Rangkuman Materi
Teks deskripsi adalah jenis tulisan yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa secara rinci dan jelas, sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium, merasakan, atau menyentuh apa yang sedang dideskripsikan. Ciri utama teks deskripsi adalah penggunaan bahasa yang kaya akan indra, seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap, untuk menciptakan gambaran yang hidup dan mendalam dalam benak pembaca. Struktur umum teks deskripsi meliputi identifikasi (pengenalan umum objek) dan deskripsi bagian (perincian fitur atau aspek objek secara spesifik).
Memahami teks deskripsi bukan hanya tentang mengenali cirinya, tetapi juga bagaimana kita mampu menganalisis pilihan kata penulis, mengevaluasi efektivitas deskripsi, hingga menciptakan teks deskripsi kita sendiri yang mampu memukau pembaca. Kemampuan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat menceritakan pengalaman liburan kepada teman, menjelaskan lokasi suatu tempat, atau bahkan menulis ulasan produk. Dengan menguasai teks deskripsi, kita dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dan membuat pembaca merasakan apa yang kita rasakan.
Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran teks deskripsi di kelas 7 SMP ditekankan pada pengenalan struktur, unsur kebahasaan, dan tujuan penulisan. Siswa diajak untuk mengidentifikasi informasi penting, membedakan teks deskripsi dari jenis teks lain, serta berlatih menulis teks deskripsi sederhana tentang objek di sekitar mereka. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif mengamati dan mengungkapkan hasil pengamatan mereka dengan kata-kata yang tepat dan menarik.
Bank soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) ini dirancang untuk menguji kemampuan siswa pada level C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Mencipta). Soal-soal ini akan mengajak siswa untuk tidak hanya sekadar memahami, tetapi juga menganalisis kedalaman makna, mengevaluasi keefektifan pilihan kata, dan bahkan berkreasi dalam menyusun deskripsi yang imajinatif dan konkret. Dengan demikian, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif dan kemampuan praktis yang kuat dalam mengolah teks deskripsi.
Latihan Soal HOTS
A. Pilihan Ganda
- Perhatikan deskripsi berikut: ‘Langit senja di Pantai Parangtritis adalah lukisan alam yang tiada duanya. Semburat jingga berpadu ungu, perlahan ditelan kegelapan biru yang semakin pekat. Angin laut berembus pelan, membawa aroma garam dan buih ombak yang pecah di bibir pantai, menghasilkan simfoni bisikan alam yang menenangkan. Jauh di ufuk barat, matahari seolah tenggelam perlahan, meninggalkan jejak cahaya keemasan yang memantul di permukaan air.’
Jika seorang fotografer ingin menangkap esensi ‘ketenangan dan keindahan abadi’ dari deskripsi tersebut, elemen visual manakah yang paling krusial untuk diprioritaskan dalam bidikannya?
- A. Semburat jingga berpadu ungu di langit.
- B. Angin laut yang berembus pelan.
- C. Buih ombak yang pecah di bibir pantai.
- D. Jejak cahaya keemasan yang memantul di permukaan air.
- E. Kegelapan biru yang semakin pekat di ufuk.
- Seorang guru meminta muridnya mendeskripsikan kelas mereka agar seorang siswa baru yang belum pernah melihatnya bisa membayangkan suasana kelas. Berikut adalah dua deskripsi dari dua siswa:
**Deskripsi A:** ‘Kelas kami ada 40 kursi, 20 meja, papan tulis putih, dan lemari buku. Ada AC dan proyektor.’
**Deskripsi B:** ‘Begitu masuk, aroma buku-buku lama bercampur bau pengharum ruangan bunga melati langsung menyambut. Kursi-kursi berwarna biru tua berjajar rapi, namun beberapa tampak miring seperti baru saja digunakan. Cahaya matahari masuk dari jendela besar di sisi kiri, menerangi papan tulis interaktif yang selalu penuh coretan ide dan diskusi. Di sudut, lemari kaca menampung trofi-trofi kejuaraan sekolah yang berkilauan, seolah membisikkan semangat juara.’
Manakah deskripsi yang lebih efektif dalam mencapai tujuan guru dan mengapa?
- A. Deskripsi A, karena sangat lugas dan informatif.
- B. Deskripsi B, karena menggunakan banyak angka dan data.
- C. Deskripsi A, karena lebih mudah dipahami oleh siswa baru.
- D. Deskripsi B, karena melibatkan indra dan emosi sehingga menciptakan gambaran yang hidup.
- E. Kedua deskripsi sama efektifnya, hanya berbeda gaya.
- Seorang arsitek ingin membuat desain taman kota yang ‘memberikan ketenangan dan kesegaran bagi pengunjung’. Ia memiliki beberapa pilihan deskripsi fitur taman dari timnya:
1. ‘Air mancur besar di tengah taman, memancarkan air setinggi 5 meter.’
2. ‘Deretan pohon rindang yang menaungi bangku-bangku kayu di bawahnya.’
3. ‘Kolam ikan koi dengan bebatuan alami dan suara gemericik air yang samar.’
4. ‘Area bermain anak-anak dengan perosotan dan ayunan berwarna-warni.’
5. ‘Jalur pejalan kaki yang lebar dan tertata rapi dari paving blok.’Untuk mencapai tujuan arsitek, fitur mana yang paling harus ditonjolkan dalam presentasi desainnya kepada wali kota?
- A. Air mancur besar di tengah taman.
- B. Deretan pohon rindang yang menaungi bangku-bangku kayu di bawahnya.
- C. Kolam ikan koi dengan bebatuan alami dan suara gemericik air yang samar.
- D. Area bermain anak-anak dengan perosotan dan ayunan berwarna-warni.
- E. Jalur pejalan kaki yang lebar dan tertata rapi dari paving blok.
- Seorang novelis sedang menulis adegan di pasar tradisional. Ia ingin pembaca merasakan hiruk pikuk dan kekayaan warna serta aroma pasar. Berikut adalah beberapa kalimat yang bisa ia gunakan:
1. ‘Sayuran segar menumpuk di meja, ikan-ikan berjejer rapi.’
2. ‘Teriakan pedagang bersahutan, tawar-menawar harga menggema di antara lorong-lorong sempit.’
3. ‘Wangi rempah-rempah bercampur aroma gorengan dan amis ikan, membentuk simfoni bau yang khas.’
4. ‘Keranjang rotan berisi aneka buah tropis berwarna-warni, dari merah menyala hingga kuning cerah.’
5. ‘Para pembeli berlalu lalang, sibuk memilih barang dagangan.’Kalimat manakah yang paling efektif jika penulis ingin fokus mendeskripsikan indra penciuman dan pendengaran secara bersamaan untuk menggambarkan suasana pasar?
- A. Kalimat 1 dan 5.
- B. Kalimat 2 dan 3.
- C. Kalimat 3 dan 4.
- D. Kalimat 1 dan 4.
- E. Kalimat 2 dan 5.
- Jika Anda diminta untuk mendeskripsikan ‘sebuah sepeda tua peninggalan kakek’ agar terasa sentimental dan berharga, pilihan kata ‘berkarat’ dan ‘usang’ dapat Anda ganti dengan padanan yang lebih positif untuk tujuan tersebut. Pilihan kata manakah yang paling sesuai untuk menciptakan nuansa sentimental dan berharga tanpa menghilangkan kesan ‘tua’?
- A. Rapuh dan reyot.
- B. Berlapis patina dan terukir waktu.
- C. Kuno dan ketinggalan zaman.
- D. Lusuh dan rusak.
- E. Sudah tak layak pakai dan rombeng.
- Seorang guru Bahasa Indonesia memberikan tugas kepada siswa untuk mendeskripsikan makanan favorit mereka. Salah satu siswa menulis: ‘Nasi goreng buatan Ibu rasanya enak sekali. Bumbunya pas, nasinya pulen, dan ada kerupuknya. Pokoknya mantap!’
Bagaimana Anda akan mengevaluasi teks deskripsi ini dari segi keefektifan dalam menggugah indra pengecap pembaca?
- A. Sangat efektif, karena menggunakan kata ‘enak’ dan ‘mantap’ yang jelas.
- B. Cukup efektif, karena menyebutkan bumbu dan nasi yang pulen.
- C. Kurang efektif, karena tidak merinci bagaimana rasa ‘enak’ itu dan sensasi lain yang menyertainya.
- D. Tidak efektif sama sekali, karena terlalu singkat.
- E. Sangat efektif, karena pembaca dapat langsung tahu rasanya.
- Pilihlah kalimat yang paling efektif untuk mendeskripsikan bau ‘hujan pertama setelah kemarau panjang’ agar pembaca merasakan kesegaran dan kelegaan yang mendalam.
- A. Bau tanah basah yang kuat tercium.
- B. Aroma petrichor menguar, menusuk hidung dengan kesegaran yang asing namun akrab, seolah bumi menghela napas lega.
- C. Tanah berbau lumpur setelah diguyur air.
- D. Udara menjadi lebih dingin dan berbau segar.
- E. Ada bau khas setelah hujan, seperti bau tanah.
- Anda sedang menulis deskripsi tentang ‘pohon beringin tua di tengah lapangan desa’. Anda ingin menyampaikan kesan ‘megah, sakral, dan penuh misteri’. Kata kunci dan frase mana yang paling tepat untuk Anda gunakan?
- A. Daun lebat, batang besar, akar menjulur.
- B. Raksasa hijau, beruban lumut, menyimpan sejuta rahasia bisu.
- C. Pohon tinggi, tempat berteduh, banyak burung.
- D. Pohon besar, terlihat angker, orang takut lewat.
- E. Tua renta, hampir tumbang, batangnya lapuk.
- Seorang seniman ingin menciptakan lukisan ‘rumah nenek di desa’ yang penuh nostalgia dan kehangatan. Ia membaca dua deskripsi:
**Deskripsi X:** ‘Rumah itu dindingnya kayu, atapnya genteng merah, ada jendela kecil dan halaman luas.’
**Deskripsi Y:** ‘Dinding-dinding kayu rumah itu, berukirkan kisah hujan dan terik matahari, memancarkan kehangatan pudar coklat tua. Atap genteng merahnya seolah tersenyum di bawah terpaan mentari pagi, sementara jendela kecilnya yang berbingkai usang mengintip ke halaman luas yang sering menjadi saksi tawa dan tangis cucu-cucunya. Aroma tanah basah dan bunga melati selalu menyelimuti ambang pintunya.’
Bagaimana Deskripsi Y membantu seniman lebih baik daripada Deskripsi X dalam mencapai tujuan lukisan yang bernostalgia dan hangat?
- A. Deskripsi X lebih faktual, memudahkan seniman melukis.
- B. Deskripsi Y menggunakan warna yang lebih spesifik seperti ‘coklat tua’ dan ‘merah’.
- C. Deskripsi Y melibatkan emosi, indra penciuman, dan memberikan konteks historis melalui metafora (‘berukirkan kisah hujan dan terik matahari’) yang memicu nostalgia.
- D. Deskripsi X lebih ringkas, sehingga seniman bisa berimajinasi lebih bebas.
- E. Deskripsi Y hanya memperpanjang kalimat tanpa menambah informasi penting.
- Sebuah restoran ingin mendeskripsikan ‘Sop Buntut’ mereka di menu agar menarik pelanggan yang mencari hidangan hangat dan kaya rasa. Pilihan kalimat manakah yang paling tepat untuk mewakili tujuan tersebut?
- A. Sop Buntut: daging sapi, kuah bening, ada wortel dan kentang.
- B. Sop Buntut spesial: harga murah, porsi banyak, cepat saji.
- C. Sop Buntut: perpaduan sempurna kuah kaldu sapi bening yang gurih, irisan wortel dan kentang yang empuk, serta potongan buntut sapi nan lembut yang meleleh di lidah, menghangatkan setiap suapan.
- D. Sop Buntut: cocok untuk makan siang dan malam, disajikan panas.
- E. Sop Buntut: hidangan tradisional Indonesia, resep turun-temurun.
- Seorang penulis blog ingin mendeskripsikan ‘sebuah kota kecil yang damai dan asri’. Ia menulis:
‘Di kota ini, waktu berjalan lebih lambat. Sungai jernih mengalir tenang di tepian, dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun. Udara sejuk selalu menyapa, membawa aroma bunga melati dan rerumputan basah. Penduduknya ramah, senyum selalu tersungging di bibir mereka.’
Jika penulis ingin menambahkan satu kalimat lagi untuk lebih menekankan kesan ‘damai’ secara visual, kalimat manakah yang paling tepat?
- A. Jalan-jalannya bersih dan bebas sampah.
- B. Tidak ada gedung pencakar langit yang merusak pemandangan cakrawala.
- C. Anak-anak bermain di taman kota dengan riang.
- D. Di setiap sudut, rumah-rumah dengan cat warna pastel berdiri kokoh, menciptakan harmoni yang menenangkan mata.
- E. Kendaraan bermotor jarang melintas, hanya sesekali suara sepeda.
- Bacalah teks deskripsi berikut: ‘Gua Jatijajar menawarkan keindahan stalaktit dan stalagmit yang memukau, terbentuk selama ribuan tahun. Di dalamnya, aliran air jernih membentuk kolam-kolam kecil yang dingin. Sesekali, kelelawar berterbangan, memecah kesunyian dengan kepakan sayapnya yang halus.’
Jika Anda adalah seorang pemandu wisata dan ingin menciptakan suasana yang lebih magis dan misterius saat mendeskripsikan gua ini, kalimat manakah yang dapat Anda tambahkan atau ubah?
- A. Gua ini memiliki panjang sekitar 250 meter.
- B. Di sinilah, waktu seolah berhenti, dan setiap tetes air yang jatuh menyimpan rahasia purba, sementara bayangan kelelawar menari di dinding gua seperti arwah penjaga.
- C. Tiket masuknya sangat terjangkau untuk wisatawan.
- D. Gua Jatijajar ditemukan oleh seorang petani pada abad ke-19.
- E. Ada banyak formasi batuan kapur yang indah di dalam gua.
- Seorang perancang busana ingin menciptakan gaun malam yang ‘elegan, mewah, dan berani’. Ia membaca beberapa deskripsi kain:
1. ‘Kain sutra polos yang jatuh lembut.’
2. ‘Beludru hitam pekat dengan kilau samar, dihiasi payet keemasan yang tersebar acak.’
3. ‘Katun nyaman dengan motif bunga kecil.’
4. ‘Sifon ringan yang tembus pandang.’
5. ‘Linen kasar dengan warna alami.’Kain mana yang paling mendukung visinya dan mengapa?
- A. Kain sutra polos, karena kesederhanaan adalah kunci keanggunan.
- B. Beludru hitam pekat dengan kilau samar, dihiasi payet keemasan yang tersebar acak, karena kombinasinya mencerminkan kemewahan, keberanian, dan sentuhan elegan.
- C. Katun nyaman, karena akan membuat pemakainya merasa santai.
- D. Sifon ringan, karena akan menciptakan efek melayang dan feminin.
- E. Linen kasar, karena memberikan kesan alami dan unik.
- Seorang ahli kuliner sedang menulis resensi tentang ‘sambal tradisional khas suatu daerah’ yang terkenal dengan tingkat kepedasannya yang ekstrem namun nagih. Kalimat manakah yang paling baik menggambarkan kombinasi ‘pedas ekstrem’ dan ‘rasa nagih’ tersebut?
- A. Sambal ini sangat pedas.
- B. Sambal yang pedasnya menggigit lidah, membakar kerongkongan, namun anehnya tangan tak berhenti menyendoknya lagi dan lagi.
- C. Sambal ini dibuat dari cabai pilihan, rasanya enak.
- D. Pedasnya membuat air mata menetes, tapi rasanya lumayan.
- E. Sambal ini punya banyak penggemar karena pedas.
- Perhatikan deskripsi tentang sebuah lukisan: ‘Lukisan itu didominasi warna biru laut dan hijau zamrud, dengan sapuan kuas tebal yang meninggalkan jejak tekstur. Di tengahnya, sebuah perahu kecil tampak terombang-ambing di antara gelombang yang bergolak. Langit di atasnya gelap, dengan awan-awan hitam yang berat.’
Bagaimana Anda akan mengevaluasi ’emosi’ yang ingin disampaikan oleh pelukis melalui lukisan tersebut?
- A. Ketenangan dan kebahagiaan.
- B. Harapan dan optimisme.
- C. Kesedihan dan melankolis.
- D. Kecemasan, kegelisahan, dan perjuangan.
- E. Keindahan dan kedamaian.
- Seorang guru ingin siswa mendeskripsikan ‘suara hujan lebat di malam hari’ sehingga pembaca bisa merasakan kedinginan dan sekaligus kenyamanan berada di dalam rumah. Pilihan kata mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan ini?
- A. Suara hujan yang bising dan mengganggu.
- B. Hujan turun sangat deras di luar, membuat udara dingin.
- C. Rintik hujan menabuh genting bagai irama orkestra alam yang melenakan, seraya angin dingin menyelinap dari celah jendela, mengundang selimut tebal dan secangkir teh hangat.
- D. Suara air hujan jatuh di atap dan jendela, gelap di luar.
- E. Hujan deras, jadi lebih baik tidur.
- Sebuah museum seni ingin mendeskripsikan ‘patung kuno’ mereka agar pengunjung merasakan nilai sejarah dan keagungan. Deskripsi manakah yang paling efektif?
- A. Patung ini terbuat dari batu dan sudah sangat tua.
- B. Patung berusia ribuan tahun yang ditemukan di situs bersejarah.
- C. Patung ini, dengan guratan-guratan halus pada pahatannya, seolah menyimpan bisikan zaman, memancarkan aura keagungan yang tak lekang dimakan waktu.
- D. Patung kuno ini adalah salah satu koleksi paling berharga di museum.
- E. Ukiran patung ini sangat detail dan rumit.
- Anda adalah seorang penulis skenario film dan ingin mendeskripsikan ‘sebuah ruangan kosong’ yang dulunya adalah kamar seorang anak kecil, sehingga penonton merasakan kesepian dan kenangan yang ditinggalkan. Elemen mana yang paling relevan untuk Anda fokuskan dalam deskripsi visual dan atmosfer?
- A. Cat dinding yang mengelupas dan lampu yang mati.
- B. Bekas coretan krayon samar di sudut dinding, debu tebal menutupi lantai, dan seberkas cahaya matahari senja menembus jendela, menerangi kehampaan.
- C. Luas ruangan dan jumlah jendela.
- D. Hanya ada satu meja dan satu kursi tua di tengah ruangan.
- E. Tidak ada barang sama sekali, hanya ruangan kosong.
- Seorang guru ingin melatih siswa menganalisis deskripsi objek secara objektif dan subjektif. Jika deskripsi ‘Kucing itu berbulu putih bersih, bermata biru, dan memiliki berat sekitar 3 kg’ adalah deskripsi objektif, bagaimana Anda akan mengubahnya menjadi deskripsi subjektif yang menonjolkan ‘kelucuan dan keanggunan’ kucing tersebut?
- A. Kucing itu berbulu putih, matanya cantik, dan sangat gemuk.
- B. Si putih mungil dengan bulu sehalus salju dan bola mata biru safir yang memukau, melangkah anggun bagai model di catwalk.
- C. Kucing ini sangat imut dan lucu, pasti semua orang suka.
- D. Kucing ini adalah kucing Persia, ras yang sangat populer.
- E. Kucing putih ini selalu tidur dan malas bergerak.
- Anda sedang mendeskripsikan ‘sebuah bangunan sekolah tua’ yang kini terbengkalai. Anda ingin menyampaikan kesan ‘kesunyian yang mendalam’ dan ‘jejak-jejak masa lalu yang terlupakan’. Pilihan kalimat manakah yang paling efektif?
- A. Bangunan itu kosong, tidak ada murid lagi di sana.
- B. Dinding-dindingnya retak dan catnya mengelupas.
- C. Lorong-lorong sepi itu kini hanya ditemani gema angin yang berbisik di antara jendela-jendela pecah, seolah menceritakan kembali tawa riang yang kini hanya tinggal kenangan.
- D. Sekolah ini sudah lama tidak dipakai dan banyak sampah.
- E. Atapnya bocor dan banyak sarang laba-laba.
B. Isian Singkat
- Perhatikan paragraf berikut: ‘Bunga melati di halaman rumahku mekar sempurna. Kelopaknya putih bersih, mungil, dan tersusun rapi, memancarkan keharuman lembut yang semerbak, terutama saat senja tiba. Bunga ini sering menjadi hiasan rambut Ibu.’
Identifikasikan dua kata sifat yang paling kuat menggambarkan aspek visual dan satu kata yang menggambarkan aspek penciuman dari bunga melati dalam deskripsi di atas.
- Seorang reporter menulis: ‘Perpustakaan kota itu luas dan modern. Ada banyak komputer dan rak buku tinggi. Suasananya tenang.’
Menurut Anda, apa yang kurang dari deskripsi tersebut agar pembaca benar-benar bisa ‘merasakan’ suasana perpustakaan modern yang tenang? Sebutkan setidaknya dua unsur.
- Jika Anda ingin mendeskripsikan ‘gelas berisi es teh manis’ agar terasa sangat menyegarkan di tengah hari yang terik, sebutkan dua detail visual dan satu detail sensorik (bukan rasa) yang bisa Anda gunakan.
- Seorang anak mendeskripsikan mainan favoritnya: ‘Boneka beruangku sangat lembut, warnanya cokelat, dan aku selalu memeluknya saat tidur. Matanya besar dan hidungnya kecil.’
Dari deskripsi tersebut, unsur indra peraba manakah yang paling dominan disampaikan?
- Mengapa teks deskripsi yang efektif cenderung menghindari penggunaan kata-kata umum seperti ‘bagus’, ‘indah’, atau ‘buruk’, dan lebih memilih kata-kata spesifik seperti ‘memukau’, ‘berkilauan’, atau ‘usang’?
C. Uraian
- Bayangkan Anda adalah seorang pemandu wisata di sebuah kebun binatang. Pilihlah satu hewan favorit Anda di kebun binatang tersebut. Buatlah teks deskripsi singkat (minimal 3 kalimat) tentang hewan itu yang tidak hanya menggambarkan fisiknya, tetapi juga perilaku atau suaranya, sehingga pengunjung merasa tertarik untuk melihatnya secara langsung. Jelaskan mengapa pilihan diksi Anda efektif.
- Anda ingin meyakinkan teman Anda untuk mengunjungi kedai kopi favorit Anda yang memiliki suasana ‘nyaman dan hangat’. Deskripsikan kedai kopi tersebut dengan fokus pada dua indra yang paling penting untuk menciptakan kesan tersebut (selain indra penglihatan). Jelaskan mengapa kedua indra tersebut Anda pilih dan bagaimana Anda membangun deskripsinya.
- Jika Anda adalah seorang penulis cerita anak-anak, buatlah deskripsi tentang ‘sebuah taman bermain yang ajaib’ (minimal 4 kalimat) yang dapat memicu imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak. Pastikan deskripsi Anda melibatkan setidaknya tiga indra yang berbeda. Setelah itu, jelaskan bagaimana setiap pilihan diksi Anda berkontribusi pada kesan ‘ajaib’ tersebut.
- Tuliskan sebuah teks deskripsi objektif tentang ‘kursi di ruang kelasmu’ (minimal 3 kalimat). Kemudian, ubahlah teks tersebut menjadi deskripsi subjektif (minimal 3 kalimat) yang mengungkapkan perasaan bosan atau lelah saat duduk di kursi tersebut. Jelaskan perbedaan kunci antara kedua deskripsi Anda.
- Anda adalah seorang penulis lirik lagu. Buatlah satu bait lirik (4 baris) untuk mendeskripsikan ‘pemandangan gunung saat fajar’ yang indah dan menenangkan, dengan menggunakan majas personifikasi dan perbandingan. Setelah itu, jelaskan majas apa yang Anda gunakan dan mengapa efektif untuk menggambarkan pemandangan tersebut.
D. Menjodohkan
Pasangkan pernyataan A dengan jawaban B yang sesuai.
- Menggunakan kata sifat dan frasa yang melibatkan lima indra. … (…)
- Bagian yang berisi pengenalan objek secara umum. … (…)
Kunci Jawaban & Pembahasan
A. Pilihan Ganda
- Jejak cahaya keemasan yang memantul di permukaan air.
Pembahasan: Pilihan ‘Jejak cahaya keemasan yang memantul di permukaan air’ adalah yang paling krusial. Semburat jingga dan ungu lebih menggambarkan transisi, bukan keabadian. Angin dan ombak lebih kepada suara dan sensasi, bukan visual esensi ketenangan abadi. Pantulan cahaya keemasan secara visual paling kuat merepresentasikan ‘keindahan abadi’ dan ‘ketenangan’ saat matahari terbenam, memberikan kesan magis dan damai yang bisa ditangkap oleh lensa kamera. - Deskripsi B, karena melibatkan indra dan emosi sehingga menciptakan gambaran yang hidup.
Pembahasan: Deskripsi B lebih efektif karena sesuai dengan tujuan teks deskripsi, yaitu membuat pembaca seolah-olah merasakan dan melihat sendiri. Deskripsi B menggunakan detail sensorik (aroma buku lama, bau bunga melati, kursi biru tua, cahaya matahari, trofi berkilauan) dan asosiasi emosional (‘membisikkan semangat juara’) yang menciptakan gambaran hidup dan suasana kelas, tidak hanya daftar benda mati. Deskripsi A terlalu faktual dan tidak imajinatif. - Kolam ikan koi dengan bebatuan alami dan suara gemericik air yang samar.
Pembahasan: Pilihan ini adalah yang paling efektif. Suara gemericik air secara langsung berkorelasi dengan ‘ketenangan’, sementara kolam ikan dan bebatuan alami memberikan kesan ‘kesegaran’ dan elemen natural yang menenangkan. Air mancur besar mungkin terlalu bising, area bermain anak-anak cenderung ramai, dan jalur pejalan kaki lebih ke fungsionalitas daripada ketenangan intrinsik. - Kalimat 2 dan 3.
Pembahasan: Kalimat 2 secara jelas mendeskripsikan indra pendengaran (‘Teriakan pedagang bersahutan, tawar-menawar harga menggema’). Kalimat 3 secara jelas mendeskripsikan indra penciuman (‘Wangi rempah-rempah bercampur aroma gorengan dan amis ikan’). Kombinasi keduanya paling efektif mencapai tujuan penulis untuk fokus pada dua indra tersebut. - Berlapis patina dan terukir waktu.
Pembahasan: Pilihan ‘berlapis patina’ menunjukkan proses penuaan yang memberikan nilai estetika dan sejarah, bukan kerusakan. ‘Terukir waktu’ memberikan kesan bahwa sepeda tersebut telah melewati banyak pengalaman dan memiliki cerita, menjadikannya berharga. Pilihan lainnya lebih condong ke arah negatif atau tidak ada nilai sentimentalnya. - Kurang efektif, karena tidak merinci bagaimana rasa ‘enak’ itu dan sensasi lain yang menyertainya.
Pembahasan: Teks ini kurang efektif. Kata ‘enak’ dan ‘mantap’ terlalu umum dan tidak spesifik. Teks deskripsi yang baik akan merinci bagaimana ‘enak’ itu terasa di lidah, misalnya ‘pedas gurih dengan sedikit manis kecap’, ‘butiran nasi yang renyah di luar tapi lembut di dalam’, ‘sensasi meletup dari telur mata sapi’, atau ‘kriuk renyah dari kerupuk yang melengkapi setiap gigitan’. Tanpa perincian indra pengecap yang lebih detail, pembaca hanya tahu bahwa itu ‘enak’ tanpa benar-benar merasakannya. - Aroma petrichor menguar, menusuk hidung dengan kesegaran yang asing namun akrab, seolah bumi menghela napas lega.
Pembahasan: Kalimat ini paling efektif. Penggunaan kata ‘petrichor’ secara langsung merujuk pada bau hujan pertama. Frasa ‘menusuk hidung dengan kesegaran yang asing namun akrab’ dan ‘seolah bumi menghela napas lega’ tidak hanya mendeskripsikan bau tetapi juga emosi dan sensasi yang terkait, menciptakan gambaran yang sangat hidup dan mendalam. Pilihan lain terlalu umum atau kurang imajinatif. - Raksasa hijau, beruban lumut, menyimpan sejuta rahasia bisu.
Pembahasan: ‘Raksasa hijau’ menunjukkan kemegahan. ‘Beruban lumut’ memberikan kesan tua dan sakral (seperti tetua yang dihormati). ‘Menyimpan sejuta rahasia bisu’ menciptakan nuansa misteri. Kombinasi ini paling efektif dalam menyampaikan ketiga kesan yang diinginkan. - Deskripsi Y melibatkan emosi, indra penciuman, dan memberikan konteks historis melalui metafora (‘berukirkan kisah hujan dan terik matahari’) yang memicu nostalgia.
Pembahasan: Deskripsi Y jauh lebih unggul karena tidak hanya memberikan detail visual tetapi juga menghubungkannya dengan pengalaman, waktu, dan emosi (‘berukirkan kisah hujan dan terik matahari’, ‘saksi tawa dan tangis’, ‘aroma tanah basah dan bunga melati’). Ini memberikan ‘roh’ pada objek yang dideskripsikan, sangat penting untuk menciptakan lukisan yang penuh nostalgia dan kehangatan, tidak hanya sekadar visual. - Sop Buntut: perpaduan sempurna kuah kaldu sapi bening yang gurih, irisan wortel dan kentang yang empuk, serta potongan buntut sapi nan lembut yang meleleh di lidah, menghangatkan setiap suapan.
Pembahasan: Kalimat ini paling efektif. Ia menggunakan kata-kata yang mendeskripsikan tekstur (’empuk’, ‘lembut yang meleleh di lidah’), rasa (‘gurih’), dan sensasi (‘menghangatkan setiap suapan’) secara detail, sehingga menggugah indra perasa dan membangkitkan keinginan calon pelanggan. Pilihan lain terlalu faktual, fokus pada harga/porsi, atau pada aspek historis tanpa deskripsi rasa. - Di setiap sudut, rumah-rumah dengan cat warna pastel berdiri kokoh, menciptakan harmoni yang menenangkan mata.
Pembahasan: Pilihan ini paling tepat. Warna pastel menciptakan kesan lembut dan tenang, sedangkan ‘berdiri kokoh’ dan ‘menciptakan harmoni yang menenangkan mata’ secara langsung beresonansi dengan kesan damai dan asri secara visual. Pilihan lain mungkin benar, tetapi tidak sekuat ini dalam menyampaikan kesan damai secara visual dan estetika yang selaras. - Di sinilah, waktu seolah berhenti, dan setiap tetes air yang jatuh menyimpan rahasia purba, sementara bayangan kelelawar menari di dinding gua seperti arwah penjaga.
Pembahasan: Pilihan ini paling efektif. Frasa ‘waktu seolah berhenti’, ‘setiap tetes air yang jatuh menyimpan rahasia purba’, dan ‘bayangan kelelawar menari di dinding gua seperti arwah penjaga’ menggunakan majas dan citraan yang kuat untuk membangun suasana magis dan misterius, jauh melampaui deskripsi faktual biasa. - Beludru hitam pekat dengan kilau samar, dihiasi payet keemasan yang tersebar acak, karena kombinasinya mencerminkan kemewahan, keberanian, dan sentuhan elegan.
Pembahasan: Deskripsi ‘Beludru hitam pekat dengan kilau samar’ sudah menunjukkan kemewahan dan keeleganan. Penambahan ‘payet keemasan yang tersebar acak’ memberikan kesan ‘berani’ dan unik, menjadikan kombinasi ini paling sesuai dengan visi perancang. - Sambal yang pedasnya menggigit lidah, membakar kerongkongan, namun anehnya tangan tak berhenti menyendoknya lagi dan lagi.
Pembahasan: Kalimat ini sangat efektif karena menggunakan metafora (‘menggigit lidah’, ‘membakar kerongkongan’) untuk menggambarkan pedas ekstrem dan secara eksplisit menunjukkan ‘rasa nagih’ melalui frasa ‘tangan tak berhenti menyendoknya lagi dan lagi’. Ini adalah deskripsi yang hidup dan sangat menggugah indra pengecap dan keinginan. - Kecemasan, kegelisahan, dan perjuangan.
Pembahasan: Elemen-elemen seperti ‘gelombang yang bergolak’, ‘langit gelap’, ‘awan-awan hitam yang berat’, dan ‘perahu kecil tampak terombang-ambing’ secara kolektif menciptakan suasana ketegangan dan bahaya, yang mengarah pada emosi kecemasan, kegelisahan, dan perjuangan. Ini adalah interpretasi yang kuat dari deskripsi visual yang diberikan. - Rintik hujan menabuh genting bagai irama orkestra alam yang melenakan, seraya angin dingin menyelinap dari celah jendela, mengundang selimut tebal dan secangkir teh hangat.
Pembahasan: Pilihan ini paling efektif. ‘Rintik hujan menabuh genting bagai irama orkestra alam yang melenakan’ mendeskripsikan suara hujan dengan cara yang indah dan memberikan kesan kenyamanan. ‘Angin dingin menyelinap dari celah jendela, mengundang selimut tebal dan secangkir teh hangat’ secara eksplisit menggambarkan kedinginan dan respon nyaman yang dilakukan di dalam rumah. - Patung ini, dengan guratan-guratan halus pada pahatannya, seolah menyimpan bisikan zaman, memancarkan aura keagungan yang tak lekang dimakan waktu.
Pembahasan: Deskripsi ini paling efektif karena menggunakan citraan dan metafora yang kuat. ‘Guratan-guratan halus pada pahatannya, seolah menyimpan bisikan zaman’ langsung membawa pembaca pada nilai sejarah. ‘Memancarkan aura keagungan yang tak lekang dimakan waktu’ secara eksplisit menyampaikan keagungan dan durabilitas sejarahnya. - Bekas coretan krayon samar di sudut dinding, debu tebal menutupi lantai, dan seberkas cahaya matahari senja menembus jendela, menerangi kehampaan.
Pembahasan: Pilihan ini paling efektif. ‘Bekas coretan krayon samar’ secara langsung mengaitkan ruangan dengan kenangan masa kanak-kanak yang kini tiada. ‘Debu tebal’ dan ‘seberkas cahaya matahari senja menerangi kehampaan’ secara visual dan atmosferik menciptakan kesan kesepian, waktu yang telah berlalu, dan kehampaan yang terasa personal. - Si putih mungil dengan bulu sehalus salju dan bola mata biru safir yang memukau, melangkah anggun bagai model di catwalk.
Pembahasan: Pilihan ini adalah yang terbaik. ‘Si putih mungil’ memberikan kesan lucu. ‘Bulu sehalus salju’ dan ‘bola mata biru safir yang memukau’ memberikan kesan keanggunan dan keindahan subjektif. ‘Melangkah anggun bagai model di catwalk’ adalah metafora yang secara jelas menyampaikan keanggunan dan daya tarik kucing tersebut dari sudut pandang penulis. - Lorong-lorong sepi itu kini hanya ditemani gema angin yang berbisik di antara jendela-jendela pecah, seolah menceritakan kembali tawa riang yang kini hanya tinggal kenangan.
Pembahasan: Kalimat ini paling efektif. ‘Gema angin yang berbisik’ dan ‘jendela-jendela pecah’ menciptakan suasana sunyi dan rusak. ‘Seolah menceritakan kembali tawa riang yang kini hanya tinggal kenangan’ secara kuat menyampaikan kesan masa lalu yang terlupakan dan melankolis, menggugah emosi pembaca.
B. Isian Singkat
- Aspek visual: ‘putih bersih’, ‘mungil’. Aspek penciuman: ‘semerbak’.
- Yang kurang adalah detail sensorik dan emosional. Misalnya, suara hening hanya dipecahkan oleh gesekan halaman buku atau ketukan keyboard lembut, aroma buku baru bercampur bau kopi dari kafe mini, atau nuansa warna dinding yang menenangkan mata.
- Detail visual: Embun tipis yang membasahi permukaan gelas, atau warna teh yang keemasan bening dengan irisan lemon. Detail sensorik: Suara denting es batu saat gelas digerakkan, atau dinginnya permukaan gelas saat disentuh.
- Indra peraba yang paling dominan adalah ‘lembut’.
- Teks deskripsi yang efektif menghindari kata-kata umum karena kata-kata spesifik mampu menciptakan gambaran yang lebih konkret, detail, dan hidup di benak pembaca. Kata-kata spesifik membantu pembaca ‘melihat’, ‘merasakan’, atau ‘mendengar’ secara langsung apa yang dideskripsikan, daripada hanya sekadar menerima penilaian umum dari penulis.
C. Uraian (Contoh Jawaban)
- Saya akan mendeskripsikan ‘Harimau Sumatera’: ‘Di balik semak belukar rimbun, tubuhnya yang gagah bergaris jingga kehitaman menyatu sempurna dengan bayang-bayang. Matanya yang tajam seperti permata kuning keemasan selalu mengawasi, memancarkan aura misterius. Sesekali, raungan beratnya yang menggetarkan mampu mengoyak kesunyian hutan, mengingatkan kita akan kekuatan alam yang tak tertandingi.’
Pilihan diksi saya efektif karena:
1. ‘Gagah bergaris jingga kehitaman menyatu sempurna dengan bayang-bayang’ mendeskripsikan fisik sekaligus kemampuan adaptasi dan kegagahannya.
2. ‘Matanya yang tajam seperti permata kuning keemasan selalu mengawasi, memancarkan aura misterius’ menggunakan majas perbandingan untuk keindahan visual dan menciptakan kesan daya tarik misterius.
3. ‘Raungan beratnya yang menggetarkan mampu mengoyak kesunyian hutan’ melibatkan indra pendengaran dengan kuat, memberikan gambaran kekuatan dan keberadaannya yang dominan, sehingga memancing rasa penasaran pengunjung. - Saya akan fokus pada indra penciuman dan pendengaran.
**Deskripsi:** ‘Begitu melangkah masuk, aroma biji kopi yang baru digiling bercampur manisnya karamel hangat langsung memeluk indra penciuman, seolah mengundangmu untuk bersantai. Bukan cuma itu, telingamu akan dimanjakan alunan musik jazz instrumental yang lembut, berpadu dengan bisikan obrolan pelanggan yang tertahan dan suara gesekan cangkir, menciptakan simfoni yang menenangkan dan membuatmu betah berlama-lama.’
**Penjelasan:**
1. **Indra Penciuman:** Aroma kopi dan karamel secara instan menciptakan kesan hangat dan menggoda selera, yang sangat berhubungan dengan kenyamanan di sebuah kedai kopi. Aroma yang spesifik lebih efektif daripada hanya mengatakan ‘bau harum’.
2. **Indra Pendengaran:** Alunan musik jazz yang lembut dan bisikan obrolan pelanggan menunjukkan suasana yang tidak terlalu ramai namun hidup, jauh dari kebisingan. Suara gesekan cangkir menambah detail realistis yang menciptakan suasana akrab dan tenang, bukan sunyi sepi yang membosankan. - Saya akan mendeskripsikan:
‘Di tengah hutan pinus, tersembunyi sebuah taman bermain yang tidak biasa. Ayunan-ayunan di sana terbuat dari akar pohon raksasa yang melingkar, berayun ke langit di antara guguran kelopak bunga berwarna-warni yang berbau madu. Perosotannya bukan dari plastik, melainkan dari sungai pelangi yang mengalirkan air hangat beraroma permen kapas, membawa setiap anak meluncur ke kolam bola kapas lembut. Dan di setiap langkah, suara gemerincing lonceng angin dari kristal-kristal kecil berpadu dengan tawa riang peri-peri hutan.’
**Kontribusi diksi pada kesan ‘ajaib’:**
1. **Penglihatan & Peraba:** ‘Ayunan dari akar pohon raksasa yang melingkar’ dan ‘guguran kelopak bunga berwarna-warni’ menciptakan visual yang fantastis dan tidak realistis, serta sensasi peraba yang unik.
2. **Penciuman:** ‘Berbau madu’ dan ‘aroma permen kapas’ menambah kesan manis dan magis yang sangat disukai anak-anak.
3. **Penglihatan & Peraba:** ‘Perosotan dari sungai pelangi yang mengalirkan air hangat’ adalah konsep yang tidak mungkin di dunia nyata, sangat ajaib dan memicu imajinasi.
4. **Pendengaran:** ‘Suara gemerincing lonceng angin dari kristal-kristal kecil berpadu dengan tawa riang peri-peri hutan’ menghadirkan elemen fantasi pendengaran yang kuat, seolah ada makhluk ajaib di sana. Semua elemen ini secara kolektif menciptakan dunia yang memukau dan di luar realitas, sesuai dengan tujuan ‘taman bermain yang ajaib’. - **Deskripsi Objektif:**
‘Kursi di ruang kelasku terbuat dari kayu jati berwarna cokelat tua. Setiap kursi memiliki sandaran tegak dan empat kaki yang kokoh. Ukurannya standar untuk siswa setingkat SMP, dengan tinggi sekitar 45 cm dari lantai.’**Deskripsi Subjektif (Bosan/Lelah):**
‘Kursi kayu ini, dengan sandaran tegak yang tak kenal ampun, seolah sengaja dirancang untuk memenjarakan punggungku selama berjam-jam pelajaran. Warnanya yang cokelat tua terasa kusam, dan setiap gesekannya di lantai hanya menambah panjang daftar kebosanan yang tak berujung. Aku hanya ingin merebahkan diri dari kekakuan kayu yang dingin ini.’**Perbedaan Kunci:**
1. **Fokus:** Deskripsi objektif fokus pada fakta dan karakteristik fisik yang dapat diverifikasi tanpa melibatkan perasaan. Deskripsi subjektif fokus pada perasaan, pengalaman, dan persepsi pribadi penulis terhadap objek.
2. **Pilihan Diksi:** Objektif menggunakan kata-kata netral (‘kayu jati’, ‘sandaran tegak’, ‘kokoh’, ‘ukuran standar’). Subjektif menggunakan kata-kata yang memuat emosi dan penilaian (‘tak kenal ampun’, ‘memenjarakan punggungku’, ‘kusam’, ‘menambah daftar kebosanan’, ‘kekakuan kayu yang dingin’).
3. **Tujuan:** Objektif untuk memberikan informasi akurat. Subjektif untuk membangun suasana, menggugah emosi pembaca, atau menyampaikan sudut pandang personal. - Saya akan menulis bait lirik:
‘Sang fajar perlahan tersenyum,
Emas cahyanya membelai puncak gunung,
Kabut putih menari lembut bagai selendang sutra,
Menyibak dingin, menghadirkan kedamaian agung.’**Penjelasan Majas:**
1. **Personifikasi:** ‘Sang fajar perlahan tersenyum’ dan ‘Emas cahyanya membelai puncak gunung’. Ini efektif karena memberikan sifat manusia (tersenyum, membelai) pada fajar dan cahaya, membuat pemandangan terasa hidup, hangat, dan interaktif, menciptakan kesan kelembutan dan keramahan alam.
2. **Perbandingan (Asosiasi):** ‘Kabut putih menari lembut bagai selendang sutra’. Ini membandingkan gerakan kabut dengan tarian dan tekstur sutra, yang secara visual dan sensorik (melalui asosiasi kelembutan sutra) menggambarkan keindahan kabut yang bergerak anggun, menambah kesan indah dan menenangkan pada pemandangan gunung saat fajar.
D. Menjodohkan
- Menggunakan kata sifat dan frasa yang melibatkan lima indra. = Ciri Kebahasaan Teks Deskripsi
- Bagian yang berisi pengenalan objek secara umum. = Struktur Identifikasi
