contoh soal matematika
contoh soal matematika

Contoh Soal Matematika Pengambilan Sampel

Posted on

Selamat datang di sumber terlengkap untuk menguasai konsep pengambilan sampel dalam matematika! Artikel ini menyajikan berbagai contoh soal matematika pengambilan sampel yang dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman Anda tentang topik krusial dalam statistika ini. Anda akan menemukan latihan soal yang mencakup berbagai metode pengambilan sampel, mulai dari sampling acak sederhana, stratifikasi, sistematis, hingga cluster sampling, lengkap dengan skenario kasus yang relevan dan sering ditemui dalam penelitian atau analisis data.

Setiap soal disusun untuk menguji pemahaman Anda tidak hanya pada definisi dan teori, tetapi juga pada aplikasi praktisnya, termasuk perhitungan ukuran sampel, estimasi parameter populasi dari sampel, dan interpretasi hasil. Tema pembelajaran yang dibahas meliputi dasar-dasar statistika inferensial, probabilitas, dan pentingnya representasi data yang akurat. Tujuan dari serangkaian latihan soal ini adalah untuk membekali Anda dengan keterampilan analitis yang kuat, membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi ujian, tugas kuliah, atau bahkan aplikasi di dunia nyata. Dengan bimbingan melalui contoh soal matematika pengambilan sampel ini, Anda akan mampu mengidentifikasi teknik sampling yang tepat, menghindari bias, dan membuat kesimpulan yang valid berdasarkan data sampel. Mari selami dan tingkatkan kompetensi Anda dalam statistika!


Tentu, berikut adalah 30 contoh soal mengenai ‘pengambilan sampel’ dalam konteks matematika dan statistik, lengkap dengan kunci jawabannya dalam format yang diminta.

### Soal Pilihan Ganda

1. Apa yang dimaksud dengan ‘populasi’ dalam konteks pengambilan sampel?
a. Sekelompok kecil individu yang dipilih untuk diteliti.
b. Seluruh kumpulan individu, objek, atau data yang menjadi perhatian.
c. Proses memilih individu untuk diteliti.
d. Hasil dari penelitian yang dilakukan.
Jawaban: b

2. Metode pengambilan sampel di mana setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama dan independen untuk dipilih disebut…
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
b. Pengambilan Sampel Sistematis (Systematic Sampling)
c. Pengambilan Sampel Bertingkat (Stratified Sampling)
d. Pengambilan Sampel Purposif (Purposive Sampling)
Jawaban: a

3. Seorang peneliti ingin mewawancarai setiap orang ke-15 yang keluar dari sebuah pusat perbelanjaan. Metode pengambilan sampel ini dikenal sebagai…
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Kelompok (Cluster Sampling)
c. Pengambilan Sampel Sistematis
d. Pengambilan Sampel Kuota (Quota Sampling)
Jawaban: c

4. Jika sebuah populasi terdiri dari 5000 orang, dan kita ingin mengambil sampel sebesar 2% dari populasi tersebut secara acak. Berapa banyak orang yang akan ada dalam sampel?
a. 50
b. 100
c. 200
d. 250
Jawaban: b (Perhitungan: 5000 × 2/100 = 100)

5. Metode pengambilan sampel di mana populasi dibagi menjadi subkelompok (strata) yang homogen, dan sampel acak kemudian diambil dari setiap subkelompok disebut…
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Bertingkat (Stratified Sampling)
c. Pengambilan Sampel Kelompok (Cluster Sampling)
d. Pengambilan Sampel Bola Salju (Snowball Sampling)
Jawaban: b

6. Keuntungan utama dari Pengambilan Sampel Acak Sederhana adalah…
a. Lebih mudah dilakukan pada populasi yang besar.
b. Memastikan keterwakilan proporsional dari setiap subkelompok.
c. Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
d. Membutuhkan daftar lengkap anggota populasi.
Jawaban: c

7. Apa yang dimaksud dengan ‘kerangka sampel’ (sampling frame)?
a. Daftar semua anggota populasi.
b. Daftar semua anggota sampel.
c. Ukuran sampel yang diinginkan.
d. Desain penelitian secara keseluruhan.
Jawaban: a

8. Suatu kondisi di mana beberapa anggota populasi memiliki probabilitas yang lebih tinggi atau lebih rendah untuk terpilih menjadi sampel, yang dapat mengarah pada hasil yang tidak representatif, disebut…
a. Presisi
b. Bias pengambilan sampel (Sampling Bias)
c. Validitas
d. Reliabilitas
Jawaban: b

9. Sebuah universitas memiliki 60% mahasiswa laki-laki dan 40% mahasiswa perempuan. Jika peneliti ingin mengambil sampel 200 mahasiswa menggunakan pengambilan sampel bertingkat proporsional, berapa banyak mahasiswa perempuan yang harus ada dalam sampel?
a. 40
b. 60
c. 80
d. 120
Jawapan: c (Perhitungan: 200 × 40/100 = 80)

10. Metode pengambilan sampel mana yang paling cocok jika peneliti tidak memiliki daftar lengkap populasi dan ingin menemukan kasus-kasus langka atau sulit dijangkau?
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Bertingkat
c. Pengambilan Sampel Kelompok
d. Pengambilan Sampel Bola Salju (Snowball Sampling)
Jawaban: d

11. Pengambilan sampel di mana peneliti memilih individu berdasarkan kemudahan akses atau ketersediaan disebut…
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Sistematis
c. Pengambilan Sampel Kenyamanan (Convenience Sampling)
d. Pengambilan Sampel Purposif
Jawaban: c

12. Manakah dari pernyataan berikut yang BUKAN merupakan jenis pengambilan sampel probabilitas (probability sampling)?
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Bertingkat
c. Pengambilan Sampel Purposif
d. Pengambilan Sampel Kelompok
Jawaban: c

13. Dalam Pengambilan Sampel Kelompok, unit pengambilan sampel pertama adalah…
a. Individu
b. Kelompok atau blok
c. Strata
d. Elemen acak
Jawaban: b

14. Jika sebuah kota dibagi menjadi beberapa blok, dan beberapa blok dipilih secara acak untuk disurvei semua penghuninya, metode ini disebut…
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Sistematis
c. Pengambilan Sampel Bertingkat
d. Pengambilan Sampel Kelompok (Cluster Sampling)
Jawaban: d

15. Tujuan utama dari pengambilan sampel adalah untuk…
a. Memilih sebanyak mungkin individu.
b. Mengurangi biaya penelitian.
c. Mendapatkan informasi tentang populasi tanpa harus meneliti seluruh populasi.
d. Membuktikan hipotesis penelitian secara definitif.
Jawaban: c

16. Sebuah survei opini publik ingin memastikan bahwa semua kelompok usia (18-25, 26-40, 41-55, 56+) terwakili secara proporsional. Metode pengambilan sampel terbaik adalah…
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Sistematis
c. Pengambilan Sampel Bertingkat (Stratified Sampling)
d. Pengambilan Sampel Kenyamanan
Jawaban: c

17. Jika populasi target adalah semua anak sekolah dasar di Indonesia, dan peneliti memilih 50 sekolah dasar secara acak, kemudian mensurvei semua siswa di sekolah-sekolah tersebut, ini adalah contoh dari…
a. Pengambilan Sampel Acak Sederhana
b. Pengambilan Sampel Bertingkat
c. Pengambilan Sampel Kelompok (Cluster Sampling)
d. Pengambilan Sampel Purposif
Jawaban: c

18. Manakah dari faktor berikut yang paling TIDAK relevan dalam menentukan ukuran sampel yang tepat?
a. Tingkat kepercayaan yang diinginkan
b. Margin kesalahan yang dapat diterima
c. Variabilitas populasi
d. Warna kulit peneliti
Jawaban: d

19. Jika probabilitas suatu peristiwa terjadi adalah 0,2, dan kita ingin mengambil sampel 500 pengamatan, berapa banyak pengamatan yang diharapkan akan menunjukkan peristiwa tersebut?
a. 20
b. 50
c. 100
d. 200
Jawaban: c (Perhitungan: 500 × 0,2 = 100)

20. Kelemahan utama dari Pengambilan Sampel Kenyamanan (Convenience Sampling) adalah…
a. Sulit dilakukan.
b. Membutuhkan daftar populasi yang lengkap.
c. Hasilnya mungkin tidak representatif untuk populasi.
d. Memakan waktu terlalu lama.
Jawaban: c

### Soal Isian Singkat

1. Proses memilih sebagian anggota dari populasi yang lebih besar untuk melakukan pengamatan atau pengukuran disebut _____________.
Jawaban: Pengambilan sampel

2. Perbedaan antara karakteristik sampel dan karakteristik populasi yang sebenarnya, yang terjadi karena sampel tidak sepenuhnya representatif, disebut _____________.
Jawaban: Kesalahan pengambilan sampel (Sampling error)

3. Sebutkan dua jenis utama metode pengambilan sampel (tanpa menyebut sub-jenisnya).
Jawaban: Pengambilan sampel probabilitas dan pengambilan sampel non-probabilitas

4. Jika sebuah populasi terdiri dari 200 elemen, dan kita mengambil sampel sebanyak 20 elemen, maka fraksi samplingnya adalah _____________. (Nyatakan dalam bentuk pecahan paling sederhana).
Jawaban: 1/10 (Perhitungan: 20/200 = 1/10)

5. Pengambilan sampel di mana peneliti secara subjektif memilih anggota populasi berdasarkan penilaian dan tujuan penelitiannya sendiri disebut Pengambilan Sampel _____________.
Jawaban: Purposif

### Soal Uraian

1. Jelaskan perbedaan mendasar antara ‘populasi’ dan ‘sampel’ dalam konteks penelitian statistik, dan mengapa pengambilan sampel seringkali diperlukan.
Jawaban:
Populasi adalah seluruh kelompok individu, objek, atau data yang ingin diteliti atau digeneralisasi hasilnya. Sementara itu, sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang dipilih untuk diobservasi atau diukur. Pengambilan sampel diperlukan karena meneliti seluruh populasi seringkali tidak praktis, memakan waktu, dan sangat mahal. Dengan mengambil sampel yang representatif, peneliti dapat menarik kesimpulan tentang populasi yang lebih besar dengan sumber daya yang lebih efisien.

2. Bandingkan dan kontraskan Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling) dengan Pengambilan Sampel Bertingkat (Stratified Sampling). Sebutkan satu situasi di mana masing-masing metode lebih disukai.
Jawaban:
* Pengambilan Sampel Acak Sederhana: Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama dan independen untuk dipilih. Ini adalah metode dasar pengambilan sampel probabilitas. Keuntungannya adalah kesederhanaan dan meminimalkan bias.
* Pengambilan Sampel Bertingkat: Populasi dibagi menjadi subkelompok (strata) yang homogen berdasarkan karakteristik tertentu (misalnya usia, jenis kelamin, pendapatan), kemudian sampel acak diambil dari setiap strata. Tujuannya adalah memastikan keterwakilan yang proporsional dari setiap strata.

Perbandingan: Keduanya adalah metode probabilitas. Pengambilan sampel acak sederhana tidak memerlukan informasi tambahan tentang struktur populasi selain daftar lengkapnya, sedangkan pengambilan sampel bertingkat membutuhkan pengelompokan awal berdasarkan karakteristik.
Situasi yang lebih disukai:
* Pengambilan Sampel Acak Sederhana: Lebih disukai ketika populasi relatif homogen atau ketika tidak ada alasan kuat untuk membagi populasi menjadi strata. Contoh: Memilih 50 mahasiswa secara acak dari total 500 mahasiswa dalam satu program studi yang dianggap homogen.
* Pengambilan Sampel Bertingkat: Lebih disukai ketika populasi heterogen dan peneliti ingin memastikan bahwa subkelompok penting terwakili secara akurat dalam sampel, terutama jika ada variasi yang signifikan antar strata. Contoh: Mensurvei opini tentang kebijakan baru di universitas dengan memastikan proporsi mahasiswa dari setiap fakultas terwakili dengan benar.

3. Apa yang dimaksud dengan ‘bias pengambilan sampel’ (sampling bias)? Berikan dua contoh bagaimana bias ini bisa terjadi dalam penelitian, dan jelaskan mengapa penting untuk menghindarinya.
Jawaban:
Bias pengambilan sampel adalah kecenderungan suatu metode pengambilan sampel untuk secara sistematis melebih-lebihkan atau meremehkan parameter populasi yang sebenarnya. Ini terjadi ketika beberapa anggota populasi memiliki probabilitas yang lebih tinggi atau lebih rendah untuk dipilih, atau tidak ada sama sekali, sehingga sampel tidak representatif terhadap populasi.

Dua contoh bias pengambilan sampel:
1. Bias Respon Sukarela: Terjadi ketika individu memilih sendiri untuk berpartisipasi dalam survei (misalnya, mengisi kuesioner online yang tersedia untuk umum). Orang-orang dengan pendapat yang sangat kuat (positif atau negatif) lebih mungkin untuk merespons, sehingga pandangan mereka mungkin terlalu terwakili.
2. Bias Kenyamanan: Terjadi ketika peneliti hanya memilih individu yang paling mudah diakses atau tersedia. Misalnya, seorang peneliti mensurvei teman-teman dan keluarganya tentang suatu produk. Sampel ini mungkin tidak mencerminkan pandangan masyarakat umum karena teman dan keluarga cenderung memiliki kesamaan tertentu dengan peneliti.

Mengapa penting untuk menghindarinya: Bias pengambilan sampel dapat menyebabkan kesimpulan yang tidak akurat atau menyesatkan tentang populasi. Jika sampel tidak representatif, generalisasi hasil penelitian menjadi tidak valid, yang pada akhirnya mengurangi kualitas dan kegunaan temuan penelitian.

4. Jelaskan konsep ‘ukuran sampel’ dan faktor-faktor kunci yang mempengaruhi penentuan ukuran sampel yang optimal dalam sebuah penelitian kuantitatif.
Jawaban:
Ukuran sampel adalah jumlah individu atau unit yang diambil dari populasi untuk dianalisis dalam sebuah penelitian. Ukuran sampel yang optimal adalah ukuran yang cukup besar untuk menghasilkan hasil yang signifikan secara statistik dan dapat digeneralisasi ke populasi, namun tidak terlalu besar sehingga membuang sumber daya.

Faktor-faktor kunci yang mempengaruhi penentuan ukuran sampel:
1. Tingkat Kepercayaan (Confidence Level): Seberapa yakin peneliti bahwa hasil sampel akan mencerminkan populasi (misalnya, 95% atau 99%). Tingkat kepercayaan yang lebih tinggi membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar.
2. Margin Kesalahan (Margin of Error/Precision): Tingkat kesalahan maksimum yang dapat diterima peneliti antara hasil sampel dan parameter populasi sebenarnya. Margin kesalahan yang lebih kecil membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar.
3. Variabilitas Populasi (Population Variability/Standard Deviation): Sejauh mana data dalam populasi tersebar. Populasi yang lebih bervariasi membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar untuk mencapai tingkat presisi yang sama.
4. Kekuatan Statistik (Statistical Power): Probabilitas untuk secara benar menolak hipotesis nol ketika hipotesis nol itu salah. Kekuatan yang lebih tinggi membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar.
5. Jenis Analisis Statistik: Metode statistik yang akan digunakan untuk menganalisis data juga dapat mempengaruhi ukuran sampel.

5. Anda adalah seorang peneliti yang ingin memahami pola penggunaan media sosial di kalangan remaja (usia 13-18 tahun) di sebuah kota besar. Namun, Anda memiliki anggaran terbatas dan waktu yang singkat. Metode pengambilan sampel non-probabilitas mana yang mungkin Anda pertimbangkan, dan mengapa Anda memilih metode tersebut meskipun memiliki keterbatasan?
Jawaban:
Dengan anggaran terbatas dan waktu singkat, saya kemungkinan akan mempertimbangkan Pengambilan Sampel Kenyamanan (Convenience Sampling) atau Pengambilan Sampel Kuota (Quota Sampling).

* Pengambilan Sampel Kenyamanan: Saya akan memilih remaja yang mudah dijangkau dan bersedia berpartisipasi, misalnya dengan mendekati mereka di pusat perbelanjaan, taman kota, atau tempat umum lainnya yang sering dikunjungi remaja.
* Mengapa dipilih: Ini adalah metode tercepat dan termurah. Saya dapat mengumpulkan data dengan cepat tanpa memerlukan daftar populasi atau perencanaan yang rumit.

* Pengambilan Sampel Kuota: Jika saya memiliki data perkiraan tentang proporsi remaja berdasarkan jenis kelamin atau kelompok usia tertentu (misalnya, 50% laki-laki, 50% perempuan; 30% usia 13-15, 70% usia 16-18), saya akan menetapkan kuota untuk setiap kategori dan kemudian secara non-acak mencari responden hingga kuota terpenuhi.
* Mengapa dipilih: Meskipun non-probabilitas, metode ini mencoba untuk memasukkan beberapa representasi dari karakteristik kunci populasi, sehingga sedikit lebih baik daripada kenyamanan murni dalam hal keterwakilan struktur populasi.

Keterbatasan: Meskipun metode ini efisien, mereka sangat rentan terhadap bias pengambilan sampel. Hasilnya mungkin tidak representatif untuk seluruh populasi remaja di kota tersebut, dan generalisasi akan sangat terbatas. Misalnya, remaja yang sering ke mall mungkin memiliki pola penggunaan media sosial yang berbeda dari remaja yang lebih suka di rumah. Oleh karena itu, saya akan menyertakan batasan ini dalam laporan penelitian saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *