribosomnya.
  • Reseptor antigennya.
  • Membran selnya.
Kunci Jawaban:
C

Penjelasan: Sel T pasien dimodifikasi secara genetik untuk mengekspresikan reseptor antigen kimerik (CAR) yang memungkinkan mereka mengenali antigen spesifik pada sel kanker.

Soal 4 (Pilihan Ganda)

Salah satu tantangan utama dalam imunoterapi adalah resistensi tumor. Faktor apa yang paling mungkin berkontribusi pada resistensi ini?

  • Konsumsi vitamin berlebih oleh pasien.
  • Heterogenitas genetik sel tumor dan lingkungan mikro tumor yang imunosupresif.
  • Kurangnya asupan cairan.
  • Tidur yang tidak cukup.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Heterogenitas genetik sel tumor dapat menyebabkan hilangnya target imunoterapi, sementara lingkungan mikro tumor dapat menekan respons imun.

Soal 5 (Pilihan Ganda)

Obat penghambat pos pemeriksaan imun (immune checkpoint inhibitors) seperti Pembrolizumab dan Nivolumab bekerja dengan cara:

  • Langsung membunuh sel kanker.
  • Memblokir sinyal yang menghambat aktivitas sel T.
  • Meningkatkan proliferasi sel kanker.
  • Mengurangi produksi antibodi.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Immune checkpoint inhibitors memblokir protein (seperti PD-1 atau CTLA-4) yang biasanya menekan aktivitas sel T, sehingga memungkinkan sel T untuk menyerang sel kanker.

Soal 6 (Pilihan Ganda)

Imunoterapi aktif adalah jenis imunoterapi yang:

  • Memberikan antibodi siap pakai kepada pasien.
  • Merangsang sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk menghasilkan respons.
  • Menekan respons imun pasien.
  • Menggunakan sel punca untuk meregenerasi organ.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Imunoterapi aktif bertujuan untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh pasien agar dapat mengenali dan melawan penyakit.

Soal 7 (Pilihan Ganda)

Komponen sistem imun mana yang paling sering dimanfaatkan atau dimodifikasi dalam strategi imunoterapi kanker?

  • Eritrosit.
  • Trombosit.
  • Limfosit T.
  • Osteosit.
Kunci Jawaban:
C

Penjelasan: Limfosit T (sel T) adalah pemain kunci dalam respons imun adaptif dan sering menjadi target atau dimodifikasi dalam berbagai jenis imunoterapi, terutama dalam terapi seluler.

Soal 8 (Pilihan Ganda)

Vaksin terapeutik, seperti yang digunakan untuk beberapa jenis kanker, bertujuan untuk:

  • Mencegah infeksi virus.
  • Mengajarkan sistem imun untuk mengenali dan menyerang sel kanker yang sudah ada.
  • Mengganti sel kanker dengan sel sehat.
  • Mengurangi efek samping kemoterapi.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Vaksin terapeutik dirancang untuk merangsang respons imun spesifik terhadap antigen tumor yang sudah ada di dalam tubuh pasien.

Soal 9 (Pilihan Ganda)

Apa yang dimaksud dengan “antigen tumor” dalam konteks imunoterapi?

  • Molekul yang hanya ditemukan pada sel sehat.
  • Molekul yang diekspresikan secara abnormal atau berlebihan pada sel kanker dan dapat dikenali oleh sistem imun.
  • Molekul yang diproduksi oleh bakteri.
  • Molekul yang menghambat pertumbuhan tumor.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Antigen tumor adalah molekul (protein, karbohidrat, dll.) yang ada di permukaan sel kanker atau di dalamnya, yang dapat dikenali sebagai asing oleh sistem kekebalan tubuh.

Soal 10 (Pilihan Ganda)

Efek samping imunoterapi seringkali berbeda dengan kemoterapi. Salah satu efek samping umum yang terkait dengan imunoterapi adalah:

  • Kerontokan rambut parah.
  • Mual dan muntah hebat.
  • Reaksi autoimun.
  • Penurunan berat badan drastis.
Kunci Jawaban:
C

Penjelasan: Karena imunoterapi memodifikasi atau mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, ada risiko bahwa sistem kekebalan dapat menyerang jaringan sehat, menyebabkan reaksi autoimun.

Soal 11 (Pilihan Ganda)

Sitokin adalah protein sinyal penting dalam sistem imun. Bagaimana sitokin dapat digunakan dalam imunoterapi?

  • Untuk menekan respons imun.
  • Untuk merangsang pertumbuhan tumor.
  • Untuk memodulasi respons imun, seperti meningkatkan proliferasi sel T atau aktivitas sel NK.
  • Untuk menghambat produksi antibodi.
Kunci Jawaban:
C

Penjelasan: Sitokin seperti interleukin-2 (IL-2) atau interferon alfa (IFN-α) dapat digunakan untuk meningkatkan respons imun anti-tumor.

Soal 12 (Pilihan Ganda)

Imunoterapi pasif melibatkan:

  • Merangsang sistem kekebalan pasien sendiri.
  • Memberikan komponen kekebalan tubuh (misalnya, antibodi) yang sudah jadi kepada pasien.
  • Menggunakan vaksin untuk mencegah penyakit.
  • Melakukan transplantasi organ.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Imunoterapi pasif memberikan komponen kekebalan yang sudah jadi, seperti antibodi monoklonal, untuk memberikan efek instan.

Soal 13 (Pilihan Ganda)

Apa peran sel penyaji antigen (Antigen-Presenting Cells/APC) dalam respons imun anti-tumor yang diinisiasi oleh imunoterapi?

  • Secara langsung membunuh sel tumor.
  • Mempresentasikan antigen tumor kepada sel T.
  • Memproduksi antibodi.
  • Menyimpan memori imun.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: APCs, seperti sel dendritik, memproses antigen tumor dan mempresentasikannya kepada sel T, menginisiasi respons imun adaptif.

Soal 14 (Pilihan Ganda)

Salah satu jenis imunoterapi yang menggunakan virus untuk secara selektif menginfeksi dan menghancurkan sel kanker disebut:

  • Terapi gen.
  • Terapi sel punca.
  • Terapi virus onkolitik.
  • Kemoterapi.
Kunci Jawaban:
C

Penjelasan: Virus onkolitik adalah virus yang direkayasa atau terjadi secara alami yang dapat menginfeksi dan menghancurkan sel kanker secara selektif, sekaligus merangsang respons imun anti-tumor.

Soal 15 (Pilihan Ganda)

Mengapa kombinasi imunoterapi dengan terapi lain (misalnya, kemoterapi atau radioterapi) seringkali lebih efektif?

  • Karena imunoterapi saja tidak pernah efektif.
  • Kombinasi dapat menciptakan sinergi, di mana terapi lain dapat membantu mengekspresikan antigen tumor atau meningkatkan respons imun.
  • Untuk mengurangi biaya pengobatan.
  • Untuk mempercepat pertumbuhan tumor.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Terapi kombinasi dapat saling melengkapi; misalnya, kemoterapi dapat melepaskan antigen tumor yang kemudian dapat dikenali oleh sistem imun yang diaktifkan oleh imunoterapi.

Soal 16 (Pilihan Ganda)

Protein PD-1 (Programmed Death-1) dan PD-L1 (Programmed Death-Ligand 1) adalah target penting dalam imunoterapi. Apa fungsi normal interaksi PD-1/PD-L1?

  • Merangsang aktivasi sel T.
  • Menghambat aktivasi sel T untuk mencegah autoimunitas.
  • Menginduksi pertumbuhan tumor.
  • Membantu sel T mengenali antigen.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Interaksi PD-1 pada sel T dengan PD-L1 pada sel lain (termasuk sel kanker) berfungsi sebagai “rem” untuk mencegah aktivasi berlebihan sel T dan autoimunitas. Sel kanker sering mengeksploitasi jalur ini untuk menghindari deteksi imun.

Soal 17 (Pilihan Ganda)

Imunoterapi yang melibatkan transfer sel T yang diisolasi dari tumor pasien, diperbanyak, dan diaktifkan di laboratorium, kemudian dikembalikan ke pasien disebut:

  • Terapi sel punca.
  • Terapi sel T yang menginfiltrasi tumor (TILs).
  • Terapi gen.
  • Terapi vaksin.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Terapi TILs (Tumor-Infiltrating Lymphocytes) memanfaatkan sel T yang secara alami telah bermigrasi ke dalam tumor dan memiliki potensi untuk menyerang sel kanker.

Soal 18 (Pilihan Ganda)

Apa peran utama sel Natural Killer (NK) dalam respons imun anti-tumor dan bagaimana imunoterapi dapat memanfaatkannya?

  • Memproduksi antibodi spesifik.
  • Secara langsung membunuh sel tumor tanpa memerlukan aktivasi antigen spesifik, dan aktivitasnya dapat ditingkatkan melalui sitokin.
  • Mempresentasikan antigen kepada sel T.
  • Membentuk memori imun jangka panjang.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Sel NK adalah bagian dari imunitas bawaan yang dapat membunuh sel tumor atau sel terinfeksi virus tanpa pra-aktivasi. Aktivitasnya dapat ditingkatkan oleh sitokin, menjadikannya target potensial dalam imunoterapi.

Soal 19 (Pilihan Ganda)

Salah satu keuntungan utama imunoterapi dibandingkan kemoterapi adalah:

  • Tidak memiliki efek samping sama sekali.
  • Mampu memberikan respons yang lebih spesifik dan tahan lama dengan “memori imun”.
  • Lebih murah dan mudah diakses.
  • Selalu bekerja pada semua jenis kanker.
Kunci Jawaban:
B

Penjelasan: Imunoterapi dapat menciptakan memori imun jangka panjang, yang berarti sistem kekebalan dapat terus melawan sel kanker bahkan setelah pengobatan dihentikan, memberikan durasi respons yang lebih lama.

Soal 20 (Pilihan Ganda)

Imunoterapi dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker. Namun, respons pasien terhadap imunoterapi sangat bervariasi. Faktor apa yang paling mungkin mempengaruhi variasi respons ini?

  • Warna kulit pasien.
  • Status gizi pasien dan kebiasaan olahraga.
  • Profil genetik tumor, ekspresi antigen, dan komposisi lingkungan mikro tumor.
  • Frekuensi menonton televisi.
Kunci Jawaban:
C

Penjelasan: Karakteristik biologis tumor, seperti mutasi genetik, ekspresi protein imun, dan keberadaan sel-sel imun lainnya di sekitar tumor, sangat mempengaruhi bagaimana tumor merespons imunoterapi.

Soal 21 (Isian Singkat)

Jenis terapi yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan penyakit disebut __________.

Kunci Jawaban:
Imunoterapi

Soal 22 (Isian Singkat)

Antibodi monoklonal yang menargetkan protein PD-1 atau PD-L1 dikenal sebagai __________.

Kunci Jawaban:
Penghambat pos pemeriksaan imun (Immune checkpoint inhibitors)

Soal 23 (Isian Singkat)

Sel imun yang dimodifikasi secara genetik untuk mengekspresikan reseptor antigen kimerik (CAR) dan digunakan dalam terapi kanker adalah __________.

Kunci Jawaban:
Sel T CAR

Soal 24 (Isian Singkat)

Sitokin yang dapat merangsang pertumbuhan dan aktivasi sel T serta sel NK, dan digunakan dalam imunoterapi, adalah __________.

Kunci Jawaban:
Interleukin-2 (IL-2) atau Interferon alfa (IFN-α)

Soal 25 (Isian Singkat)

Virus yang secara selektif dapat menginfeksi dan menghancurkan sel kanker, sekaligus merangsang respons imun, disebut virus __________.

Kunci Jawaban:
Onkolitik

Soal 26 (Uraian)

Jelaskan secara singkat perbedaan antara imunoterapi aktif dan imunoterapi pasif, serta berikan contoh masing-masing.

Kunci Jawaban:
Imunoterapi aktif adalah strategi yang merangsang sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk menghasilkan respons imun terhadap penyakit. Contohnya adalah vaksin terapeutik kanker. Imunoterapi pasif melibatkan pemberian komponen kekebalan tubuh (seperti antibodi atau sel imun) yang sudah jadi kepada pasien untuk memberikan efek langsung. Contohnya adalah terapi antibodi monoklonal atau transfer sel T CAR.

Soal 27 (Uraian)

Bagaimana mekanisme kerja utama dari terapi penghambat pos pemeriksaan imun (immune checkpoint inhibitors) dalam pengobatan kanker?

Kunci Jawaban:
Sel kanker seringkali “mematikan” respons sel T dengan mengekspresikan protein seperti PD-L1 yang berinteraksi dengan PD-1 pada sel T, sehingga menghambat aktivasi sel T. Penghambat pos pemeriksaan imun bekerja dengan memblokir interaksi ini (misalnya, anti-PD-1 atau anti-PD-L1), “melepaskan rem” pada sel T, memungkinkan sel T untuk aktif kembali, mengenali, dan menyerang sel kanker.

Soal 28 (Uraian)

Apa saja potensi efek samping yang dapat timbul dari imunoterapi, dan mengapa efek samping tersebut seringkali berbeda dengan kemoterapi?

Kunci Jawaban:
Potensi efek samping imunoterapi meliputi reaksi autoimun (disebut irAEs – immune-related adverse events) yang dapat mempengaruhi organ mana pun, seperti kolitis, hepatitis, tiroiditis, atau pneumonitis, serta kelelahan dan ruam kulit. Efek samping ini berbeda dari kemoterapi karena imunoterapi bekerja dengan memodifikasi sistem kekebalan tubuh, sehingga efek sampingnya adalah hasil dari aktivasi imun yang tidak spesifik yang menyerang jaringan sehat, bukan dari toksisitas langsung terhadap sel yang membelah cepat seperti pada kemoterapi.

Soal 29 (Uraian)

Terapi sel T CAR dianggap sebagai terobosan besar dalam imunoterapi. Jelaskan langkah-langkah dasar dalam pelaksanaan terapi sel T CAR.

Kunci Jawaban:
Langkah-langkah dasar terapi sel T CAR meliputi: 1) Aféresis: Mengumpulkan sel T dari darah pasien. 2) Modifikasi Genetik: Di laboratorium, sel T dimodifikasi secara genetik menggunakan vektor virus untuk mengekspresikan reseptor antigen kimerik (CAR) yang dapat mengenali antigen spesifik pada sel kanker. 3) Proliferasi: Sel T CAR diperbanyak hingga jumlah yang memadai. 4) Limfodepleksi: Pasien mungkin menerima kemoterapi ringan untuk mengurangi sel imun yang ada, menciptakan ruang bagi sel T CAR. 5) Infusi: Sel T CAR yang sudah dimodifikasi dan diperbanyak diinfusikan kembali ke tubuh pasien.

Soal 30 (Uraian)

Mengapa tidak semua pasien kanker merespons imunoterapi dengan cara yang sama? Sebutkan setidaknya dua faktor yang berkontribusi terhadap variabilitas respons ini.

Kunci Jawaban:
Variabilitas respons pasien terhadap imunoterapi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: 1) Heterogenitas Tumor: Setiap tumor memiliki profil genetik dan molekuler yang unik, termasuk ekspresi antigen tumor dan protein pos pemeriksaan imun. Beberapa tumor mungkin memiliki sedikit antigen yang dapat dikenali atau sangat imunosupresif. 2) Lingkungan Mikro Tumor: Komposisi sel-sel imun dan non-imun di sekitar tumor (misalnya, keberadaan sel imunosupresif seperti sel T regulator atau makrofag) dapat sangat mempengaruhi efektivitas imunoterapi. 3) Faktor Host: Kondisi umum pasien, mikrobioma usus, dan profil genetik individu juga dapat mempengaruhi respons imun dan toleransi terhadap imunoterapi.

Soal 31 (Menjodohkan)

Jodohkan istilah berikut dengan deskripsi yang tepat.

Pasangkan pernyataan berikut:

  • Antibodi Monoklonal — [ … ]
  • Sel T CAR — [ … ]
  • PD-1/PD-L1 — [ … ]
  • Virus Onkolitik — [ … ]
  • Sitokin — [ … ]
Kunci Jawaban:

  • Antibodi Monoklonal = Protein yang dirancang untuk menargetkan molekul spesifik pada sel kanker atau sel imun.
  • Sel T CAR = Limfosit T pasien yang dimodifikasi secara genetik untuk menyerang sel kanker.
  • PD-1/PD-L1 = Jalur sinyal yang sering digunakan oleh sel kanker untuk menghindari deteksi oleh sel T.
  • Virus Onkolitik = Virus yang dapat menginfeksi dan menghancurkan sel kanker secara selektif.
  • Sitokin = Protein sinyal yang mengatur komunikasi antar sel imun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *