Pendahuluan
Selamat datang di kumpulan latihan soal kimia kelas 12 tentang senyawa karbon! Senyawa karbon adalah salah satu topik fundamental dan paling menarik dalam kimia organik. Materi ini mencakup berbagai jenis senyawa seperti alkana, alkena, alkuna, alkohol, eter, aldehida, keton, asam karboksilat, ester, dan amina, beserta sifat-sifat, tata nama, isomerisme, dan reaksi-reaksinya. Memahami senyawa karbon sangat penting karena banyak zat di sekitar kita, mulai dari obat-obatan, plastik, hingga makanan, adalah senyawa karbon.
Latihan soal ini dirancang untuk membantu Anda menguji pemahaman dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Soal-soal disajikan dalam berbagai format: pilihan ganda, isian singkat, uraian, dan mencocokkan. Setiap soal pilihan ganda dilengkapi dengan pembahasan singkat untuk membantu Anda memahami konsepnya lebih dalam. Mari kita mulai menguji pengetahuan Anda!
Deskripsi SEO
Artikel ini menyajikan kumpulan latihan soal kimia kelas 12 lengkap mengenai senyawa karbon, dirancang khusus untuk siswa SMA yang ingin memperdalam pemahaman dan mengasah kemampuan. Materi yang dicakup meliputi tata nama IUPAC dan trivial untuk alkana, alkena, alkuna, alkohol, eter, aldehida, keton, asam karboksilat, dan ester. Anda akan menemukan soal-soal yang menguji konsep isomerisme (struktur, posisi, fungsi, optik), sifat fisik dan kimia berbagai gugus fungsi, serta reaksi-reaksi penting seperti adisi, substitusi, eliminasi, oksidasi, dan esterifikasi. Latihan soal ini juga mencakup identifikasi gugus fungsi dan penentuan rumus molekul. Dengan 20 soal pilihan ganda beserta pembahasan, 5 soal isian singkat, 5 soal uraian, dan 2 pasang soal mencocokkan, artikel ini adalah sumber belajar yang komprehensif. Persiapkan diri Anda untuk menghadapi ujian dengan memahami setiap konsep senyawa karbon secara mendalam melalui latihan interaktif ini.
Latihan Soal Senyawa Karbon Kelas 12
A. Soal Pilihan Ganda (20 Soal)
- Nama senyawa dengan rumus struktur CH₃–CH₂–CH(CH₃)–CH₂–CH₃ menurut IUPAC adalah…
A. 2-etilbutana
B. 3-metilpentana
C. 2-metilpentana
D. 3-etilbutana
E. Pentana - Isomer fungsi dari propanal adalah…
A. Propanon
B. Propanol
C. Asam propanoat
D. Metil etanoat
E. Propena - Reaksi antara propena dengan HBr akan menghasilkan senyawa mayoritas…
A. 1-bromopropana
B. 2-bromopropana
C. 1,2-dibromopropana
D. Propana
E. Propena hidrobromida - Gugus fungsi yang dimiliki oleh senyawa asam asetat adalah…
A. –OH
B. –CHO
C. –COOH
D. –COO–
E. –CO– - Senyawa karbon yang tidak dapat mengalami reaksi adisi adalah…
A. Propena
B. Butuna
C. Siklobutana
D. Benzena
E. Etena - Senyawa alkohol primer jika dioksidasi akan menghasilkan…
A. Keton
B. Aldehida
C. Asam karboksilat
D. Eter
E. Ester - Nama IUPAC dari CH₃–O–CH₂–CH₃ adalah…
A. Metoksi etana
B. Etoksi metana
C. Dietil eter
D. Dimetil eter
E. Etil metil eter - Berapa jumlah isomer posisi dari C₄H₉OH?
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5 - Senyawa yang memiliki titik didih paling tinggi di antara berikut adalah…
A. CH₃CH₂CH₃
B. CH₃CH₂OH
C. CH₃OCH₃
D. CH₃COOH
E. CH₃CHO - Reaksi pembentukan ester dari asam karboksilat dan alkohol disebut reaksi…
A. Esterifikasi
B. Hidrolisis
C. Saponifikasi
D. Kondensasi
E. Adisi - Senyawa yang termasuk golongan keton adalah…
A. CH₃COOH
B. CH₃CHO
C. CH₃COCH₃
D. CH₃CH₂OH
E. CH₃OCH₃ - Rumus umum alkena adalah…
A. CnH₂n+₂
B. CnH₂n
C. CnH₂n-₂
D. CnH₂n-₆
E. CnH₂n+₂O - Berikut ini yang bukan merupakan sifat dari benzena adalah…
A. Mudah mengalami reaksi substitusi
B. Memiliki ikatan rangkap terkonjugasi
C. Sangat reaktif terhadap reaksi adisi
D. Bersifat nonpolar
E. Titik didih lebih tinggi dari sikloheksana - Hasil oksidasi dari 2-butanol adalah…
A. Butanal
B. Butanon
C. Asam butanoat
D. Dietil eter
E. 1-butanol - Senyawa dengan rumus molekul C₃H₆O dapat berupa…
A. Propanal dan propanon
B. Propanol dan propanal
C. Propanon dan propena
D. Propanal dan etil metil eter
E. Propanol dan eter - Uji Tollens digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi…
A. Alkohol
B. Keton
C. Aldehida
D. Asam karboksilat
E. Ester - Senyawa 2,2-dimetilpropana memiliki nama trivial…
A. n-pentana
B. isopentana
C. neopentana
D. isobutana
E. neobutana - Polimerisasi adisi terjadi pada monomer…
A. Glukosa
B. Asam amino
C. Etena
D. Isoprena
E. C dan D benar - Senyawa eter yang merupakan isomer fungsi dari butanol adalah…
A. Dietil eter
B. Metil propil eter
C. Isopropil metil eter
D. Semua benar
E. Tidak ada yang benar - Senyawa karbon yang bersifat amfoter adalah…
A. Alkohol
B. Eter
C. Aldehida
D. Keton
E. Asam amino
B. Soal Isian Singkat (5 Soal)
- Gugus fungsi –CHO adalah gugus fungsi dari golongan senyawa __________.
- Senyawa alkana yang paling sederhana adalah __________.
- Isomer yang terjadi karena perbedaan posisi gugus fungsi disebut isomer __________.
- Reaksi antara asam karboksilat dengan basa kuat disebut reaksi __________.
- Polimer yang terbentuk dari monomer etena adalah __________.
C. Soal Uraian (5 Soal)
- Jelaskan perbedaan utama antara alkohol primer, sekunder, dan tersier, serta bagaimana hasil oksidasi masing-masing jenis alkohol tersebut!
- Tuliskan semua isomer struktur dari C₄H₁₀ dan berikan nama IUPAC-nya!
- Jelaskan mengapa asam karboksilat memiliki titik didih yang relatif lebih tinggi dibandingkan alkohol dengan massa molekul relatif yang setara!
- Bagaimana cara membedakan aldehida dan keton menggunakan pereaksi Tollens dan Fehling? Jelaskan hasil pengamatan yang diharapkan!
- Tuliskan reaksi esterifikasi antara asam propanoat dengan metanol dan berikan nama produk esternya!
D. Soal Mencocokkan (2 Pasang)
Cocokkan pernyataan di kolom kiri dengan jawaban yang tepat di kolom kanan.
| Pernyataan | Jawaban |
|---|---|
| 1. Gugus fungsi –COOH | A. Alkuna |
| 2. Senyawa dengan ikatan rangkap tiga | B. Asam karboksilat |
| 3. Reaksi pemutusan ikatan rangkap | C. Aldehida |
| 4. Gugus fungsi –CHO | D. Adisi |
Kunci Jawaban dan Pembahasan
A. Kunci Jawaban Pilihan Ganda
- B. 3-metilpentana
Pembahasan: Rantai utama terpanjang adalah pentana (5 atom C). Gugus metil terletak pada atom C ketiga. - A. Propanon
Pembahasan: Propanal (aldehida) berisomer fungsi dengan propanon (keton) karena keduanya memiliki rumus molekul C₃H₆O. - B. 2-bromopropana
Pembahasan: Reaksi adisi alkena dengan HX mengikuti aturan Markovnikov, di mana atom H akan terikat pada atom C rangkap yang memiliki H lebih banyak, dan X (Br) terikat pada C rangkap yang memiliki H lebih sedikit. - C. –COOH
Pembahasan: Gugus fungsi asam karboksilat adalah karboksil (–COOH). - C. Siklobutana
Pembahasan: Reaksi adisi terjadi pada senyawa tak jenuh (memiliki ikatan rangkap/rangkap tiga) atau sikloalkana cincin kecil yang tidak stabil. Siklobutana adalah alkana jenuh. Benzena dapat mengalami adisi pada kondisi tertentu (misalnya hidrogenasi dengan katalis), tetapi lebih dominan substitusi. Pilihan yang paling tepat tidak mengalami adisi adalah alkana jenuh. - B. Aldehida
Pembahasan: Alkohol primer (R–CH₂OH) jika dioksidasi menghasilkan aldehida (R–CHO), dan jika dioksidasi lebih lanjut akan menghasilkan asam karboksilat (R–COOH). - A. Metoksi etana
Pembahasan: Eter dinamai dengan gugus alkoksi (gugus alkil yang lebih pendek + oksi) diikuti nama alkana dari gugus alkil yang lebih panjang. Metil (CH₃) menjadi metoksi, dan etil (CH₂CH₃) menjadi etana. - D. 4
Pembahasan: Isomer posisi dari C₄H₉OH adalah 1-butanol, 2-butanol, 2-metil-1-propanol, dan 2-metil-2-propanol. - D. CH₃COOH
Pembahasan: Asam karboksilat (CH₃COOH) memiliki ikatan hidrogen yang lebih kuat dibandingkan alkohol (CH₃CH₂OH) karena dua atom O yang elektronegatif, sehingga titik didihnya paling tinggi. Eter, alkana, dan aldehida tidak memiliki ikatan hidrogen sekuat itu. - A. Esterifikasi
Pembahasan: Reaksi pembentukan ester dari asam karboksilat dan alkohol dengan melepas molekul air disebut esterifikasi. - C. CH₃COCH₃
Pembahasan: CH₃COCH₃ adalah propanon, yang merupakan keton (gugus fungsi –CO– di tengah rantai). CH₃COOH (asam karboksilat), CH₃CHO (aldehida), CH₃CH₂OH (alkohol), CH₃OCH₃ (eter). - B. CnH₂n
Pembahasan: Rumus umum alkena adalah CnH₂n. - C. Sangat reaktif terhadap reaksi adisi
Pembahasan: Benzena memiliki stabilitas tinggi karena delokalisasi elektron pada cincinnya (resonansi), sehingga lebih cenderung mengalami substitusi elektrofilik daripada adisi. - B. Butanon
Pembahasan: 2-butanol adalah alkohol sekunder (gugus –OH pada C kedua). Oksidasi alkohol sekunder menghasilkan keton. - A. Propanal dan propanon
Pembahasan: Propanal (CH₃CH₂CHO) dan propanon (CH₃COCH₃) keduanya memiliki rumus molekul C₃H₆O dan berisomer fungsi (aldehida dan keton). - C. Aldehida
Pembahasan: Pereaksi Tollens (larutan perak amoniakal) akan bereaksi dengan aldehida membentuk cermin perak, sedangkan keton tidak bereaksi. - C. neopentana
Pembahasan: Neopentana adalah nama trivial untuk 2,2-dimetilpropana, sebuah alkana bercabang dengan empat gugus metil yang terikat pada satu atom karbon pusat. - E. C dan D benar
Pembahasan: Polimerisasi adisi terjadi pada monomer yang memiliki ikatan rangkap, seperti etena (membentuk polietena) dan isoprena (membentuk poliisoprena atau karet alam). Glukosa dan asam amino membentuk polimer melalui kondensasi. - D. Semua benar
Pembahasan: Butanol memiliki rumus C₄H₁₀O. Dietil eter (CH₃CH₂OCH₂CH₃), metil propil eter (CH₃OCH₂CH₂CH₃), dan isopropil metil eter (CH₃OCH(CH₃)₂), semuanya memiliki rumus molekul C₄H₁₀O dan merupakan isomer fungsi dari butanol. - E. Asam amino
Pembahasan: Asam amino memiliki gugus karboksil (asam) dan gugus amino (basa) sehingga dapat bertindak sebagai asam maupun basa (amfoter).
B. Kunci Jawaban Isian Singkat
- Aldehida
- Metana
- Posisi
- Netralisasi (atau penyabunan jika dengan basa kuat menghasilkan garam dan air)
- Polietena
C. Kunci Jawaban Uraian
-
- Alkohol Primer: Gugus –OH terikat pada atom C primer (terikat pada satu atom C lain). Hasil oksidasi: Aldehida, lalu Asam Karboksilat. Contoh: Etanol → Etanal → Asam Etanoat.
- Alkohol Sekunder: Gugus –OH terikat pada atom C sekunder (terikat pada dua atom C lain). Hasil oksidasi: Keton. Contoh: 2-Propanol → Propanon.
- Alkohol Tersier: Gugus –OH terikat pada atom C tersier (terikat pada tiga atom C lain). Hasil oksidasi: Tidak mudah teroksidasi dalam kondisi ringan; membutuhkan kondisi ekstrem yang dapat memecah rantai karbon.
- Isomer struktur dari C₄H₁₀ adalah:
- CH₃–CH₂–CH₂–CH₃ (n-butana)
- CH₃–CH(CH₃)–CH₃ (2-metilpropana atau isobutana)
- Asam karboksilat memiliki titik didih yang lebih tinggi karena dapat membentuk ikatan hidrogen yang lebih kuat dan lebih banyak dibandingkan alkohol. Asam karboksilat dapat membentuk dimer melalui dua ikatan hidrogen antar molekulnya, sedangkan alkohol hanya membentuk satu ikatan hidrogen per molekul. Struktur dimer ini membuat asam karboksilat membutuhkan energi yang lebih besar untuk mendidih.
-
- Pereaksi Tollens: Aldehida akan bereaksi dengan pereaksi Tollens menghasilkan endapan cermin perak pada dinding tabung reaksi. Keton tidak bereaksi.
- Pereaksi Fehling: Aldehida akan bereaksi dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata (Cu₂O). Keton tidak bereaksi.
- Reaksi esterifikasi antara asam propanoat dan metanol:
CH₃CH₂COOH (Asam Propanoat) + CH₃OH (Metanol) → CH₃CH₂COOCH₃ (Metil Propanoat) + H₂O
Nama produk esternya adalah Metil Propanoat.
D. Kunci Jawaban Mencocokkan
| Pernyataan | Jawaban |
|---|---|
| 1. Gugus fungsi –COOH | B. Asam karboksilat |
| 2. Senyawa dengan ikatan rangkap tiga | A. Alkuna |
| 3. Reaksi pemutusan ikatan rangkap | D. Adisi |
| 4. Gugus fungsi –CHO | C. Aldehida |
