Bank Soal Hots Ipa Kelas 7 Smp: Mengembangkan Analisis Dan Evaluasi Kontekstual

Posted on

Rangkuman Materi

Materi ajar dan bank soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) ini dirancang khusus untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 7, dengan fokus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tujuan utamanya adalah melatih kemampuan berpikir kritis, analisis mendalam, evaluasi sistematis, hingga kemampuan mencipta solusi berdasarkan pemahaman konsep-konsep IPA yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Soal-soal ini tidak hanya menguji ingatan, tetapi mendorong siswa untuk menghubungkan teori dengan praktik, serta memecahkan masalah kompleks.

Bank soal ini mencakup berbagai topik fundamental IPA kelas 7, mulai dari pengamatan dan pengukuran, klasifikasi makhluk hidup, zat dan perubahannya, hingga konsep-konsep dasar ekosistem. Setiap pertanyaan disusun agar kontekstual, menggunakan skenario nyata yang dekat dengan pengalaman siswa, seperti fenomena alam di sekitar mereka, kegiatan rumah tangga, atau pengamatan di lingkungan sekolah. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran IPA menjadi lebih bermakna dan relevan.

Dengan tingkat kesulitan HOTS C4 (Menganalisis), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Mencipta), siswa akan diajak untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menguraikan informasi, menentukan hubungan sebab-akibat, membandingkan berbagai alternatif, membuat penilaian berdasarkan kriteria tertentu, hingga merancang solusi inovatif. Jawaban dan penjelasan yang disertakan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif, membantu siswa memahami alur berpikir yang benar, serta mengidentifikasi area yang perlu diperdalam.

Semoga bank soal ini dapat menjadi sumber daya yang berharga bagi guru dalam menyusun asesmen formatif maupun sumatif, serta bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademis yang lebih tinggi. Latihan soal HOTS secara teratur akan memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat dibutuhkan dalam era modern ini.

Latihan Soal HOTS

A. Pilihan Ganda

  1. Seorang ilmuwan mengamati pertumbuhan sebuah tanaman di dalam pot. Ia mengukur tinggi tanaman setiap hari menggunakan penggaris dan mencatat perubahan warna daun secara visual. Ia juga mencatat jumlah air yang diberikan. Berdasarkan metode yang ia gunakan, besaran apakah yang masih bersifat kualitatif dan kurang presisi untuk mendukung analisis ilmiah yang kuat?
    A. Tinggi tanaman
    B. Volume air
    C. Waktu pengamatan
    D. Perubahan warna daun
    E. Jumlah daun

    • A. Tinggi tanaman
    • B. Volume air
    • C. Waktu pengamatan
    • D. Perubahan warna daun
    • E. Jumlah daun
  2. Andi memiliki dua buah benda, A dan B. Benda A memiliki massa 2 kg dan volume 0,001 m³. Benda B memiliki massa 1 kg dan volume 500 cm³. Andi ingin menentukan benda mana yang akan tenggelam lebih cepat jika dijatuhkan ke dalam air (massa jenis air = 1000 kg/m³). Jika Anda adalah Andi, langkah pertama yang paling krusial untuk menganalisis kasus ini adalah…
    A. Mengubah satuan volume Benda A ke cm³.
    B. Menghitung massa jenis kedua benda.
    C. Membandingkan massa kedua benda.
    D. Menjatuhkan kedua benda ke air secara langsung.
    E. Mengukur kembali volume kedua benda.

    • A. Mengubah satuan volume Benda A ke cm³.
    • B. Menghitung massa jenis kedua benda.
    • C. Membandingkan massa kedua benda.
    • D. Menjatuhkan kedua benda ke air secara langsung.
    • E. Mengukur kembali volume kedua benda.
  3. Sekelompok siswa sedang mengamati berbagai jenis hewan. Mereka menemukan cacing tanah, ikan lele, belalang, dan kadal. Guru meminta mereka untuk mengelompokkan hewan-hewan tersebut berdasarkan habitat dan cara bergeraknya. Jika Anda diminta untuk membuat dua kelompok utama, pengelompokan mana yang paling relevan dan logis berdasarkan kriteria tersebut?
    A. Cacing tanah, ikan lele (air); Belalang, kadal (darat).
    B. Cacing tanah, belalang (tidak bertulang belakang); Ikan lele, kadal (bertulang belakang).
    C. Cacing tanah (melata), Ikan lele (berenang); Belalang (melompat), Kadal (merayap).
    D. Cacing tanah, ikan lele, belalang (makan tumbuhan); Kadal (makan hewan lain).
    E. Cacing tanah (bersifat hermafrodit); Ikan lele, belalang, kadal (bukan hermafrodit).

    • A. Cacing tanah, ikan lele (air); Belalang, kadal (darat).
    • B. Cacing tanah, belalang (tidak bertulang belakang); Ikan lele, kadal (bertulang belakang).
    • C. Cacing tanah (melata), Ikan lele (berenang); Belalang (melompat), Kadal (merayap).
    • D. Cacing tanah, ikan lele, belalang (makan tumbuhan); Kadal (makan hewan lain).
    • E. Cacing tanah (bersifat hermafrodit); Ikan lele, belalang, kadal (bukan hermafrodit).
  4. Seorang chef sedang membuat kue. Ia mencampur tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Setelah adonan tercampur rata, ia menambahkan baking powder. Ketika adonan dipanggang, kue mengembang dan teksturnya berubah menjadi padat. Perubahan yang terjadi pada adonan kue saat dipanggang, dari sisi kimia, paling tepat digambarkan sebagai…
    A. Perubahan fisika karena hanya mengubah bentuk.
    B. Perubahan kimia karena terbentuk zat baru dengan sifat yang berbeda.
    C. Perubahan fisika dan kimia yang terjadi secara bersamaan.
    D. Perubahan kimia yang dipercepat oleh suhu tinggi.
    E. Perubahan fisika karena adanya penguapan air.

    • A. Perubahan fisika karena hanya mengubah bentuk.
    • B. Perubahan kimia karena terbentuk zat baru dengan sifat yang berbeda.
    • C. Perubahan fisika dan kimia yang terjadi secara bersamaan.
    • D. Perubahan kimia yang dipercepat oleh suhu tinggi.
    • E. Perubahan fisika karena adanya penguapan air.
  5. Di sebuah lingkungan perumahan, warga mulai mengeluh karena banyak nyamuk dan lalat beterbangan. Setelah diselidiki, ternyata ada genangan air di beberapa sudut dan tumpukan sampah organik yang membusuk. Jika Anda adalah ketua RT dan ingin membuat program penanggulangan yang paling efektif dan berkelanjutan, tindakan mana yang harus diprioritaskan?
    A. Melakukan penyemprotan (fogging) secara rutin.
    B. Membagikan kelambu kepada setiap rumah tangga.
    C. Mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan dan mengedukasi warga tentang 3M Plus.
    D. Memasang perangkap serangga di setiap rumah.
    E. Mengimpor predator alami nyamuk dan lalat.

    • A. Melakukan penyemprotan (fogging) secara rutin.
    • B. Membagikan kelambu kepada setiap rumah tangga.
    • C. Mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan dan mengedukasi warga tentang 3M Plus.
    • D. Memasang perangkap serangga di setiap rumah.
    • E. Mengimpor predator alami nyamuk dan lalat.
  6. Perhatikan data hasil pengukuran massa sebuah batu oleh empat kelompok siswa:
    Kelompok 1: 50,2 g
    Kelompok 2: 50,0 g
    Kelompok 3: 49,9 g
    Kelompok 4: 50,3 g
    Jika massa batu yang sebenarnya adalah 50,1 g, kelompok manakah yang memiliki akurasi dan presisi yang paling baik secara relatif?
    A. Kelompok 1
    B. Kelompok 2
    C. Kelompok 3
    D. Kelompok 4
    E. Tidak ada yang akurat dan presisi

    • A. Kelompok 1
    • B. Kelompok 2
    • C. Kelompok 3
    • D. Kelompok 4
    • E. Tidak ada yang akurat dan presisi
  7. Sebuah rumah menggunakan lampu hemat energi. Dibandingkan dengan lampu pijar biasa, lampu hemat energi cenderung menghasilkan cahaya yang lebih terang dengan daya listrik yang lebih kecil. Fenomena ini menunjukkan bahwa lampu hemat energi memiliki…
    A. Efisiensi yang lebih rendah.
    B. Massa jenis yang lebih kecil.
    C. Konduktivitas termal yang lebih tinggi.
    D. Efisiensi konversi energi yang lebih tinggi.
    E. Daya hantar listrik yang lebih rendah.

    • A. Efisiensi yang lebih rendah.
    • B. Massa jenis yang lebih kecil.
    • C. Konduktivitas termal yang lebih tinggi.
    • D. Efisiensi konversi energi yang lebih tinggi.
    • E. Daya hantar listrik yang lebih rendah.
  8. Seorang petani ingin meningkatkan hasil panennya dengan menggunakan pupuk organik. Ia telah mengamati bahwa penggunaan pupuk kimia sebelumnya menyebabkan tanah menjadi keras dan kurang subur dalam jangka panjang. Jika petani tersebut beralih ke pupuk organik, perubahan apa yang paling mungkin terjadi pada ekosistem tanah dalam beberapa tahun ke depan?
    A. Penurunan populasi mikroorganisme tanah.
    B. Peningkatan kadar pH tanah yang drastis.
    C. Peningkatan kesuburan tanah dan aktivitas biota tanah.
    D. Ketergantungan tanah pada pupuk organik secara permanen.
    E. Tanah menjadi lebih padat dan kurang poros.

    • A. Penurunan populasi mikroorganisme tanah.
    • B. Peningkatan kadar pH tanah yang drastis.
    • C. Peningkatan kesuburan tanah dan aktivitas biota tanah.
    • D. Ketergantungan tanah pada pupuk organik secara permanen.
    • E. Tanah menjadi lebih padat dan kurang poros.
  9. Sebuah eksperimen dilakukan untuk mengamati laju pelarutan gula pasir di air pada suhu yang berbeda. Disediakan tiga gelas air dengan volume yang sama: Gelas A (suhu 25°C), Gelas B (suhu 50°C), dan Gelas C (suhu 75°C). Masing-masing gelas diberi 1 sendok teh gula pasir. Faktor apa yang paling mungkin menjadi variabel terikat dalam eksperimen ini?
    A. Volume air.
    B. Jumlah gula pasir.
    C. Suhu air.
    D. Laju pelarutan gula.
    E. Jenis gula.

    • A. Volume air.
    • B. Jumlah gula pasir.
    • C. Suhu air.
    • D. Laju pelarutan gula.
    • E. Jenis gula.
  10. Boni mengamati beberapa ciri makhluk hidup: memiliki klorofil, tidak bergerak aktif, dan berkembang biak dengan spora. Jika Boni ingin mengklasifikasikan makhluk hidup tersebut ke dalam kelompok yang tepat, ia harus mengidentifikasinya sebagai anggota dari…
    A. Kingdom Animalia
    B. Kingdom Fungi
    C. Kingdom Plantae (tumbuhan paku atau lumut)
    D. Kingdom Protista
    E. Kingdom Monera

    • A. Kingdom Animalia
    • B. Kingdom Fungi
    • C. Kingdom Plantae (tumbuhan paku atau lumut)
    • D. Kingdom Protista
    • E. Kingdom Monera
  11. Sebuah pabrik membuang limbah cair ke sungai. Limbah tersebut mengandung zat kimia yang menyebabkan pertumbuhan alga di sungai menjadi sangat pesat (eutrofikasi). Jika kondisi ini berlanjut, dampak ekologis jangka panjang yang paling mengkhawatirkan adalah…
    A. Peningkatan populasi ikan karena sumber makanan melimpah.
    B. Air sungai menjadi lebih jernih dan bersih.
    C. Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air, membahayakan kehidupan akuatik lain.
    D. Peningkatan biodiversitas di sungai.
    E. Perubahan warna air menjadi kehijauan tanpa efek samping.

    • A. Peningkatan populasi ikan karena sumber makanan melimpah.
    • B. Air sungai menjadi lebih jernih dan bersih.
    • C. Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air, membahayakan kehidupan akuatik lain.
    • D. Peningkatan biodiversitas di sungai.
    • E. Perubahan warna air menjadi kehijauan tanpa efek samping.
  12. Dalam sebuah ekosistem sawah, terdapat padi, tikus, ular, burung elang, dan dekomposer. Jika populasi tikus menurun drastis akibat serangan penyakit, bagaimana kemungkinan dampak tidak langsung terhadap populasi elang dalam jangka panjang?
    A. Populasi elang akan meningkat karena persaingan makanan berkurang.
    B. Populasi elang tidak akan terpengaruh karena elang makan hewan lain.
    C. Populasi elang akan menurun karena sumber makanan utamanya berkurang.
    D. Populasi elang akan bermigrasi mencari makanan baru.
    E. Populasi elang akan meningkat seiring dengan peningkatan populasi ular.

    • A. Populasi elang akan meningkat karena persaingan makanan berkurang.
    • B. Populasi elang tidak akan terpengaruh karena elang makan hewan lain.
    • C. Populasi elang akan menurun karena sumber makanan utamanya berkurang.
    • D. Populasi elang akan bermigrasi mencari makanan baru.
    • E. Populasi elang akan meningkat seiring dengan peningkatan populasi ular.
  13. Tina ingin membuat teh manis. Ia memanaskan air hingga mendidih, lalu memasukkan teh celup dan gula pasir ke dalamnya. Setelah itu, ia mengaduknya. Peristiwa apa yang menunjukkan perubahan fisika dalam proses pembuatan teh manis tersebut?
    A. Warna air berubah menjadi kecoklatan setelah teh celup dimasukkan.
    B. Gula pasir larut dalam air panas setelah diaduk.
    C. Air mendidih dan membentuk uap air.
    D. Aroma teh tercium menyebar di ruangan.
    E. Semua peristiwa di atas menunjukkan perubahan kimia.

    • A. Warna air berubah menjadi kecoklatan setelah teh celup dimasukkan.
    • B. Gula pasir larut dalam air panas setelah diaduk.
    • C. Air mendidih dan membentuk uap air.
    • D. Aroma teh tercium menyebar di ruangan.
    • E. Semua peristiwa di atas menunjukkan perubahan kimia.
  14. Di sebuah hutan, terjadi kebakaran yang sangat luas. Setelah kebakaran, area tersebut menjadi gersang dan sebagian besar tumbuhan serta hewan musnah. Dalam konteks suksesi ekologi, bagaimana Anda mengevaluasi kemungkinan dimulainya kehidupan baru di area tersebut?
    A. Suksesi primer akan terjadi karena tidak ada kehidupan tersisa.
    B. Suksesi sekunder akan terjadi karena masih ada benih atau spora di tanah.
    C. Tidak akan ada kehidupan baru karena tanah terlalu rusak.
    D. Hutan akan langsung pulih ke kondisi semula dalam beberapa bulan.
    E. Hanya jenis tumbuhan pionir yang bisa tumbuh di sana selamanya.

    • A. Suksesi primer akan terjadi karena tidak ada kehidupan tersisa.
    • B. Suksesi sekunder akan terjadi karena masih ada benih atau spora di tanah.
    • C. Tidak akan ada kehidupan baru karena tanah terlalu rusak.
    • D. Hutan akan langsung pulih ke kondisi semula dalam beberapa bulan.
    • E. Hanya jenis tumbuhan pionir yang bisa tumbuh di sana selamanya.
  15. Sekelompok siswa melakukan pengamatan terhadap berbagai sampel air dari kolam, sungai, dan danau menggunakan mikroskop. Mereka menemukan organisme bersel tunggal yang memiliki klorofil dan dapat bergerak menggunakan flagela. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, organisme ini paling tepat diklasifikasikan ke dalam kelompok…
    A. Bakteri (Monera)
    B. Jamur (Fungi)
    C. Alga (Protista)
    D. Hewan (Animalia)
    E. Tumbuhan (Plantae)

    • A. Bakteri (Monera)
    • B. Jamur (Fungi)
    • C. Alga (Protista)
    • D. Hewan (Animalia)
    • E. Tumbuhan (Plantae)
  16. Bayu sedang membantu ibunya membuat sirup. Ibu Bayu melarutkan gula dalam air panas hingga jenuh, lalu menambahkan perasa dan pewarna makanan. Ia menyarankan Bayu untuk tidak memanaskan sirup lagi setelah dingin karena bisa mengkristal kembali. Mengapa gula dapat mengkristal kembali jika sirup dipanaskan lagi setelah dingin dan kemudian didinginkan secara perlahan?
    A. Pemanasan ulang mengurangi kelarutan gula dalam air.
    B. Pemanasan ulang mengubah gula menjadi zat baru yang mudah mengkristal.
    C. Pemanasan ulang dapat menyebabkan penguapan air, meningkatkan konsentrasi gula melebihi batas kelarutan saat dingin.
    D. Pemanasan ulang memecah molekul gula, membuatnya lebih mudah mengkristal.
    E. Didinginkan secara perlahan memicu reaksi kimia pembentukan kristal.

    • A. Pemanasan ulang mengurangi kelarutan gula dalam air.
    • B. Pemanasan ulang mengubah gula menjadi zat baru yang mudah mengkristal.
    • C. Pemanasan ulang dapat menyebabkan penguapan air, meningkatkan konsentrasi gula melebihi batas kelarutan saat dingin.
    • D. Pemanasan ulang memecah molekul gula, membuatnya lebih mudah mengkristal.
    • E. Didinginkan secara perlahan memicu reaksi kimia pembentukan kristal.
  17. Sebuah eksperimen menguji pengaruh kadar garam terhadap pertumbuhan tanaman. Disediakan 3 pot tanaman sejenis dengan tanah dan jumlah air yang sama. Pot A diberi air biasa, Pot B diberi air dengan 0.5% garam, dan Pot C diberi air dengan 1% garam. Setelah 2 minggu, ditemukan Pot A tumbuh subur, Pot B agak layu, dan Pot C mati. Apa kesimpulan yang paling tepat dari eksperimen ini?
    A. Tanaman tersebut tidak dapat tumbuh di lingkungan bergaram.
    B. Kadar garam yang tinggi menghambat pertumbuhan tanaman.
    C. Air biasa adalah yang terbaik untuk semua jenis tanaman.
    D. Tanaman tersebut dapat beradaptasi dengan kadar garam rendah.
    E. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh jenis tanah.

    • A. Tanaman tersebut tidak dapat tumbuh di lingkungan bergaram.
    • B. Kadar garam yang tinggi menghambat pertumbuhan tanaman.
    • C. Air biasa adalah yang terbaik untuk semua jenis tanaman.
    • D. Tanaman tersebut dapat beradaptasi dengan kadar garam rendah.
    • E. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh jenis tanah.
  18. Mengapa klasifikasi makhluk hidup terus-menerus mengalami revisi dan pengembangan, bahkan dengan kemajuan teknologi modern seperti sekuensing DNA?
    A. Ilmuwan suka mengubah sistem klasifikasi tanpa alasan jelas.
    B. Makhluk hidup terus berevolusi dan menghasilkan spesies baru setiap saat.
    C. Adanya penemuan spesies baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan kekerabatan antarorganisme.
    D. Klasifikasi lama tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman.
    E. Sistem klasifikasi yang ada terlalu sederhana dan tidak bisa menampung keragaman.

    • A. Ilmuwan suka mengubah sistem klasifikasi tanpa alasan jelas.
    • B. Makhluk hidup terus berevolusi dan menghasilkan spesies baru setiap saat.
    • C. Adanya penemuan spesies baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan kekerabatan antarorganisme.
    • D. Klasifikasi lama tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman.
    • E. Sistem klasifikasi yang ada terlalu sederhana dan tidak bisa menampung keragaman.
  19. Sebuah ekosistem hutan sedang mengalami deforestasi (penebangan hutan). Jika Anda diminta untuk mengevaluasi dampak paling signifikan dari deforestasi terhadap siklus air global, manakah yang paling mungkin terjadi?
    A. Peningkatan laju infiltrasi air ke dalam tanah.
    B. Penurunan penguapan dan transpirasi, mengurangi pembentukan awan dan hujan lokal.
    C. Peningkatan kadar oksigen di atmosfer secara drastis.
    D. Penurunan suhu lingkungan secara signifikan.
    E. Peningkatan kelembaban udara secara keseluruhan.

    • A. Peningkatan laju infiltrasi air ke dalam tanah.
    • B. Penurunan penguapan dan transpirasi, mengurangi pembentukan awan dan hujan lokal.
    • C. Peningkatan kadar oksigen di atmosfer secara drastis.
    • D. Penurunan suhu lingkungan secara signifikan.
    • E. Peningkatan kelembaban udara secara keseluruhan.
  20. Dua jenis zat cair, X dan Y, dicampur. Zat X memiliki titik didih 80°C dan zat Y memiliki titik didih 100°C. Keduanya tidak saling bereaksi. Jika campuran dipanaskan secara perlahan hingga suhu 85°C, zat manakah yang akan lebih banyak menguap dan mengapa?
    A. Zat X, karena titik didihnya lebih rendah dari zat Y.
    B. Zat Y, karena titik didihnya lebih tinggi dari zat X.
    C. Keduanya menguap secara bersamaan dalam jumlah yang sama.
    D. Tidak ada yang menguap karena belum mencapai 100°C.
    E. Tidak dapat ditentukan tanpa informasi tambahan.

    • A. Zat X, karena titik didihnya lebih rendah dari zat Y.
    • B. Zat Y, karena titik didihnya lebih tinggi dari zat X.
    • C. Keduanya menguap secara bersamaan dalam jumlah yang sama.
    • D. Tidak ada yang menguap karena belum mencapai 100°C.
    • E. Tidak dapat ditentukan tanpa informasi tambahan.
  21. Sebuah keluarga membuang sisa makanan, daun-daun kering, dan potongan rumput ke dalam lubang di tanah. Beberapa minggu kemudian, mereka mengamati bahwa sampah-sampah tersebut mulai membusuk dan berubah menjadi kompos yang subur. Proses perubahan ini merupakan peran penting dari organisme dalam kategori…
    A. Produsen
    B. Konsumen primer
    C. Konsumen sekunder
    D. Dekomposer
    E. Predator puncak

    • A. Produsen
    • B. Konsumen primer
    • C. Konsumen sekunder
    • D. Dekomposer
    • E. Predator puncak

B. Isian Singkat

  1. Rudi mengukur panjang meja dengan satuan hasta, sementara Siti mengukurnya dengan satuan meter. Mengapa pengukuran Siti dianggap lebih baku dan konsisten secara internasional?
  2. Air di laut mati memiliki kadar garam yang sangat tinggi sehingga manusia bisa mengapung di permukaannya. Jika Anda membandingkan massa jenis air laut mati dengan massa jenis air tawar, bagaimana perbandingannya dan mengapa fenomena ini terjadi?
  3. Mengapa pengelompokan hewan berdasarkan makanannya (herbivora, karnivora, omnivora) disebut sebagai klasifikasi fungsional, bukan klasifikasi taksonomi berdasarkan kekerabatan genetik?
  4. Jika Anda menaruh es batu dalam segelas air, es akan mencair. Proses ini menyerap atau melepaskan kalor dari lingkungannya?
  5. Dalam sebuah ekosistem kebun, Anda mengamati kupu-kupu yang menghisap nektar bunga, ulat yang memakan daun, dan burung pipit yang memakan ulat. Identifikasi organisme yang berperan sebagai konsumen primer dan konsumen sekunder dalam rantai makanan ini.

C. Uraian

  1. Bayu ingin menentukan massa jenis sebuah batu tak beraturan. Ia memiliki gelas ukur, air, dan timbangan. Rancanglah langkah-langkah eksperimen yang sistematis dan jelaskan bagaimana ia dapat menghitung massa jenis batu tersebut.
  2. Klasifikasi makhluk hidup sangat penting dalam ilmu biologi. Jelaskan setidaknya dua manfaat utama dari klasifikasi makhluk hidup dalam konteks studi keanekaragaman hayati dan mengapa penamaan ilmiah (binomial nomenklatur) diperlukan.
  3. Jelaskan perbedaan mendasar antara perubahan fisika dan perubahan kimia. Berikan masing-masing dua contoh dari kehidupan sehari-hari yang bukan disebutkan dalam soal sebelumnya, dan analisis mengapa contoh-contoh tersebut termasuk dalam kategori perubahan fisika atau kimia.
  4. Pencemaran lingkungan adalah masalah serius. Pilih salah satu jenis pencemaran (misalnya, pencemaran air, udara, atau tanah). Kemudian, jelaskan tiga dampak negatif dari jenis pencemaran yang Anda pilih terhadap ekosistem dan kehidupan manusia, serta usulkan satu solusi inovatif yang dapat diterapkan di tingkat komunitas.
  5. Sebagai seorang peneliti muda, Anda diminta untuk merancang sebuah model atau diagram yang menggambarkan interaksi antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem kebun sekolah Anda. Identifikasi minimal tiga komponen biotik dan dua komponen abiotik, lalu jelaskan bagaimana masing-masing komponen tersebut saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain dalam ekosistem tersebut.

D. Menjodohkan

Pasangkan pernyataan A dengan jawaban B yang sesuai.

  • Mengukur massa gula menggunakan timbangan digital … (…)
  • Memisahkan campuran pasir dan kerikil … (…)

Kunci Jawaban & Pembahasan

A. Pilihan Ganda

  1. Perubahan warna daun
    Pembahasan: Tinggi tanaman, volume air, waktu pengamatan, dan jumlah daun dapat diukur secara kuantitatif dengan alat ukur standar. Perubahan warna daun yang dicatat secara visual masih bersifat kualitatif (misalnya, ‘agak hijau’, ‘sedikit kuning’) dan kurang presisi untuk analisis ilmiah yang kuat karena subjektif dan tidak memiliki skala numerik yang jelas. Untuk meningkatkan presisi, ilmuwan harus menggunakan alat seperti spektrofotometer untuk mengukur intensitas warna atau pigmen.
  2. Menghitung massa jenis kedua benda.
    Pembahasan: Konsep kunci yang menentukan benda tenggelam atau terapung dalam fluida adalah massa jenis relatif terhadap fluida tersebut. Benda akan tenggelam jika massa jenisnya lebih besar dari massa jenis air. Oleh karena itu, langkah paling krusial adalah menghitung massa jenis (massa/volume) masing-masing benda terlebih dahulu. Mengubah satuan penting, tetapi tujuannya adalah untuk perhitungan massa jenis.
  3. Cacing tanah, ikan lele (air); Belalang, kadal (darat).
    Pembahasan: Pertanyaan meminta pengelompokan berdasarkan habitat dan cara bergerak. Pilihan A mengelompokkan berdasarkan habitat (air vs. darat) yang secara implisit juga membedakan cara bergerak (berenang di air vs. bergerak di darat). Pilihan B berdasarkan ada/tidaknya tulang belakang (struktur tubuh), pilihan C terlalu spesifik pada cara gerak tanpa korelasi habitat yang jelas untuk dua kelompok utama, pilihan D berdasarkan jenis makanan (trofik), dan pilihan E berdasarkan reproduksi. Pilihan A paling sesuai dengan kriteria yang diminta untuk dua kelompok utama.
  4. Perubahan kimia karena terbentuk zat baru dengan sifat yang berbeda.
    Pembahasan: Proses pemanggangan kue melibatkan serangkaian reaksi kimia yang kompleks. Baking powder menghasilkan gas CO2 yang membuat kue mengembang, protein telur terdenaturasi dan berkoagulasi, serta gula mengalami karamelisasi. Semua ini menghasilkan zat-zat baru dengan struktur dan sifat kimia yang berbeda (misalnya, adonan mentah tidak bisa dimakan, kue matang bisa). Oleh karena itu, ini adalah contoh perubahan kimia yang signifikan.
  5. Mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan dan mengedukasi warga tentang 3M Plus.
    Pembahasan: Program yang efektif dan berkelanjutan harus mengatasi akar masalah. Genangan air adalah tempat nyamuk berkembang biak, dan sampah organik menarik lalat. Kerja bakti dan edukasi 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, dan Plus seperti menaburkan larvasida) langsung menargetkan sumber perkembangbiakan dan habitat serangga, serta meningkatkan kesadaran warga untuk bertindak proaktif. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa sementara, kelambu bersifat preventif personal, perangkap serangga hanya solusi sebagian, dan mengimpor predator alami mungkin memiliki dampak ekologis tak terduga.
  6. Kelompok 1
    Pembahasan: Akurasi menunjukkan seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Presisi menunjukkan seberapa dekat hasil pengukuran satu sama lain (konsistensi). Kelompok 1 memiliki nilai 50,2 g yang sangat dekat dengan nilai sebenarnya 50,1 g (akurat). Karena hanya ada satu data per kelompok, kita tidak bisa menilai presisi antar pengukuran dalam kelompok. Namun, jika ini diasumsikan sebagai perwakilan dari serangkaian pengukuran kelompok, Kelompok 1 menunjukkan akurasi terbaik.
  7. Efisiensi konversi energi yang lebih tinggi.
    Pembahasan: Efisiensi konversi energi adalah kemampuan suatu sistem untuk mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain dengan kehilangan seminimal mungkin. Lampu hemat energi mengubah sebagian besar energi listrik menjadi cahaya (energi yang diinginkan) dan sangat sedikit menjadi panas (energi yang terbuang), sehingga dikatakan memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan lampu pijar biasa yang banyak membuang energi sebagai panas.
  8. Peningkatan kesuburan tanah dan aktivitas biota tanah.
    Pembahasan: Pupuk organik terbuat dari bahan-bahan alami yang terurai dan menyediakan nutrisi bagi tanaman serta menjadi makanan bagi mikroorganisme tanah. Peningkatan aktivitas mikroorganisme akan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi, drainase, dan ketersediaan nutrisi, sehingga secara keseluruhan meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk organik justru mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
  9. Laju pelarutan gula.
    Pembahasan: Dalam sebuah eksperimen, variabel bebas adalah faktor yang sengaja diubah oleh peneliti (dalam kasus ini, suhu air). Variabel terikat adalah hasil atau respons yang diukur sebagai akibat dari perubahan variabel bebas (dalam kasus ini, seberapa cepat gula larut). Volume air, jumlah gula, dan jenis gula adalah variabel kontrol yang harus dijaga konstan agar perubahan yang diamati memang disebabkan oleh perubahan suhu.
  10. Kingdom Plantae (tumbuhan paku atau lumut)
    Pembahasan: Ciri-ciri ‘memiliki klorofil’ menunjukkan kemampuan fotosintesis, ‘tidak bergerak aktif’ mengarahkan pada organisme stasioner, dan ‘berkembang biak dengan spora’ adalah karakteristik umum tumbuhan tingkat rendah seperti paku dan lumut. Animalia tidak berklorofil, Fungi tidak berklorofil dan berkembang biak dengan spora tetapi bukan fotosintetik. Protista dan Monera mencakup organisme yang lebih sederhana dan beragam, tidak secara spesifik memiliki ketiga ciri tersebut secara bersamaan pada umumnya.
  11. Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air, membahayakan kehidupan akuatik lain.
    Pembahasan: Eutrofikasi, yaitu pertumbuhan alga yang sangat pesat, memang awalnya bisa menyediakan makanan, tetapi ketika alga tersebut mati dan diuraikan oleh dekomposer (bakteri), proses dekomposisi ini mengonsumsi sejumlah besar oksigen terlarut dalam air. Penurunan oksigen ini (hipoksia) akan membahayakan, bahkan membunuh organisme akuatik lain seperti ikan, krustasea, dan serangga air, menyebabkan penurunan biodiversitas secara drastis.
  12. Populasi elang akan menurun karena sumber makanan utamanya berkurang.
    Pembahasan: Dalam rantai makanan ini: Padi -> Tikus -> Ular -> Elang. Tikus adalah makanan ular, dan ular adalah makanan elang. Jika populasi tikus menurun drastis, maka populasi ular sebagai predator tikus juga akan berkurang karena kekurangan makanan. Akibatnya, elang yang memakan ular akan kesulitan mencari mangsa, sehingga populasi elang kemungkinan besar akan menurun dalam jangka panjang. Meskipun elang bisa makan hewan lain, ular adalah salah satu sumber makanan utama di ekosistem tersebut.
  13. Gula pasir larut dalam air panas setelah diaduk.
    Pembahasan: Perubahan fisika adalah perubahan wujud atau bentuk suatu zat tanpa menghasilkan zat baru. Gula pasir yang larut dalam air masih tetap gula, hanya wujudnya yang berubah dari padat menjadi terlarut. Air mendidih menjadi uap air juga perubahan fisika (perubahan wujud). Warna air berubah karena pigmen teh terekstrak (perubahan fisika), dan aroma menyebar adalah difusi (perubahan fisika). Namun, pelarutan gula secara langsung dan paling jelas menggambarkan perubahan fisika di mana zat asalnya tetap ada.
  14. Suksesi sekunder akan terjadi karena masih ada benih atau spora di tanah.
    Pembahasan: Kebakaran hutan, meskipun memusnahkan sebagian besar organisme hidup di permukaan, seringkali meninggalkan benih, spora, atau mikroorganisme di dalam tanah yang masih intak. Oleh karena itu, kehidupan baru akan dimulai dari sisa-sisa komunitas lama, yang disebut suksesi sekunder. Suksesi primer terjadi di area yang benar-benar baru tanpa kehidupan sebelumnya, seperti pulau vulkanik baru. Hutan tidak akan pulih dalam beberapa bulan dan bukan hanya pionir selamanya, karena akan terus berkembang.
  15. Alga (Protista)
    Pembahasan: Organisme bersel tunggal, memiliki klorofil (berfotosintesis), dan dapat bergerak (dengan flagela) adalah ciri khas alga uniseluler seperti Euglena atau Chlamydomonas, yang termasuk dalam Kingdom Protista. Bakteri ada yang fotosintetik tetapi umumnya tidak memiliki flagela seperti alga. Jamur tidak memiliki klorofil. Hewan dan Tumbuhan umumnya multiseluler, dan hewan tidak berklorofil.
  16. Pemanasan ulang dapat menyebabkan penguapan air, meningkatkan konsentrasi gula melebihi batas kelarutan saat dingin.
    Pembahasan: Pemanasan ulang sirup, terutama jika dilakukan terlalu lama, akan menyebabkan sebagian air menguap. Penguapan air ini akan meningkatkan konsentrasi gula dalam larutan. Ketika larutan yang lebih pekat ini didinginkan kembali (terutama jika perlahan), konsentrasi gula dapat melebihi batas kelarutan pada suhu dingin, sehingga gula akan mengkristal kembali (presipitasi).
  17. Kadar garam yang tinggi menghambat pertumbuhan tanaman.
    Pembahasan: Eksperimen ini jelas menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar garam, semakin buruk efeknya pada pertumbuhan tanaman (dari subur, layu, hingga mati). Ini mendukung kesimpulan bahwa kadar garam yang tinggi menghambat pertumbuhan tanaman. Pilihan A terlalu mutlak (belum tentu tidak dapat tumbuh sama sekali, mungkin hanya pada batas tertentu). Pilihan C generalisasi yang terlalu luas, hanya berlaku untuk tanaman ini. Pilihan D salah karena Pot B sudah layu. Pilihan E tidak relevan karena jenis tanah dijadikan variabel kontrol.
  18. Adanya penemuan spesies baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan kekerabatan antarorganisme.
    Pembahasan: Klasifikasi makhluk hidup adalah upaya ilmiah untuk mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan dan hubungan kekerabatan. Dengan adanya penemuan spesies baru (terutama di daerah yang belum terjamah) dan perkembangan teknologi seperti sekuensing DNA, kita dapat memahami hubungan evolusi dan genetik antarorganisme dengan lebih akurat. Informasi baru ini sering kali menunjukkan bahwa pengelompokan lama perlu direvisi agar lebih mencerminkan kekerabatan yang sebenarnya. Ini adalah proses ilmiah yang dinamis.
  19. Penurunan penguapan dan transpirasi, mengurangi pembentukan awan dan hujan lokal.
    Pembahasan: Pohon-pohon di hutan berperan besar dalam siklus air melalui transpirasi (pelepasan uap air dari daun) dan juga membantu penguapan dari tanah yang lembap. Deforestasi menghilangkan vegetasi ini, yang secara signifikan mengurangi jumlah air yang dilepaskan ke atmosfer. Akibatnya, pembentukan awan dan hujan lokal dapat berkurang, menyebabkan kekeringan di wilayah tersebut. Ini juga dapat meningkatkan limpasan permukaan dan erosi tanah, bukan infiltrasi. Pilihan lain tidak akurat secara ekologis.
  20. Zat X, karena titik didihnya lebih rendah dari zat Y.
    Pembahasan: Titik didih adalah suhu di mana tekanan uap suatu cairan sama dengan tekanan atmosfer, dan cairan mulai berubah menjadi gas secara massal. Namun, penguapan dapat terjadi pada suhu di bawah titik didih. Semakin rendah titik didih suatu zat, semakin mudah zat tersebut menguap pada suhu tertentu. Karena titik didih Zat X (80°C) lebih rendah dari Zat Y (100°C), pada suhu 85°C (yang sudah melampaui titik didih Zat X), Zat X akan menguap jauh lebih banyak dibandingkan Zat Y.
  21. Dekomposer
    Pembahasan: Sisa makanan, daun kering, dan potongan rumput adalah bahan organik mati. Organisme yang membusukkan (menguraikan) bahan organik mati menjadi zat-zat anorganik yang lebih sederhana adalah dekomposer (pengurai), seperti bakteri dan jamur. Proses ini sangat penting dalam siklus nutrisi di ekosistem, termasuk pembentukan kompos yang menyuburkan tanah.

B. Isian Singkat

  1. Pengukuran Siti dengan meter dianggap lebih baku karena meter adalah satuan standar internasional (SI) yang definisi panjangnya didasarkan pada fenomena fisika universal (kecepatan cahaya), sehingga menghasilkan nilai yang sama di mana pun dan oleh siapa pun, tidak seperti hasta yang bergantung pada panjang lengan individu.
  2. Massa jenis air laut mati lebih besar dibandingkan massa jenis air tawar. Fenomena ini terjadi karena tingginya kadar garam (zat terlarut) dalam air laut mati. Semakin banyak zat terlarut dalam volume air yang sama, semakin besar massa total larutan tersebut, sehingga massa jenisnya meningkat. Benda dapat mengapung jika massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis fluida di sekitarnya.
  3. Pengelompokan hewan berdasarkan makanannya adalah klasifikasi fungsional karena mengelompokkan organisme berdasarkan peran atau fungsi ekologisnya dalam rantai makanan, yaitu bagaimana mereka mendapatkan energi. Ini bukan klasifikasi taksonomi karena tidak selalu mencerminkan hubungan kekerabatan evolusioner atau genetik. Contohnya, gajah (herbivora) dan sapi (herbivora) berada dalam kelompok fungsional yang sama, tetapi tidak memiliki kekerabatan genetik yang lebih dekat dibandingkan gajah dengan harimau (karnivora).
  4. Proses pencairan es batu menyerap kalor dari lingkungannya. Kalor diserap dari air dan udara di sekitar es untuk memutuskan ikatan antarmolekul air dalam fase padat, sehingga es dapat berubah menjadi fase cair. Inilah mengapa air menjadi lebih dingin saat es mencair.
  5. Dalam rantai makanan ini: Kupu-kupu adalah konsumen primer (menghisap nektar bunga), ulat juga adalah konsumen primer (memakan daun). Burung pipit yang memakan ulat adalah konsumen sekunder.

C. Uraian (Contoh Jawaban)

  1. Untuk menentukan massa jenis batu tak beraturan, Bayu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
    1. **Mengukur Massa Batu:** Letakkan batu di atas timbangan digital dan catat massanya (misal dalam gram).
    2. **Mengukur Volume Air Awal:** Isi gelas ukur dengan sejumlah air (misalnya 100 mL) dan catat volume air awal (V1).
    3. **Mengukur Volume Air Setelah Batu Dimasukkan:** Masukkan batu secara perlahan ke dalam gelas ukur berisi air. Pastikan batu terendam sepenuhnya dan tidak ada gelembung udara yang menempel. Catat volume air yang baru (V2).
    4. **Menghitung Volume Batu:** Volume batu dihitung dengan mengurangi volume air awal dari volume air setelah batu dimasukkan: Volume batu (Vbatu) = V2 – V1.
    5. **Menghitung Massa Jenis Batu:** Massa jenis (ρ) dihitung menggunakan rumus ρ = massa / volume. Substitusikan massa batu yang telah diukur dan volume batu yang dihitung. Misalnya, jika massa batu 150 gram dan volume batu 50 mL, maka massa jenisnya adalah 150 g / 50 mL = 3 g/mL. Pastikan satuan massa dan volume konsisten (misalnya g/cm³ atau kg/m³).
  2. Dua manfaat utama klasifikasi makhluk hidup adalah:
    1. **Mempermudah Studi Keanekaragaman Hayati:** Dengan mengelompokkan organisme berdasarkan ciri-ciri dan kekerabatan, ilmuwan dapat mempelajari jutaan spesies yang ada di bumi secara lebih terorganisir. Ini membantu dalam mengidentifikasi, membandingkan, dan menganalisis sifat-sifat umum serta perbedaan antar kelompok organisme. Tanpa klasifikasi, mempelajari setiap spesies secara individual akan mustahil.
    2. **Menunjukkan Hubungan Kekerabatan dan Evolusi:** Klasifikasi modern tidak hanya mengelompokkan berdasarkan kemiripan fisik, tetapi juga berdasarkan hubungan evolusioner. Ini memungkinkan kita untuk memahami bagaimana spesies saling terkait, melacak sejarah evolusi kehidupan, dan memprediksi sifat-sifat organisme yang baru ditemukan berdasarkan posisinya dalam pohon kehidupan.

    **Penamaan ilmiah (binomial nomenklatur) diperlukan karena:**
    * **Universalitas:** Setiap spesies memiliki satu nama ilmiah yang diakui secara global (misalnya, *Homo sapiens* untuk manusia). Ini mencegah kebingungan yang disebabkan oleh nama-nama lokal atau umum yang berbeda di berbagai bahasa dan wilayah.
    * **Ketepatan dan Kejelasan:** Nama ilmiah terdiri dari dua bagian (genus dan spesies) yang memberikan identifikasi unik dan spesifik untuk setiap organisme, menghindari ambiguitas. Misalnya, kata ‘ikan’ bisa merujuk pada banyak spesies, tetapi *Lates calcarifer* secara spesifik merujuk pada satu spesies ikan kakap putih.

  3. Perbedaan mendasar antara perubahan fisika dan perubahan kimia terletak pada pembentukan zat baru. Perubahan fisika adalah perubahan wujud atau bentuk suatu zat tanpa menghasilkan zat baru, artinya komposisi kimianya tetap sama. Sementara itu, perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat dan komposisi kimia yang berbeda dari zat asalnya.

    **Contoh Perubahan Fisika:**
    1. **Air membeku menjadi es:** Ini adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat. Es masih tetap air (H₂O), hanya dalam bentuk yang berbeda. Tidak ada zat baru yang terbentuk, dan es bisa kembali menjadi air dengan memanaskannya.
    2. **Kertas dirobek:** Kertas yang dirobek menjadi potongan-potongan kecil tetaplah kertas. Komposisi kimianya tidak berubah, hanya bentuk fisiknya yang menjadi lebih kecil. Sifat-sifat dasar kertas (misalnya, mudah terbakar) tetap ada.

    **Contoh Perubahan Kimia:**
    1. **Pembakaran kayu:** Ketika kayu dibakar, ia menghasilkan abu, asap, dan gas karbon dioksida. Abu, asap, dan CO₂ adalah zat-zat baru dengan sifat kimia yang sangat berbeda dari kayu. Proses ini tidak dapat dibalikkan untuk mendapatkan kayu kembali.
    2. **Apel membusuk/menguning:** Apel yang membusuk atau menguning karena teroksidasi mengalami perubahan kimia. Terjadi reaksi antara zat-zat di dalam apel dengan oksigen dan mikroorganisme, menghasilkan zat-zat baru yang menyebabkan perubahan warna, tekstur, dan aroma. Apel yang busuk tidak dapat kembali menjadi segar.

  4. Saya memilih **Pencemaran Air**.

    **Tiga Dampak Negatif Pencemaran Air:**
    1. **Kerusakan Ekosistem Akuatik:** Limbah industri, pertanian (pestisida, pupuk kimia), dan domestik yang masuk ke perairan dapat mengubah kualitas air (pH, suhu, kadar oksigen), menyebabkan kematian massal ikan dan organisme air lainnya. Eutrofikasi akibat pupuk berlebih dapat memicu ledakan alga, yang saat mati menguras oksigen, merusak habitat dan keanekaragaman hayati.
    2. **Ancaman Kesehatan Manusia:** Air yang tercemar dapat menjadi sumber berbagai penyakit seperti diare, kolera, disentri, dan tifus jika dikonsumsi atau digunakan untuk sanitasi. Zat kimia berbahaya (misalnya logam berat) dapat terakumulasi dalam rantai makanan, masuk ke tubuh manusia, dan menyebabkan masalah kesehatan kronis seperti kerusakan organ atau kanker.
    3. **Kelangkaan Air Bersih:** Pencemaran air mengurangi ketersediaan air bersih yang layak konsumsi dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Banyak sumber air tawar menjadi tidak dapat digunakan, memaksa komunitas untuk mencari sumber air alternatif yang lebih mahal atau jauh, atau bahkan menghadapi krisis air.

    **Solusi Inovatif Tingkat Komunitas: Sistem Penyaring Air Berbasis Tanaman Lokal (Phytoremediation Komunal)**
    Solusi ini melibatkan pembangunan kolam-kolam buatan kecil atau saluran irigasi yang dilapisi dengan membran kedap air dan ditanami dengan jenis tanaman air lokal yang dikenal memiliki kemampuan phytoremediation (kemampuan menyerap polutan dari air, seperti eceng gondok atau melati air). Air limbah rumah tangga (setelah disaring kasar dari sampah padat) dialirkan melalui sistem kolam ini secara bertahap. Tanaman akan menyerap nutrisi berlebih (misalnya dari deterjen) dan beberapa polutan kimia. Mikroorganisme yang hidup di akar tanaman juga membantu mendegradasi zat-zat berbahaya. Air yang keluar dari sistem ini akan jauh lebih bersih dan dapat digunakan kembali untuk irigasi non-konsumsi atau dialirkan ke badan air alami dengan dampak minimal. Sistem ini berkelanjutan, murah dalam pemeliharaan, dan juga dapat menjadi taman edukasi bagi warga.

  5. Saya akan merancang diagram sederhana yang menunjukkan interaksi dalam ekosistem kebun sekolah.

    **Komponen Biotik:**
    1. **Tanaman (misalnya, bunga matahari, rumput):** Produsen, melakukan fotosintesis.
    2. **Serangga (misalnya, lebah, kupu-kupu, ulat):** Konsumen primer (lebah menghisap nektar, ulat memakan daun) dan juga membantu penyerbukan.
    3. **Burung (misalnya, burung pipit):** Konsumen sekunder (memakan serangga atau biji).

    **Komponen Abiotik:**
    1. **Matahari (Cahaya Matahari):** Sumber energi utama.
    2. **Tanah:** Media tumbuh, sumber nutrisi, tempat hidup organisme dekomposer.
    3. **Air:** Penting untuk fotosintesis, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup semua organisme.

    **Interaksi:**
    * **Matahari → Tanaman:** Cahaya matahari adalah energi utama yang digunakan tanaman untuk fotosintesis, mengubah energi cahaya menjadi energi kimia (makanan) dalam bentuk glukosa. Tanpa matahari, tanaman tidak bisa tumbuh.
    * **Tanaman → Serangga:** Serangga seperti ulat memakan bagian tanaman (konsumen primer), sedangkan lebah dan kupu-kupu mengambil nektar untuk makanan, sekaligus membantu penyerbukan bunga tanaman, yang penting untuk reproduksi tanaman.
    * **Serangga → Burung:** Burung memakan serangga (konsumen sekunder), mengontrol populasi serangga dan mendapatkan energi dari mereka. Burung juga dapat menyebarkan biji tanaman melalui fesesnya.
    * **Tanah → Tanaman:** Tanah menyediakan nutrisi esensial (seperti nitrogen, fosfor, kalium) dan air yang diserap oleh akar tanaman untuk pertumbuhannya. Kualitas tanah (kesuburan, pH, tekstur) sangat memengaruhi jenis dan kesehatan tanaman yang bisa tumbuh.
    * **Air → Semua Komponen Biotik:** Air adalah pelarut universal dan komponen vital bagi semua makhluk hidup. Tanaman menyerap air dari tanah, hewan meminum air, dan air juga berperan dalam proses metabolisme internal setiap organisme. Ketersediaan air sangat memengaruhi distribusi dan kelangsungan hidup spesies di kebun.

D. Menjodohkan

  • Mengukur massa gula menggunakan timbangan digital = Besaran Pokok Massa
  • Memisahkan campuran pasir dan kerikil = Penyaringan (filtrasi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *