Kalimat penjelas adalah elemen krusial dalam membangun paragraf yang padu dan mudah dipahami. Fungsinya sangat vital, yaitu untuk mengembangkan, memperjelas, dan mendukung gagasan utama yang terkandung dalam kalimat utama. Tanpa kalimat penjelas, sebuah paragraf hanya akan berisi pernyataan umum yang kurang detail dan kurang meyakinkan. Artikel ini akan membimbing Anda memahami seluk-beluk kalimat penjelas, mulai dari ciri-cirinya, fungsinya, hingga bagaimana membedakannya dari kalimat utama. Kami menyediakan kumpulan soal latihan yang komprehensif, mencakup pilihan ganda, isian singkat, esai, dan mencocokkan, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Persiapkan diri Anda untuk menguji dan meningkatkan pemahaman tentang kalimat penjelas, sebuah keterampilan dasar yang wajib dikuasai untuk kemampuan menulis yang efektif dan koheren.

Contoh Soal Menguasai Kalimat Penjelas: Kumpulan Soal Latihan dan Pembahasan Lengkap
A. Pilihan Ganda
-
Soal: Apa fungsi utama kalimat penjelas dalam sebuah paragraf?
- A. Menyatakan ide pokok paragraf.
- B. Mengembangkan dan menjelaskan ide pokok.
- C. Mengakhiri paragraf dengan kesimpulan.
- D. Menarik perhatian pembaca.
Jawaban: B. Mengembangkan dan menjelaskan ide pokok.
Penjelasan: Kalimat penjelas bertugas memberikan detail, contoh, atau rincian yang mendukung dan mengembangkan gagasan utama yang terdapat pada kalimat utama. -
Soal: Ciri-ciri kalimat penjelas yang tepat adalah…
- A. Berdiri sendiri tanpa perlu kalimat lain.
- B. Sering menggunakan konjungsi antarkalimat.
- C. Mengandung ide pokok paragraf.
- D. Bersifat umum dan menyeluruh.
Jawaban: B. Sering menggunakan konjungsi antarkalimat.
Penjelasan: Kalimat penjelas sering terhubung dengan kalimat lain menggunakan konjungsi atau kata hubung untuk menjaga kepaduan dan alur gagasan dalam paragraf. -
Soal: Dalam sebuah paragraf, kalimat penjelas biasanya terletak setelah atau sebelum kalimat…
- A. Kesimpulan
- B. Pengantar
- C. Utama
- D. Penutup
Jawaban: C. Utama
Penjelasan: Kalimat penjelas berfungsi menjelaskan kalimat utama, sehingga posisinya berdekatan dengan kalimat utama, baik setelah (deduktif) maupun sebelum (induktif). -
Soal: Perhatikan paragraf berikut: ‘Pendidikan adalah fondasi kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan, individu dapat mengembangkan potensi diri. Selain itu, pendidikan juga membentuk karakter dan moralitas warga negara. Dengan demikian, investasi dalam pendidikan adalah investasi masa depan.’ Manakah kalimat yang merupakan kalimat utama?
- A. Melalui pendidikan, individu dapat mengembangkan potensi diri.
- B. Selain itu, pendidikan juga membentuk karakter dan moralitas warga negara.
- C. Pendidikan adalah fondasi kemajuan suatu bangsa.
- D. Dengan demikian, investasi dalam pendidikan adalah investasi masa depan.
Jawaban: C. Pendidikan adalah fondasi kemajuan suatu bangsa.
Penjelasan: Kalimat ‘Pendidikan adalah fondasi kemajuan suatu bangsa’ merupakan ide pokok yang kemudian dijelaskan dan diperkuat oleh kalimat-kalimat berikutnya. -
Soal: Manakah dari pernyataan berikut yang BUKAN merupakan ciri kalimat penjelas?
- A. Isinya berupa rincian atau contoh.
- B. Sering menggunakan kata penghubung.
- C. Tidak dapat berdiri sendiri tanpa kalimat utama.
- D. Mengandung gagasan utama paragraf.
Jawaban: D. Mengandung gagasan utama paragraf.
Penjelasan: Kalimat penjelas mengandung gagasan pendukung atau rincian, bukan gagasan utama. Gagasan utama terdapat pada kalimat utama. -
Soal: Jika sebuah paragraf memiliki kalimat utama di awal, maka pola pengembangan paragraf tersebut adalah…
- A. Induktif
- B. Deduktif
- C. Campuran
- D. Naratif
Jawaban: B. Deduktif
Penjelasan: Pola deduktif dimulai dengan kalimat utama di awal paragraf, diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas yang mendukungnya. -
Soal: Kalimat penjelas yang baik harus bersifat…
- A. Umum
- B. Abstrak
- C. Spesifik
- D. Ambigu
Jawaban: C. Spesifik
Penjelasan: Kalimat penjelas berfungsi memberikan detail dan rincian yang spesifik untuk mendukung dan memperjelas gagasan yang lebih umum pada kalimat utama. -
Soal: Kata penghubung yang sering digunakan dalam kalimat penjelas untuk menunjukkan penambahan informasi adalah…
- A. Oleh karena itu
- B. Meskipun demikian
- C. Selain itu
- D. Jadi
Jawaban: C. Selain itu
Penjelasan: ‘Selain itu’ adalah konjungsi aditif yang digunakan untuk menambahkan informasi atau rincian lain yang relevan dengan gagasan sebelumnya. -
Soal: Apa yang terjadi jika sebuah paragraf hanya terdiri dari kalimat utama tanpa kalimat penjelas?
- A. Paragraf akan lebih padat dan jelas.
- B. Ide pokok tidak akan berkembang dengan baik.
- C. Pembaca akan lebih mudah memahami maksud penulis.
- D. Paragraf akan menjadi sangat panjang.
Jawaban: B. Ide pokok tidak akan berkembang dengan baik.
Penjelasan: Tanpa kalimat penjelas, ide pokok tidak akan mendapatkan dukungan, rincian, atau pengembangan yang memadai, sehingga kurang jelas dan tidak meyakinkan. -
Soal: Paragraf yang baik dan efektif harus memiliki…
- A. Hanya kalimat utama.
- B. Hanya kalimat penjelas.
- C. Keseimbangan antara kalimat utama dan kalimat penjelas.
- D. Banyak kalimat pengantar.
Jawaban: C. Keseimbangan antara kalimat utama dan kalimat penjelas.
Penjelasan: Keseimbangan antara kalimat utama dan penjelas memastikan ide pokok tersampaikan dengan jelas, didukung oleh informasi yang cukup, dan paragraf menjadi koheren. -
Soal: Perhatikan kalimat berikut: ‘Banyak sampah plastik yang mencemari lautan.’ Kalimat penjelas yang tepat untuk mendukung kalimat tersebut adalah…
- A. Lautan adalah sumber kehidupan bagi banyak makhluk.
- B. Sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.
- C. Mari kita jaga kebersihan laut kita bersama-sama.
- D. Penyu sering mengira plastik sebagai ubur-ubur makanan mereka.
Jawaban: D. Penyu sering mengira plastik sebagai ubur-ubur makanan mereka.
Penjelasan: Kalimat D memberikan detail spesifik tentang dampak pencemaran sampah plastik di lautan, yang secara langsung mendukung kalimat utama. -
Soal: Kalimat penjelas harus relevan dengan…
- A. Topik umum artikel.
- B. Pendapat pribadi penulis.
- C. Kalimat utama paragraf tersebut.
- D. Kalimat penutup paragraf.
Jawaban: C. Kalimat utama paragraf tersebut.
Penjelasan: Relevansi dengan kalimat utama adalah kunci agar semua informasi dalam paragraf tetap fokus pada satu gagasan pokok dan menjaga koherensi. -
Soal: Jika kalimat utama berada di akhir paragraf, maka kalimat-kalimat sebelumnya berfungsi sebagai…
- A. Pengantar
- B. Kesimpulan
- C. Penjelas
- D. Pembuka
Jawaban: C. Penjelas
Penjelasan: Dalam pola induktif, kalimat-kalimat sebelum kalimat utama berfungsi sebagai penjelas yang menyajikan data, fakta, atau rincian yang mengarah pada kesimpulan (kalimat utama). -
Soal: Penggunaan kata ‘misalnya’, ‘contohnya’, ‘seperti’ dalam kalimat penjelas bertujuan untuk…
- A. Menarik perhatian pembaca.
- B. Memberikan ilustrasi atau perincian.
- C. Menyatakan pertentangan.
- D. Mengakhiri suatu gagasan.
Jawaban: B. Memberikan ilustrasi atau perincian.
Penjelasan: Kata-kata tersebut adalah penanda untuk memberikan contoh, ilustrasi, atau perincian lebih lanjut yang mendukung dan memperjelas gagasan utama. -
Soal: Manakah dari kalimat berikut yang paling mungkin menjadi kalimat penjelas?
- A. Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
- B. Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
- C. Oleh karena itu, mulailah berolahraga dari sekarang.
- D. Kesehatan adalah harta yang tak ternilai.
Jawaban: B. Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Penjelasan: Kalimat B memberikan detail spesifik tentang salah satu manfaat olahraga, yang bisa mendukung kalimat utama yang lebih umum seperti ‘Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan’. -
Soal: Kesalahan umum dalam menyusun kalimat penjelas adalah…
- A. Terlalu singkat.
- B. Tidak relevan dengan kalimat utama.
- C. Menggunakan bahasa baku.
- D. Terlalu banyak jumlahnya.
Jawaban: B. Tidak relevan dengan kalimat utama.
Penjelasan: Ketidakrelevanan adalah kesalahan fatal karena membuat paragraf tidak koheren, membingungkan pembaca, dan mengaburkan gagasan utama. -
Soal: Konjungsi yang menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam kalimat penjelas adalah…
- A. Akan tetapi
- B. Meskipun demikian
- C. Oleh sebab itu
- D. Selain itu
Jawaban: C. Oleh sebab itu
Penjelasan: ‘Oleh sebab itu’ adalah konjungsi kausal yang secara jelas menunjukkan hubungan sebab-akibat antara gagasan yang satu dengan yang lainnya. -
Soal: Sebuah paragraf yang baik memiliki kepaduan. Kepaduan ini salah satunya dibentuk oleh…
- A. Panjangnya paragraf.
- B. Penggunaan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama.
- C. Variasi jenis kalimat.
- D. Penggunaan banyak kata sulit.
Jawaban: B. Penggunaan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama.
Penjelasan: Kepaduan (kohesi) paragraf tercipta ketika semua kalimat penjelas secara logis mendukung dan menjelaskan satu ide pokok yang disampaikan oleh kalimat utama. -
Soal: Urutan kalimat yang tepat untuk membentuk paragraf deduktif yang padu adalah…
- A. Penjelas 1 – Penjelas 2 – Kalimat Utama.
- B. Kalimat Utama – Penjelas 1 – Penjelas 2.
- C. Penjelas 1 – Kalimat Utama – Penjelas 2.
- D. Kalimat Utama – Kesimpulan.
Jawaban: B. Kalimat Utama – Penjelas 1 – Penjelas 2.
Penjelasan: Pola deduktif dimulai dengan kalimat utama yang berisi gagasan pokok, diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas yang menguraikan atau mendukung gagasan tersebut. -
Soal: Apa yang dimaksud dengan ‘koherensi’ dalam konteks paragraf?
- A. Penggunaan kata-kata yang indah.
- B. Kesatuan makna antar kalimat dalam paragraf.
- C. Jumlah kalimat yang banyak.
- D. Penggunaan tata bahasa yang rumit.
Jawaban: B. Kesatuan makna antar kalimat dalam paragraf.
Penjelasan: Koherensi adalah keterkaitan makna antar kalimat, memastikan bahwa semua kalimat (terutama penjelas) secara logis mendukung satu ide pokok dan membentuk satu kesatuan gagasan yang utuh.
B. Isian Singkat
-
Soal: Jelaskan pengertian kalimat penjelas!Jawaban: Kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi untuk mengembangkan, memperjelas, atau memberikan rincian dan contoh terhadap gagasan utama yang terdapat pada kalimat utama dalam sebuah paragraf.
-
Soal: Sebutkan tiga ciri utama kalimat penjelas!Jawaban: Tiga ciri utama kalimat penjelas adalah: 1) Isinya berupa rincian, keterangan, atau contoh; 2) Tidak dapat berdiri sendiri dan maknanya akan rancu tanpa kalimat utama; 3) Sering menggunakan konjungsi antarkalimat atau frasa penghubung untuk menjaga kepaduan.
-
Soal: Apa perbedaan mendasar antara kalimat utama dan kalimat penjelas?Jawaban: Perbedaan mendasar adalah kalimat utama mengandung gagasan pokok atau ide sentral paragraf dan bisa berdiri sendiri, sedangkan kalimat penjelas berisi gagasan pendukung, rincian, atau pengembangan dari kalimat utama dan tidak bisa berdiri sendiri karena maknanya bergantung pada kalimat utama.
-
Soal: Mengapa kalimat penjelas tidak dapat berdiri sendiri?Jawaban: Kalimat penjelas tidak dapat berdiri sendiri karena maknanya bersifat parsial dan sangat bergantung pada kalimat utama yang dijelaskannya. Tanpa kalimat utama, informasi yang disampaikan oleh kalimat penjelas akan terasa menggantung dan tidak jelas konteksnya.
-
Soal: Berikan satu contoh kalimat utama dan dua kalimat penjelas yang mendukungnya!Jawaban: Kalimat Utama: ‘Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.’ Kalimat Penjelas 1: ‘Misalnya, berolahraga secara teratur dapat meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh.’ Kalimat Penjelas 2: ‘Selain itu, olahraga juga efektif untuk mengelola berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung.’
C. Menjodohkan
-
Soal: Cocokkan istilah berikut dengan definisi atau ciri-cirinya yang tepat!
Premis A Premis B Kalimat Utama ??? Kalimat Penjelas ??? Deduktif ??? Induktif ??? Koherensi ??? Kunci Jawaban (Pasangan):- Kalimat Utama ↔ Ide pokok paragraf
- Kalimat Penjelas ↔ Mendukung ide pokok
- Deduktif ↔ Kalimat utama di awal
- Induktif ↔ Kalimat utama di akhir
- Koherensi ↔ Keterkaitan makna antar kalimat
-
Soal: Cocokkan konjungsi atau frasa berikut dengan fungsi atau ciri kalimat penjelas yang relevan!
Premis A Premis B Konjungsi aditif ??? Konjungsi kausal ??? Konjungsi pertentangan ??? Fungsi contoh ??? Ciri khas ??? Kunci Jawaban (Pasangan):- Konjungsi aditif ↔ Selain itu
- Konjungsi kausal ↔ Oleh karena itu
- Konjungsi pertentangan ↔ Akan tetapi
- Fungsi contoh ↔ Misalnya
- Ciri khas ↔ Bersifat spesifik
D. Uraian
-
Soal: Analisis peran penting kalimat penjelas dalam menciptakan paragraf yang efektif dan koheren. Sertakan contoh untuk mendukung penjelasan Anda.Jawaban: Kalimat penjelas memegang peran krusial dalam menciptakan paragraf yang efektif dan koheren. Pertama, ia berfungsi untuk mengembangkan gagasan utama. Tanpa kalimat penjelas, kalimat utama hanya akan menjadi pernyataan umum yang kering dan kurang meyakinkan. Kedua, kalimat penjelas memberikan detail, rincian, contoh, atau bukti yang mendukung kalimat utama, sehingga pembaca mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Ketiga, ia membantu menciptakan koherensi dan kepaduan antar kalimat, menghubungkan satu gagasan dengan gagasan berikutnya secara logis, seringkali dengan bantuan konjungsi. Contoh: Kalimat utama: ‘Pemanasan global berdampak serius pada lingkungan.’ Kalimat penjelas: ‘Salah satu dampaknya adalah kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya gletser di kutub. Selain itu, frekuensi kejadian cuaca ekstrem, seperti badai dan gelombang panas, juga semakin meningkat di berbagai belahan dunia.’
-
Soal: Bagaimana pola pengembangan paragraf (deduktif, induktif, campuran) memengaruhi posisi dan fungsi kalimat penjelas? Jelaskan masing-masing pola.Jawaban: Pola pengembangan paragraf sangat memengaruhi posisi dan fungsi kalimat penjelas: 1. Pola Deduktif: Kalimat utama berada di awal paragraf. Kalimat penjelas berfungsi untuk merinci, menjelaskan, dan memberikan bukti secara spesifik dari gagasan umum yang telah disampaikan di awal. Urutannya dari umum ke khusus. 2. Pola Induktif: Kalimat utama berada di akhir paragraf. Kalimat penjelas diletakkan di awal paragraf, berfungsi sebagai pendahuluan, data, atau rincian spesifik yang kemudian akan disimpulkan menjadi gagasan umum pada kalimat utama di akhir. Urutannya dari khusus ke umum. 3. Pola Campuran: Kalimat utama berada di awal dan di akhir paragraf. Kalimat penjelas terletak di antara kedua kalimat utama tersebut. Kalimat utama di awal berfungsi sebagai pengantar, diikuti kalimat penjelas, dan diakhiri dengan kalimat utama di akhir sebagai penegasan atau kesimpulan. Fungsi kalimat penjelas tetap sebagai pengembang dan pendukung gagasan pokok.
-
Soal: Identifikasi dan jelaskan tiga kesalahan umum yang sering terjadi saat menulis kalimat penjelas, serta berikan saran untuk menghindarinya.Jawaban: Tiga kesalahan umum dalam menulis kalimat penjelas: 1. Tidak Relevan: Kalimat penjelas tidak berhubungan atau tidak mendukung gagasan utama. Ini membuat paragraf tidak fokus dan membingungkan. Saran: Pastikan setiap kalimat penjelas secara langsung mengembangkan atau menjelaskan aspek dari kalimat utama. 2. Redundansi (Pengulangan): Kalimat penjelas mengulang-ulang informasi yang sudah ada di kalimat utama atau kalimat penjelas lainnya tanpa menambahkan detail baru. Saran: Periksa kembali apakah informasi yang diberikan benar-benar baru dan memperkaya pemahaman. Gunakan sinonim atau frasa yang berbeda. 3. Kurang Spesifik atau Terlalu Umum: Kalimat penjelas tidak memberikan detail yang cukup atau masih bersifat umum, sehingga gagal memperjelas kalimat utama. Saran: Berikan contoh konkret, data, fakta, atau elaborasi yang lebih mendalam untuk membuat kalimat penjelas lebih spesifik dan informatif.
-
Soal: Mengapa relevansi dan spesifisitas sangat penting bagi kalimat penjelas? Bahas konsekuensi jika kalimat penjelas tidak memenuhi kedua aspek tersebut.Jawaban: Relevansi dan spesifisitas adalah dua pilar penting bagi kalimat penjelas. Relevansi memastikan bahwa setiap kalimat penjelas secara langsung berhubungan dan mendukung gagasan utama paragraf. Sementara itu, spesifisitas memastikan bahwa kalimat penjelas memberikan detail, contoh, atau rincian yang konkret, bukan hanya pernyataan umum. Konsekuensi jika kalimat penjelas tidak memenuhi kedua aspek ini sangat fatal bagi kualitas paragraf: 1. Jika tidak relevan: Paragraf akan kehilangan koherensi, alur gagasan menjadi terputus, dan pembaca akan bingung tentang pesan utama yang ingin disampaikan. Informasi terasa ‘lompat-lompat’ dan tidak padu. 2. Jika tidak spesifik: Kalimat penjelas gagal menjalankan fungsinya untuk mengembangkan. Paragraf akan terasa dangkal, kurang meyakinkan, dan pembaca tidak mendapatkan pemahaman yang mendalam. Gagasan utama tidak akan terdukung dengan baik, dan paragraf terasa hampa informasi.
-
Soal: Pilihlah salah satu topik (misalnya: ‘Manfaat membaca buku’ atau ‘Pemanasan global’) dan buatlah satu paragraf lengkap yang terdiri dari satu kalimat utama dan minimal tiga kalimat penjelas yang padu dan koheren.Jawaban: Topik: Manfaat membaca buku. Paragraf: ‘Membaca buku secara rutin menawarkan beragam manfaat signifikan bagi perkembangan kognitif dan emosional seseorang. Aktivitas ini terbukti mampu meningkatkan kosakata dan kemampuan berpikir kritis, sebab pembaca terpapar pada struktur kalimat dan ide-ide baru. Selain itu, membaca juga efektif dalam mengurangi stres karena memungkinkan pikiran untuk fokus pada cerita atau informasi yang disajikan, mengalihkan dari kekhawatiran sehari-hari. Lebih lanjut, buku seringkali menyajikan perspektif yang berbeda, sehingga turut memperluas empati dan pemahaman kita terhadap dunia dan sesama manusia.’
