Kumpulan Soal Hots Analisis (C4) Untuk Smp Kelas 7: Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Posted on

Rangkuman Materi

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), khususnya pada level C4 atau menganalisis, menjadi kunci penting dalam Kurikulum Merdeka untuk membentuk siswa yang adaptif dan kritis. Di jenjang SMP kelas 7, pengenalan dan pengasahan kemampuan ini sangat krusial agar siswa mampu menguraikan informasi, membandingkan berbagai elemen, serta menemukan hubungan sebab-akibat dari suatu fenomena. Ini bukan sekadar menghafal, melainkan memahami mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana dampaknya dalam kehidupan nyata.

Soal HOTS analisis dirancang untuk mendorong siswa tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga menjelaskan proses berpikir di balik jawaban tersebut. Mereka akan dihadapkan pada skenario kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti masalah lingkungan, interaksi sosial, atau pengambilan keputusan sederhana. Melalui soal-soal ini, siswa diajak untuk meninjau data, mengidentifikasi pola, serta menyimpulkan informasi yang tersirat dari suatu kasus.

Pembelajaran yang berpusat pada analisis membantu siswa mengembangkan keterampilan esensial yang akan berguna di masa depan, baik dalam studi lanjutan maupun dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Mereka belajar untuk tidak mudah menerima informasi tanpa kritik, melainkan untuk menggali lebih dalam, memverifikasi, dan membentuk pandangan mereka sendiri berdasarkan penalaran yang logis. Dengan demikian, bank soal ini menjadi alat efektif untuk melatih siswa menjadi pemikir yang mandiri dan solutif.

Bank soal HOTS SMP kelas 7 ini mencakup berbagai format, mulai dari pilihan ganda yang membutuhkan penalaran mendalam, isian singkat yang menguji pemahaman inti, hingga uraian yang menuntut sintesis dan evaluasi. Setiap soal dirancang dengan cermat untuk memastikan relevansi, tingkat kesulitan yang sesuai, dan kemampuan mengukur level analisis siswa. Diharapkan, materi ini dapat menjadi referensi berharga bagi guru dan siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar.

Latihan Soal HOTS

A. Pilihan Ganda

  1. Seorang siswa bernama Budi melihat banyak sampah plastik di selokan dekat rumahnya setiap kali hujan deras, menyebabkan air meluap ke jalan. Sebelumnya, selokan itu jarang sekali meluap. Jika Budi ingin menganalisis masalah ini, langkah pertama yang paling tepat ia lakukan adalah…
    • A. Mencari tahu siapa yang membuang sampah tersebut ke selokan.
    • B. Membeli alat pengeruk sampah yang besar untuk membersihkan selokan.
    • C. Membandingkan kondisi selokan sebelum dan sesudah banyak sampah plastik muncul.
    • D. Mengumpulkan teman-teman untuk membersihkan selokan secara rutin.
    • E. Membuat poster larangan membuang sampah di selokan.
  2. Data menunjukkan bahwa konsumsi listrik di desa ‘Maju Bersama’ meningkat drastis dalam lima tahun terakhir, padahal jumlah penduduk relatif stabil. Namun, dalam periode yang sama, banyak rumah tangga mulai menggunakan AC dan pemanas air listrik. Jika Anda diminta menganalisis penyebab utama peningkatan konsumsi listrik tersebut, faktor yang paling mungkin menjadi pemicu utamanya adalah…
    • A. Peningkatan jumlah lampu di setiap rumah.
    • B. Perubahan cuaca yang lebih panas.
    • C. Penggunaan perangkat elektronik berdaya tinggi seperti AC dan pemanas air.
    • D. Efisiensi energi yang menurun dari alat elektronik lama.
    • E. Bertambahnya jumlah toko atau usaha baru di desa.
  3. Di sebuah kota, terjadi peningkatan kasus demam berdarah yang signifikan setelah musim hujan. Dinas Kesehatan mencatat, banyak genangan air di permukiman padat penduduk. Untuk menekan kasus demam berdarah, program ‘3M Plus’ (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, dan Plus mencegah gigitan nyamuk) gencar dilakukan. Mengapa program 3M Plus sangat relevan dan efektif dalam konteks masalah ini?
    • A. Karena 3M Plus adalah program nasional yang wajib dilaksanakan.
    • B. Karena program tersebut fokus pada pemberantasan nyamuk dewasa secara langsung.
    • C. Karena genangan air adalah tempat ideal nyamuk Aedes aegypti berkembang biak, dan 3M Plus menargetkan pencegahan perkembangbiakan tersebut.
    • D. Karena masyarakat lebih mudah mengingat singkatan 3M Plus daripada cara pencegahan lainnya.
    • E. Karena program ini juga mengajarkan cara mengobati demam berdarah.
  4. Perhatikan data berikut:
    1. Harga pupuk kimia terus meningkat.
    2. Lahan pertanian semakin sempit karena pembangunan.
    3. Banyak petani muda beralih profesi ke sektor industri.
    4. Kesadaran masyarakat akan produk organik meningkat.
    5. Subsidi pemerintah untuk petani menurun.

    Jika Anda seorang pengamat pertanian, faktor mana yang paling mungkin menjadi pendorong utama minat petani untuk beralih ke pertanian organik dalam beberapa tahun terakhir?

    • A. Peningkatan harga pupuk kimia dan subsidi pemerintah yang menurun.
    • B. Lahan pertanian yang semakin sempit dan banyaknya petani muda beralih profesi.
    • C. Kesadaran masyarakat akan produk organik yang meningkat.
    • D. Peningkatan harga pupuk kimia dan kesadaran masyarakat akan produk organik.
    • E. Subsidi pemerintah yang menurun dan lahan pertanian yang semakin sempit.
  5. Sekolah ‘Harapan Bangsa’ mengalami masalah rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kepala sekolah mencatat beberapa hal: jadwal ekskul bentrok dengan les privat siswa, kurangnya variasi ekskul yang ditawarkan, dan promosi ekskul yang kurang menarik. Jika kepala sekolah ingin meningkatkan partisipasi, langkah analisis yang paling tepat adalah…
    • A. Langsung menambahkan banyak jenis ekskul baru.
    • B. Melakukan survei kepada siswa untuk mengetahui minat dan kendala mereka dalam mengikuti ekskul.
    • C. Membuat pengumuman yang lebih gencar tentang ekskul yang ada.
    • D. Mewajibkan siswa mengikuti minimal satu ekskul.
    • E. Mengurangi biaya les privat bagi siswa yang ikut ekskul.
  6. Sebuah restoran cepat saji mencatat bahwa penjualan ayam goreng mereka menurun drastis di bulan puasa, padahal promo diskon telah ditingkatkan. Namun, penjualan minuman segar dan hidangan penutup justru meningkat. Analisis yang paling tepat untuk menjelaskan fenomena ini adalah…
    • A. Kualitas ayam goreng menurun selama bulan puasa.
    • B. Pesaing menawarkan diskon yang lebih besar untuk ayam goreng.
    • C. Pola makan konsumen berubah selama bulan puasa, di mana mereka cenderung berbuka dengan yang manis dan segar, serta menghindari makanan berat di awal.
    • D. Restoran kekurangan stok ayam goreng di bulan puasa.
    • E. Harga ayam goreng dinaikkan secara diam-diam.
  7. Di desa ‘Sukamakmur’, sebagian besar penduduknya adalah petani kopi. Beberapa tahun terakhir, harga kopi di pasaran global anjlok, menyebabkan pendapatan petani menurun. Jika Anda diminta menganalisis solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani, manakah yang paling efektif?
    • A. Membeli kopi dari petani dengan harga yang lebih tinggi melalui dana pemerintah.
    • B. Menganjurkan petani untuk menanam jenis tanaman lain selain kopi.
    • C. Membantu petani mengolah biji kopi menjadi produk turunan (kopi bubuk, permen kopi) agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
    • D. Mengurangi jumlah produksi kopi agar pasokan berkurang dan harga naik.
    • E. Mengajak petani berdemo menuntut kenaikan harga kopi.
  8. Sebuah taman kota dulunya sangat ramai dikunjungi, namun kini sepi dan banyak fasilitasnya rusak. Warga sekitar mengeluhkan kurangnya keamanan dan kebersihan. Jika pemerintah kota ingin mengembalikan fungsi taman, analisis prioritas masalah yang paling mendesak adalah…
    • A. Membangun fasilitas bermain anak yang lebih modern.
    • B. Meningkatkan patroli keamanan dan kebersihan secara rutin di taman.
    • C. Mengadakan acara-acara hiburan mingguan di taman.
    • D. Menanam lebih banyak jenis bunga agar taman lebih indah.
    • E. Membuka kafe di dalam area taman.
  9. Penggunaan gawai di kalangan siswa SMP menunjukkan tren peningkatan, namun di sisi lain, hasil belajar beberapa mata pelajaran, terutama Bahasa Indonesia dan Matematika, justru stagnan bahkan cenderung menurun. Jika ini ingin dianalisis lebih lanjut, manakah kesimpulan yang paling tepat untuk hipotesis awal?
    • A. Penggunaan gawai secara positif memengaruhi hasil belajar siswa.
    • B. Ada kemungkinan penggunaan gawai yang berlebihan mengganggu konsentrasi belajar siswa.
    • C. Guru tidak memanfaatkan gawai sebagai media pembelajaran.
    • D. Kurikulum yang berlaku tidak sesuai dengan perkembangan teknologi.
    • E. Gawai tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap hasil belajar.
  10. Seorang siswa mengamati bahwa tanaman di pot yang sering disiram air beras tumbuh lebih subur dibandingkan tanaman yang hanya disiram air biasa. Jika siswa tersebut ingin menganalisis mengapa hal ini terjadi, faktor apa yang paling perlu ia perhatikan pada air beras?
    • A. Suhu air beras.
    • B. Kandungan mineral dan nutrisi dalam air beras.
    • C. Warna air beras.
    • D. Jumlah air beras yang diberikan.
    • E. Asal beras yang digunakan.
  11. Kota A dan Kota B memiliki luas wilayah yang hampir sama. Kota A memiliki banyak pabrik industri dan jumlah kendaraan pribadi yang sangat tinggi. Kota B sebagian besar wilayahnya adalah hutan kota dan banyak menggunakan transportasi umum. Berdasarkan informasi tersebut, kota manakah yang lebih rentan mengalami polusi udara dan mengapa?
    • A. Kota B, karena banyak hutan kota yang melepaskan karbon dioksida.
    • B. Kota A, karena emisi gas buang dari pabrik dan kendaraan pribadi yang tinggi.
    • C. Kota B, karena penggunaan transportasi umum menghasilkan banyak polusi.
    • D. Kota A dan Kota B sama-sama rentan karena luas wilayahnya sama.
    • E. Tidak ada yang rentan karena teknologi saat ini sudah canggih.
  12. Di kelas 7, beberapa siswa sering terlambat masuk sekolah. Setelah ditelusuri, sebagian besar dari mereka tinggal di perumahan yang jauh dari sekolah dan mengandalkan angkutan umum yang sering terlambat di pagi hari. Jika guru ingin mencari solusi efektif, analisis yang paling mendalam adalah…
    • A. Memberikan sanksi berat bagi siswa yang terlambat.
    • B. Menganalisis jadwal keberangkatan angkutan umum dan waktu tempuh siswa dari rumah ke sekolah.
    • C. Meminta orang tua mengantar anak mereka setiap hari.
    • D. Menyediakan asrama sekolah untuk siswa yang tinggal jauh.
    • E. Mengurangi jam pelajaran pertama agar siswa tidak terburu-buru.
  13. Sebuah komunitas desa ingin mengembangkan pariwisata berbasis alam, namun khawatir akan dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal. Jika Anda seorang konsultan, langkah analisis awal yang paling penting untuk mengatasi kekhawatiran ini adalah…
    • A. Langsung membangun fasilitas pariwisata yang modern.
    • B. Mengadakan festival budaya besar-besaran untuk menarik wisatawan.
    • C. Melakukan studi dampak lingkungan dan sosial budaya (AMDAL) di area yang akan dikembangkan.
    • D. Membentuk kelompok sadar wisata yang beranggotakan seluruh penduduk desa.
    • E. Mempromosikan potensi alam desa melalui media sosial secara masif.
  14. Ketika musim kemarau panjang, banyak daerah mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Namun, ketika musim hujan tiba, daerah yang sama sering dilanda banjir. Fenomena ini menunjukkan adanya masalah dalam…
    • A. Kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan air.
    • B. Siklus hidrologi yang tidak stabil.
    • C. Manajemen dan tata kelola air serta lingkungan.
    • D. Kualitas air tanah yang semakin menurun.
    • E. Perubahan iklim global yang sangat ekstrem.
  15. Di sebuah koperasi sekolah, penjualan alat tulis cenderung stabil, tetapi penjualan makanan ringan meningkat tajam saat jam istirahat. Jika pengurus koperasi ingin menganalisis strategi penjualan yang lebih efektif, mana analisis yang paling tepat?
    • A. Menambah stok alat tulis untuk mengimbangi penjualan makanan.
    • B. Memperbanyak variasi makanan ringan dan mengatur ketersediaan stoknya terutama saat jam istirahat.
    • C. Menaikkan harga alat tulis karena permintaannya stabil.
    • D. Membuka cabang koperasi di tempat lain.
    • E. Mengadakan diskon besar-besaran untuk semua produk.
  16. Sebuah penelitian menemukan bahwa siswa yang memiliki kebiasaan membaca buku non-pelajaran secara rutin cenderung memiliki nilai Bahasa Indonesia yang lebih baik dibandingkan yang tidak. Dari hasil analisis ini, kesimpulan yang paling tepat adalah…
    • A. Membaca buku non-pelajaran secara otomatis membuat nilai Bahasa Indonesia meningkat.
    • B. Ada korelasi positif antara kebiasaan membaca buku non-pelajaran dengan peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia.
    • C. Siswa yang rajin membaca tidak perlu belajar Bahasa Indonesia di sekolah.
    • D. Nilai Bahasa Indonesia tidak dipengaruhi oleh kebiasaan membaca.
    • E. Semua siswa harus diwajibkan membaca buku non-pelajaran.
  17. Di daerah pesisir, banyak nelayan mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang semakin menurun. Padahal, dulu daerah tersebut dikenal sebagai penghasil ikan melimpah. Bersamaan dengan itu, terjadi peningkatan penggunaan pukat harimau dan limbah plastik yang dibuang ke laut. Jika kita menganalisis penyebab penurunan hasil tangkapan ikan, faktor utamanya adalah…
    • A. Perubahan arus laut yang ekstrem.
    • B. Peningkatan jumlah nelayan di daerah tersebut.
    • C. Praktik penangkapan ikan yang merusak (pukat harimau) dan pencemaran laut (limbah plastik).
    • D. Ikan bermigrasi ke wilayah lain karena suhu air yang panas.
    • E. Peningkatan konsumsi ikan di darat.
  18. Sebuah situs berita online mencatat bahwa artikel-artikel tentang ‘tips belajar efektif’ mendapatkan jumlah pembaca yang sangat tinggi, namun artikel tentang ‘sejarah kerajaan Nusantara’ memiliki jumlah pembaca yang rendah. Jika editor ingin menganalisis mengapa ini terjadi, kesimpulan yang paling logis adalah…
    • A. Pembaca situs tersebut tidak tertarik dengan sejarah.
    • B. Judul ‘tips belajar efektif’ lebih menarik perhatian dibandingkan ‘sejarah kerajaan Nusantara’.
    • C. Siswa SMP lebih membutuhkan informasi praktis yang relevan dengan kebutuhan belajar mereka saat ini.
    • D. Penulis artikel sejarah kurang berkualitas.
    • E. Internet tidak cocok untuk membahas topik sejarah.
  19. Fenomena ‘urbanisasi’ atau perpindahan penduduk dari desa ke kota terus meningkat. Hal ini menyebabkan kota semakin padat dan desa kekurangan tenaga kerja produktif. Jika kita menganalisis dampak dari urbanisasi terhadap pembangunan nasional, salah satu dampak negatif jangka panjang yang mungkin terjadi adalah…
    • A. Peningkatan kesejahteraan penduduk kota secara merata.
    • B. Berkurangnya angka pengangguran di perkotaan.
    • C. Ketidakseimbangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
    • D. Peningkatan produksi pertanian di desa.
    • E. Berkurangnya kemacetan di perkotaan.
  20. Di kantin sekolah, Ani mengamati bahwa harga nasi goreng lebih mahal dibandingkan mie ayam, namun banyak siswa yang tetap memilih nasi goreng. Ia juga tahu bahwa nasi goreng menggunakan bahan baku yang lebih bervariasi dan proses memasak yang lebih rumit. Jika Ani ingin menganalisis mengapa nasi goreng tetap laris, faktor apa yang paling kuat memengaruhinya?
    • A. Porsi nasi goreng yang lebih besar.
    • B. Kualitas dan rasa nasi goreng yang dianggap lebih istimewa oleh siswa.
    • C. Promosi nasi goreng yang lebih gencar.
    • D. Ketersediaan nasi goreng yang selalu ada.
    • E. Mie ayam sering kehabisan stok.

B. Isian Singkat

  1. Pemerintah meluncurkan program ‘Gerakan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)’ untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, data menunjukkan bahwa di beberapa daerah, angka penyakit berbasis lingkungan masih tinggi. Analisislah, mengapa program PHBS ini belum berjalan optimal di daerah tersebut?
  2. Sebuah kota kecil ingin mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk mengatasi kemacetan dan polusi. Salah satu usulan adalah meningkatkan kualitas transportasi umum dan membangun jalur sepeda. Analisislah, mengapa kedua usulan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama?
  3. Ketika terjadi bencana alam seperti banjir bandang, banyak rumah dan infrastruktur rusak parah, menyebabkan kerugian besar. Analisislah mengapa masyarakat yang tinggal di bantaran sungai memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak bencana banjir bandang?
  4. Di kelas Anda, beberapa kelompok belajar menunjukkan hasil diskusi yang sangat baik dengan ide-ide kreatif, sementara kelompok lain cenderung pasif dan kurang inovatif. Analisislah faktor-faktor yang kemungkinan besar membedakan kualitas diskusi antar kelompok tersebut?
  5. Setiap tahun, terjadi lonjakan wisatawan ke Gunung Bromo, namun bersamaan dengan itu muncul masalah sampah yang menumpuk di sekitar area wisata. Analisislah dampak negatif jangka panjang dari penumpukan sampah ini terhadap pariwisata Gunung Bromo.

C. Uraian

  1. Bayangkan Anda adalah seorang kepala desa yang baru menjabat. Desa Anda menghadapi masalah serius yaitu produktivitas pertanian yang menurun akibat ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan merusak tanah dalam jangka panjang. Jelaskan langkah-langkah analisis yang akan Anda lakukan untuk mengidentifikasi penyebab masalah secara lebih mendalam dan merumuskan solusi berkelanjutan bagi para petani di desa Anda!
  2. Di era digital ini, siswa SMP sangat akrab dengan media sosial. Di satu sisi, media sosial bisa menjadi sarana belajar dan berinteraksi. Namun, di sisi lain, seringkali muncul kasus perundungan siber (cyberbullying) atau penyebaran berita palsu (hoax) di kalangan mereka. Analisislah mengapa media sosial dapat menjadi lahan subur bagi perundungan siber dan hoax di kalangan siswa SMP, dan bagaimana kita dapat mengevaluasi dampak buruk tersebut serta mencegahnya?
  3. Di lingkungan perkotaan, masalah pengelolaan sampah sering menjadi tantangan besar. Timbunan sampah dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan. Jika Anda adalah seorang remaja yang peduli lingkungan, bagaimana Anda akan menciptakan sebuah program inovatif di tingkat RT/RW untuk menganalisis dan mengevaluasi sistem pengelolaan sampah yang ada, serta merancang solusi yang berkelanjutan dan partisipatif?
  4. Peningkatan penggunaan internet dan media sosial seringkali menimbulkan isu privasi data pribadi. Banyak aplikasi atau situs meminta akses ke informasi pribadi pengguna, seperti lokasi, kontak, atau galeri foto. Jika Anda adalah seorang pengguna internet, bagaimana Anda akan mengevaluasi risiko-risiko yang mungkin timbul dari memberikan akses data pribadi ini dan apa langkah-langkah strategis yang akan Anda ambil untuk melindungi privasi data Anda?
  5. Sekolah Anda berencana untuk mengimplementasikan program ‘Senin Tanpa Sampah Plastik’ untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan sekolah. Sebagai ketua OSIS, Anda diminta untuk mengevaluasi potensi tantangan dan kendala yang mungkin muncul dari program ini, serta menciptakan beberapa solusi kreatif untuk mengatasi tantangan tersebut agar program berhasil.

D. Menjodohkan

Pasangkan pernyataan A dengan jawaban B yang sesuai.

  • Sebuah restoran sepi pelanggan setelah menu utamanya diubah menjadi hidangan sayuran. … (…)
  • Penjualan payung meningkat drastis di bulan-bulan tertentu setiap tahunnya. … (…)

Kunci Jawaban & Pembahasan

A. Pilihan Ganda

  1. Membandingkan kondisi selokan sebelum dan sesudah banyak sampah plastik muncul.
    Pembahasan: Langkah pertama dalam analisis adalah mengumpulkan data dan membandingkan kondisi untuk mengidentifikasi perubahan atau pola. Membandingkan kondisi selokan sebelum dan sesudah adanya sampah plastik akan membantu Budi memahami secara objektif hubungan antara sampah plastik dan luapan air, serta seberapa parah masalahnya.
  2. Penggunaan perangkat elektronik berdaya tinggi seperti AC dan pemanas air.
    Pembahasan: Analisis data menunjukkan bahwa meskipun populasi stabil, penggunaan AC dan pemanas air listrik telah meningkat. Kedua alat ini dikenal sebagai perangkat elektronik berdaya tinggi yang secara signifikan dapat meningkatkan konsumsi listrik. Ini adalah penyebab paling langsung dan logis berdasarkan informasi yang diberikan.
  3. Karena genangan air adalah tempat ideal nyamuk Aedes aegypti berkembang biak, dan 3M Plus menargetkan pencegahan perkembangbiakan tersebut.
    Pembahasan: Peningkatan kasus demam berdarah setelah musim hujan dan adanya genangan air mengindikasikan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Program 3M Plus secara spesifik menargetkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk (genangan air, bak mandi, penampungan air) untuk memutus siklus hidup nyamuk, sehingga sangat relevan dan efektif dalam konteks ini.
  4. Peningkatan harga pupuk kimia dan kesadaran masyarakat akan produk organik.
    Pembahasan: Analisis menunjukkan bahwa peningkatan harga pupuk kimia membuat pertanian konvensional lebih mahal, sementara peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk organik menciptakan pasar yang lebih menguntungkan bagi petani organik. Kombinasi kedua faktor ini secara langsung mendorong petani untuk beralih, mencari alternatif yang lebih ekonomis dan memiliki permintaan pasar yang tinggi.
  5. Melakukan survei kepada siswa untuk mengetahui minat dan kendala mereka dalam mengikuti ekskul.
    Pembahasan: Untuk menganalisis akar masalah rendahnya partisipasi, kepala sekolah perlu mendapatkan data langsung dari target audiens, yaitu siswa. Survei akan membantu mengidentifikasi minat siswa terhadap jenis ekskul yang ada atau yang diinginkan, serta kendala nyata seperti jadwal yang bentrok, sehingga solusi yang dirancang lebih tepat sasaran.
  6. Pola makan konsumen berubah selama bulan puasa, di mana mereka cenderung berbuka dengan yang manis dan segar, serta menghindari makanan berat di awal.
    Pembahasan: Analisis menunjukkan perubahan pola konsumsi. Penjualan ayam goreng menurun meskipun ada diskon, sementara minuman segar dan hidangan penutup meningkat. Ini sangat konsisten dengan kebiasaan berbuka puasa di Indonesia, di mana orang cenderung mengonsumsi takjil yang manis dan segar terlebih dahulu, dan mungkin menunda makanan berat. Ini adalah analisis perubahan perilaku konsumen berdasarkan konteks budaya.
  7. Membantu petani mengolah biji kopi menjadi produk turunan (kopi bubuk, permen kopi) agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
    Pembahasan: Solusi jangka panjang yang efektif adalah meningkatkan nilai tambah produk. Dengan mengolah biji kopi menjadi produk turunan, petani tidak lagi hanya bergantung pada harga biji kopi mentah yang fluktuatif. Produk olahan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan pasar yang lebih luas, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
  8. Meningkatkan patroli keamanan dan kebersihan secara rutin di taman.
    Pembahasan: Analisis masalah menunjukkan bahwa keluhan utama warga adalah kurangnya keamanan dan kebersihan, yang menyebabkan taman sepi dan rusak. Oleh karena itu, prioritas utama adalah mengatasi akar masalah ini terlebih dahulu. Peningkatan patroli keamanan dan kebersihan akan secara langsung menanggapi keluhan tersebut dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman, mendorong warga untuk kembali berkunjung.
  9. Ada kemungkinan penggunaan gawai yang berlebihan mengganggu konsentrasi belajar siswa.
    Pembahasan: Dengan adanya peningkatan penggunaan gawai berbarengan dengan penurunan atau stagnasi hasil belajar, hipotesis awal yang paling logis adalah mencari hubungan kausal negatif. Penggunaan gawai yang berlebihan, terutama untuk hiburan, dapat mengalihkan fokus dan waktu belajar siswa, sehingga mengganggu konsentrasi dan berdampak pada hasil belajar.
  10. Kandungan mineral dan nutrisi dalam air beras.
    Pembahasan: Untuk menganalisis mengapa air beras lebih efektif, siswa perlu melihat komposisi kimiawi air beras itu sendiri. Air beras dikenal mengandung karbohidrat, vitamin B, dan mineral yang dapat berfungsi sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman. Faktor-faktor lain seperti suhu, warna, atau jumlah (jika perlakuan lain sama) kurang relevan untuk menjelaskan perbedaan kesuburan pertumbuhan.
  11. Kota A, karena emisi gas buang dari pabrik dan kendaraan pribadi yang tinggi.
    Pembahasan: Analisis menunjukkan bahwa faktor utama penyebab polusi udara adalah emisi gas buang. Kota A memiliki dua sumber emisi besar: pabrik industri dan kendaraan pribadi yang tinggi. Sedangkan Kota B dengan hutan kota dan transportasi umum cenderung memiliki emisi yang lebih rendah. Oleh karena itu, Kota A lebih rentan terhadap polusi udara.
  12. Menganalisis jadwal keberangkatan angkutan umum dan waktu tempuh siswa dari rumah ke sekolah.
    Pembahasan: Untuk mencari solusi efektif, guru perlu menganalisis akar masalahnya. Informasi bahwa siswa mengandalkan angkutan umum yang sering terlambat menunjukkan masalah ada pada transportasi. Dengan menganalisis jadwal angkutan umum dan waktu tempuh, guru dapat mengidentifikasi apakah siswa perlu berangkat lebih pagi, atau apakah ada rute alternatif, atau bahkan mempertimbangkan untuk berbicara dengan penyedia angkutan umum.
  13. Melakukan studi dampak lingkungan dan sosial budaya (AMDAL) di area yang akan dikembangkan.
    Pembahasan: Kekhawatiran terhadap dampak negatif lingkungan dan budaya harus ditanggapi dengan analisis yang sistematis. Studi AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah alat yang paling tepat untuk mengidentifikasi, memprediksi, mengevaluasi, dan mengelola dampak-dampak tersebut sebelum pengembangan dimulai, sehingga dapat diambil langkah pencegahan atau mitigasi yang diperlukan.
  14. Manajemen dan tata kelola air serta lingkungan.
    Pembahasan: Analisis menunjukkan bahwa daerah tersebut mengalami masalah ekstrem dalam pengelolaan air: kekurangan saat kemarau dan kelebihan saat hujan. Ini bukan hanya tentang siklus hidrologi (yang memang berubah) atau iklim, tetapi lebih kepada bagaimana manusia mengelola sumber daya air dan lingkungannya (penyerapan air, drainase, penampungan air) sehingga dapat menyebabkan kekeringan dan banjir secara bergantian. Ini menunjukkan kegagalan dalam manajemen sumber daya.
  15. Memperbanyak variasi makanan ringan dan mengatur ketersediaan stoknya terutama saat jam istirahat.
    Pembahasan: Analisis menunjukkan bahwa makanan ringan memiliki permintaan tinggi di jam istirahat. Oleh karena itu, strategi paling efektif adalah mengoptimalkan segmen yang sudah menunjukkan potensi besar ini. Memperbanyak variasi dan memastikan stok cukup saat puncak permintaan akan memaksimalkan penjualan dan keuntungan, sesuai dengan pola konsumsi yang teridentifikasi.
  16. Ada korelasi positif antara kebiasaan membaca buku non-pelajaran dengan peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia.
    Pembahasan: Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel (membaca buku non-pelajaran dan nilai Bahasa Indonesia). Mengatakan ‘secara otomatis’ terlalu kuat, karena ada banyak faktor lain yang memengaruhi. Namun, kesimpulan adanya ‘korelasi positif’ adalah analisis yang tepat, artinya keduanya cenderung bergerak searah: jika yang satu meningkat, yang lain juga cenderung meningkat.
  17. Praktik penangkapan ikan yang merusak (pukat harimau) dan pencemaran laut (limbah plastik).
    Pembahasan: Analisis data menunjukkan korelasi antara penurunan hasil tangkapan dengan praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan (pukat harimau yang menangkap ikan kecil dan merusak habitat) serta pencemaran laut oleh limbah plastik yang mengganggu ekosistem laut. Kedua faktor ini secara langsung dan signifikan memengaruhi populasi ikan.
  18. Siswa SMP lebih membutuhkan informasi praktis yang relevan dengan kebutuhan belajar mereka saat ini.
    Pembahasan: Analisis demografi pembaca (siswa SMP) dan jenis konten (tips belajar vs. sejarah) menunjukkan bahwa konten yang memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan dan masalah sehari-hari mereka (belajar) akan lebih diminati. Artikel ‘tips belajar efektif’ memberikan solusi praktis, sementara ‘sejarah kerajaan Nusantara’ mungkin dianggap kurang relevan secara langsung bagi sebagian besar siswa SMP saat ini.
  19. Ketidakseimbangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
    Pembahasan: Analisis menunjukkan bahwa urbanisasi menyebabkan penumpukan penduduk dan sumber daya di kota, sementara desa kehilangan tenaga kerja produktif. Ini secara langsung akan memperlebar jurang pembangunan antara kota (yang semakin maju) dan desa (yang berpotensi stagnan atau tertinggal), sehingga menciptakan ketidakseimbangan pembangunan nasional.
  20. Kualitas dan rasa nasi goreng yang dianggap lebih istimewa oleh siswa.
    Pembahasan: Meskipun harganya lebih mahal dan prosesnya rumit, larisnya nasi goreng menunjukkan bahwa konsumen (siswa) menilai ada nilai lebih pada produk tersebut. Dalam konteks makanan, nilai lebih itu paling sering dikaitkan dengan kualitas dan rasa yang unggul, yang membuat siswa rela membayar lebih. Ini adalah analisis preferensi konsumen berdasarkan persepsi nilai.

B. Isian Singkat

  1. Program PHBS belum optimal karena mungkin kurangnya pemahaman masyarakat, fasilitas sanitasi yang tidak memadai, kebiasaan hidup bersih yang belum terbentuk kuat, atau kurangnya pengawasan dan dukungan dari pemerintah daerah/tokoh masyarakat.
  2. Kedua usulan saling mendukung karena meningkatkan kualitas transportasi umum akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi, sedangkan pembangunan jalur sepeda menawarkan alternatif transportasi sehat dan ramah lingkungan untuk jarak dekat, yang keduanya berkontribusi mengurangi kemacetan dan polusi udara.
  3. Masyarakat di bantaran sungai memiliki risiko lebih tinggi karena lokasi mereka yang sangat dekat dengan sumber banjir. Saat debit air meningkat drastis akibat banjir bandang, aliran air langsung menghantam permukiman, menyebabkan kerusakan struktural yang parah, dan risiko hanyut atau kehilangan harta benda lebih besar.
  4. Faktor pembeda kemungkinan besar adalah kepemimpinan dalam kelompok, kemampuan setiap anggota untuk berkontribusi, adanya pembagian tugas yang jelas, lingkungan yang mendukung berbagi ide, serta tingkat pemahaman dan persiapan anggota kelompok terhadap materi diskusi.
  5. Dampak negatif jangka panjang adalah rusaknya keindahan alam dan ekosistem Gunung Bromo, menurunnya daya tarik bagi wisatawan, potensi pencemaran tanah dan air, serta merusak citra pariwisata yang berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat mengurangi jumlah kunjungan dan pendapatan dari sektor pariwisata.

C. Uraian (Contoh Jawaban)

  1. Sebagai kepala desa, langkah-langkah analisis yang akan saya lakukan adalah:
    1. **Pengumpulan Data Awal**: Mengadakan pertemuan dengan kelompok tani untuk mendengarkan keluhan langsung, mengumpulkan data hasil panen beberapa tahun terakhir, biaya operasional (termasuk pupuk kimia), dan jenis pupuk/pestisida yang digunakan.
    2. **Survei Kondisi Tanah**: Bekerja sama dengan penyuluh pertanian atau ahli tanah untuk melakukan uji kesuburan tanah di berbagai area pertanian desa. Mengidentifikasi kandungan hara, pH tanah, dan tingkat kerusakan akibat penggunaan pupuk kimia.
    3. **Wawancara Petani Berpengalaman**: Mencari petani senior atau yang telah mencoba metode pertanian alternatif (misalnya organik) untuk mendapatkan wawasan tentang praktik terbaik, tantangan, dan keberhasilan mereka.
    4. **Analisis Perbandingan**: Membandingkan data produktivitas dan biaya petani yang masih sangat bergantung pada pupuk kimia dengan petani yang mulai mengurangi atau beralih ke pupuk organik (jika ada).
    5. **Identifikasi Sumber Daya Alternatif**: Menganalisis potensi desa untuk memproduksi pupuk organik sendiri (kompos dari limbah pertanian/peternakan) atau sumber pupuk organik lokal yang terjangkau.
    6. **Analisis Dampak Lingkungan dan Ekonomi**: Menghitung potensi penghematan biaya pupuk dan peningkatan nilai jual produk jika beralih ke organik, serta dampak positif terhadap kesehatan tanah dan lingkungan.

    Dari analisis ini, saya dapat merumuskan solusi berkelanjutan seperti program pelatihan pembuatan pupuk kompos, subsidi bibit tanaman penutup tanah (cover crop) untuk perbaikan tanah, atau fasilitasi pemasaran produk organik desa ke pasar yang lebih luas.

  2. Media sosial dapat menjadi lahan subur bagi perundungan siber dan hoax di kalangan siswa SMP karena beberapa faktor:
    1. **Anonimitas Relatif**: Pengguna dapat menyembunyikan identitas asli, yang mengurangi rasa tanggung jawab dan keberanian untuk melakukan perundungan atau menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
    2. **Kurangnya Literasi Digital**: Siswa SMP mungkin belum sepenuhnya memiliki kemampuan kritis untuk membedakan informasi yang benar dan salah (verifikasi sumber) atau memahami etika berkomunikasi di dunia maya.
    3. **Tekanan Sosial dan Keinginan Diakui**: Ada tekanan untuk mengikuti tren, menjadi populer, atau takut ketinggalan (FOMO), yang dapat memicu siswa menyebarkan informasi tanpa berpikir panjang atau ikut dalam perilaku perundungan agar diterima kelompok.
    4. **Minimnya Pengawasan**: Kurangnya pengawasan dari orang tua atau guru terhadap aktivitas online siswa, sehingga mereka bebas berinteraksi tanpa batasan.
    5. **Penyebaran Informasi Cepat**: Algoritma media sosial dirancang untuk menyebarkan informasi dengan cepat, baik itu benar maupun salah, sehingga hoax bisa menyebar luas sebelum diverifikasi.

    **Evaluasi Dampak Buruk**: Dampak perundungan siber meliputi masalah kesehatan mental (stres, depresi), penurunan prestasi belajar, isolasi sosial, bahkan tindakan ekstrem. Dampak hoax adalah kesalahpahaman, konflik, hingga keputusan yang salah.

    **Pencegahan**: Pencegahan dapat dilakukan melalui:
    1. **Pendidikan Literasi Digital**: Mengajarkan siswa cara mengenali hoax, verifikasi sumber, dan etika berkomunikasi yang positif.
    2. **Peningkatan Pengawasan dan Komunikasi**: Orang tua dan guru perlu lebih aktif berkomunikasi dengan siswa tentang aktivitas online mereka dan memantau penggunaan media sosial secara bijak.
    3. **Membangun Empati**: Mengajarkan siswa untuk berempati terhadap orang lain, baik di dunia nyata maupun maya.
    4. **Memperkuat Regulasi Platform**: Platform media sosial perlu memperkuat kebijakan dan fitur pelaporan untuk menindak akun penyebar hoax atau pelaku perundungan.
    5. **Edukasi Konsekuensi Hukum**: Memberikan pemahaman tentang konsekuensi hukum dari perundungan siber dan penyebaran hoax.

  3. Sebagai remaja yang peduli lingkungan, saya akan menciptakan program inovatif ‘Bank Sampah Digital RT/RWku Bersih’ dengan langkah-langkah berikut:

    **1. Tahap Analisis dan Evaluasi Sistem Lama:**
    * **Survei Lapangan Cepat**: Mengamati secara langsung jenis sampah yang paling banyak dihasilkan, pola pembuangan, dan titik-titik penumpukan sampah di RT/RW. Mencatat frekuensi pengangkutan sampah oleh petugas. (C4 – Menganalisis kondisi aktual)
    * **Wawancara Warga & Petugas Kebersihan**: Menggali persepsi warga tentang masalah sampah, hambatan dalam memilah sampah, dan harapan mereka. Menanyai petugas kebersihan tentang tantangan dalam pengangkutan dan pengelolaan. (C4 – Menganalisis perspektif)
    * **Analisis Data Sederhana**: Mengelompokkan jenis sampah (organik, anorganik) dan memperkirakan volumenya secara kasar untuk mengetahui komposisi sampah dominan. (C4 – Menganalisis data)

    **2. Tahap Perancangan Solusi Inovatif (Bank Sampah Digital RT/RWku Bersih):**
    * **Edukasi & Sosialisasi Awal**: Mengadakan pertemuan dengan warga (difokuskan pada kepala keluarga/perwakilan) untuk memaparkan hasil analisis, menjelaskan pentingnya memilah sampah, dan memperkenalkan konsep Bank Sampah Digital. (C6 – Menciptakan strategi komunikasi)
    * **Pembentukan Tim Pelaksana**: Mengajak beberapa remaja dan dewasa muda untuk menjadi tim inti pengelola Bank Sampah Digital. (C6 – Menciptakan struktur organisasi)
    * **Mekanisme ‘Bank Sampah Digital’**: (C6 – Menciptakan sistem baru)
    * Setiap rumah tangga akan memiliki akun digital (misalnya melalui grup WhatsApp khusus atau aplikasi sederhana).
    * Warga memilah sampah (plastik, kertas, logam, organik) di rumah.
    * Pada hari pengumpulan, tim Bank Sampah Digital akan menimbang sampah terpilah dari setiap rumah. Sampah organik akan ditampung untuk diolah menjadi kompos komunal, sedangkan anorganik akan dijual ke pengepul.
    * Nilai ekonomi sampah anorganik yang dijual akan dicatat pada akun digital masing-masing rumah tangga. Saldo ini dapat dicairkan atau digunakan untuk pembayaran iuran RT/RW atau membeli produk hasil daur ulang.
    * Untuk sampah organik, setiap rumah yang berpartisipasi dalam program kompos akan mendapatkan ‘poin hijau’ yang dapat ditukar dengan bibit tanaman atau produk kompos.
    * **Pemanfaatan Sampah Organik**: Membuat lubang biopori atau komposter sederhana di area umum untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan warga. (C6 – Menciptakan solusi praktis)
    * **Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan**: Secara berkala, tim akan mengevaluasi jumlah sampah yang berhasil dikurangi, partisipasi warga, dan efektivitas sistem digital. Mengadakan forum umpan balik untuk terus memperbaiki program. (C5 – Mengevaluasi efektivitas program)

  4. Sebagai pengguna internet, saya akan mengevaluasi risiko-risiko yang timbul dari memberikan akses data pribadi dan mengambil langkah-langkah strategis sebagai berikut:

    **Evaluasi Risiko:**
    1. **Penyalahgunaan Data oleh Pihak Ketiga**: Data yang dikumpulkan (lokasi, kebiasaan browsing, kontak) bisa dijual kepada pengiklan, broker data, atau pihak tidak bertanggung jawab lainnya. Risiko ini adalah saya akan menjadi target iklan yang tidak relevan, atau data saya bisa digunakan untuk penipuan (phishing) atau bahkan pencurian identitas.
    2. **Pelacakan dan Profiling**: Aplikasi dapat melacak aktivitas online dan offline saya untuk membangun profil detail tentang minat, kebiasaan, bahkan keberadaan saya. Ini berisiko pada hilangnya anonimitas dan potensi pengawasan yang berlebihan.
    3. **Kebocoran Data**: Sistem keamanan aplikasi atau situs tidak sempurna. Data pribadi saya bisa bocor jika ada serangan siber atau kelalaian internal perusahaan, yang dapat terekspos ke publik atau dark web.
    4. **Konten Tidak Sesuai/Terorisme Digital**: Akses ke galeri foto atau kontak bisa disalahgunakan untuk menyebarkan konten yang tidak pantas, penipuan, atau bahkan digunakan oleh jaringan kejahatan.
    5. **Dampak Jangka Panjang Reputasi Digital**: Sekali data terekspos, sulit untuk menghapusnya sepenuhnya, berpotensi memengaruhi reputasi online saya di masa depan.

    **Langkah-langkah Strategis Perlindungan Privasi Data:**
    1. **Membaca Kebijakan Privasi**: Sebelum menggunakan aplikasi atau layanan, saya akan meluangkan waktu untuk membaca dan memahami kebijakan privasi. Saya akan mencari tahu data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana data digunakan, siapa yang memiliki akses, dan bagaimana data dilindungi.
    2. **Mengatur Izin Aplikasi Secara Selektif**: Saya akan selalu meninjau dan mengatur izin akses aplikasi (lokasi, mikrofon, kamera, kontak, galeri) secara manual. Saya hanya akan memberikan izin yang benar-benar esensial untuk fungsi utama aplikasi. Jika sebuah aplikasi game meminta akses ke kontak saya, saya akan menolaknya karena tidak relevan.
    3. **Menggunakan Kata Sandi Kuat dan Otentikasi Dua Faktor (2FA)**: Saya akan menggunakan kata sandi yang kompleks dan unik untuk setiap akun, serta mengaktifkan 2FA kapan pun tersedia untuk lapisan keamanan tambahan.
    4. **Berhati-hati Berbagi Informasi di Media Sosial**: Saya akan membatasi informasi pribadi yang saya bagikan di profil publik dan menggunakan pengaturan privasi untuk membatasi siapa saja yang dapat melihat postingan saya.
    5. **Memperbarui Perangkat Lunak Secara Teratur**: Saya akan memastikan sistem operasi dan aplikasi selalu diperbarui untuk mendapatkan patch keamanan terbaru.
    6. **Menggunakan VPN (Virtual Private Network)**: Terutama saat menggunakan Wi-Fi publik, VPN dapat membantu mengenkripsi koneksi internet saya dan menyembunyikan alamat IP saya.
    7. **Menghapus Akun yang Tidak Digunakan**: Akun lama yang tidak lagi digunakan akan saya hapus untuk mengurangi jejak digital saya.
    8. **Literasi Digital Berkelanjutan**: Terus belajar tentang ancaman siber terbaru dan praktik terbaik dalam menjaga privasi data.

  5. Sebagai ketua OSIS, saya akan mengevaluasi potensi tantangan dan kendala program ‘Senin Tanpa Sampah Plastik’ serta menciptakan solusi kreatif:

    **Evaluasi Potensi Tantangan dan Kendala:**
    1. **Kurangnya Kesadaran Siswa dan Guru**: Banyak yang belum terbiasa atau tidak sepenuhnya memahami dampak buruk sampah plastik, sehingga motivasi untuk berpartisipasi rendah.
    2. **Ketersediaan Alternatif yang Minim**: Siswa/guru mungkin kesulitan menemukan alternatif kemasan non-plastik untuk bekal atau minuman, terutama jika kantin sekolah masih menggunakan kemasan plastik.
    3. **Kebiasaan Lama yang Sulit Diubah**: Membawa botol minum sendiri, tempat makan, atau tas belanja ramah lingkungan memerlukan kebiasaan baru yang tidak mudah dibentuk dalam semalam.
    4. **Kontrol dan Pengawasan yang Sulit**: Mengawasi ratusan siswa agar tidak membawa plastik setiap Senin akan sangat menantang bagi guru dan OSIS.
    5. **Reaksi Negatif dari Pedagang Kantin**: Jika penjualan mereka terganggu karena pembatasan kemasan plastik, pedagang mungkin menolak beradaptasi.
    6. **Sumber Daya Terbatas**: Sekolah mungkin kekurangan tempat sampah terpilah atau fasilitas pengolahan sampah organik.

    **Solusi Kreatif untuk Mengatasi Tantangan:**
    1. **Kampanye Edukasi Interaktif**: Membuat kampanye ‘Senin Tanpa Plastik, Senin Keren!’ dengan media sosial sekolah, poster, video singkat, dan sesi talkshow yang melibatkan tokoh muda inspiratif yang peduli lingkungan. Libatkan guru sebagai teladan. (C6 – Menciptakan kampanye edukasi)
    2. **Kerja Sama dengan Kantin Sekolah**: Mengadakan dialog dengan pedagang kantin. OSIS dapat membantu mencari supplier kemasan ramah lingkungan (misal: daun pisang, kertas daur ulang) atau menawarkan solusi seperti ‘pinjam-pakai’ piring/gelas keramik yang dicuci ulang oleh petugas kantin. Memberikan penghargaan kepada kantin yang paling ramah lingkungan. (C6 – Menciptakan kolaborasi dan insentif)
    3. **Inovasi Alternatif Mudah**:
    * **Penyediaan Tumbler/Tas Belanja Desain Keren**: Bekerja sama dengan UKM lokal untuk menjual tumbler atau tas belanja kain dengan desain menarik berlogo sekolah/OSIS dengan harga terjangkau di koperasi sekolah.
    * **’Pojok Tukar Bekal’**: Membuat program di mana siswa bisa ‘menukar’ kemasan plastik bekal mereka dengan wadah ramah lingkungan gratis (misal: daun pisang atau kertas) yang disediakan OSIS di kantin, untuk mendorong perubahan bertahap. (C6 – Menciptakan fasilitas dan produk)
    4. **Sistem Apresiasi dan Konsekuensi Positif**:
    * **’Duta Tanpa Plastik’**: Memilih beberapa siswa/guru sebagai ‘Duta Tanpa Plastik’ yang bertugas mengingatkan dan memberikan contoh baik, serta memberikan ‘stiker apresiasi’ bagi yang berhasil setiap Senin.
    * **Poin Reward**: Memberikan poin reward bagi kelas yang paling konsisten tanpa sampah plastik, poin tersebut bisa ditukarkan dengan hadiah (misal: jajan di kantin gratis, diskon buku di koperasi, atau kesempatan menonton film di aula sekolah). (C6 – Menciptakan sistem penghargaan)
    5. **Membangun Infrastruktur Hijau**: Bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menambah jumlah tempat sampah terpilah (organik, anorganik) di setiap sudut, dan mulai merintis ‘komposter sekolah’ untuk mengolah sampah organik. (C6 – Menciptakan infrastruktur pendukung)

D. Menjodohkan

  • Sebuah restoran sepi pelanggan setelah menu utamanya diubah menjadi hidangan sayuran. = Menganalisis bahwa target pasar restoran tersebut lebih menyukai hidangan berbahan dasar daging.
  • Penjualan payung meningkat drastis di bulan-bulan tertentu setiap tahunnya. = Menganalisis bahwa peningkatan penjualan payung berkaitan dengan datangnya musim hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *