Rangkuman Materi
Materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk kelas 7 SMP pada Kurikulum Merdeka dirancang untuk tidak hanya menyampaikan konsep dasar, tetapi juga mendorong siswa berpikir kritis dan analitis. Melalui pendekatan saintifik, siswa diajak untuk memahami fenomena alam di sekitar mereka, mulai dari keanekaragaman makhluk hidup, interaksi dalam ekosistem, hingga konsep dasar fisika seperti pengukuran, zat, dan energi. Pembelajaran IPA di jenjang ini menjadi fondasi penting bagi pemahaman sains yang lebih kompleks di jenjang berikutnya.
Dalam konteks ini, soal-soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) memegang peranan krusial. Soal HOTS dirancang untuk melampaui kemampuan mengingat atau memahami, melainkan menguji kemampuan siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan bahkan menciptakan solusi berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki. Ini mendorong siswa untuk berpikir lebih dalam, mengaplikasikan konsep dalam situasi baru, dan memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Contoh soal HOTS IPA Kelas 7 yang kami sajikan ini berfokus pada aplikasi konsep. Misalnya, siswa diminta menganalisis dampak perubahan lingkungan terhadap ekosistem lokal, mengevaluasi efektivitas metode pemisahan campuran dalam industri rumah tangga, atau merancang percobaan sederhana untuk membuktikan suatu hipotesis. Pendekatan ini memastikan bahwa siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi benar-benar memahami bagaimana ilmu pengetahuan bekerja dan relevansinya dalam dunia nyata.
Melalui latihan soal HOTS ini, diharapkan siswa kelas 7 dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial untuk sukses di era modern. Kemampuan menganalisis informasi, mengambil keputusan berdasarkan bukti, dan berinovasi menjadi kompetensi penting yang perlu diasah sejak dini. Mari kita jelajahi berbagai tipe soal HOTS yang menantang dan mendidik ini.
Latihan Soal HOTS
A. Pilihan Ganda
- Seorang siswa mengamati dua jenis tumbuhan di halaman sekolah. Tumbuhan A memiliki akar serabut, batang tidak bercabang, dan tulang daun sejajar. Tumbuhan B memiliki akar tunggang, batang bercabang, dan tulang daun menyirip. Jika siswa tersebut diminta untuk mengelompokkan kedua tumbuhan ini berdasarkan ciri-cirinya, manakah kesimpulan yang paling tepat untuk mengklasifikasikan kedua tumbuhan tersebut dalam sistem klasifikasi 5 kingdom?
- A. Tumbuhan A termasuk Monokotil, Tumbuhan B termasuk Dikotil, keduanya dalam Kingdom Plantae.
- B. Tumbuhan A dan B keduanya termasuk dalam Kingdom Plantae, namun Tumbuhan A lebih primitif daripada Tumbuhan B.
- C. Tumbuhan A termasuk dalam kelompok tumbuhan biji terbuka, sedangkan Tumbuhan B termasuk tumbuhan biji tertutup.
- D. Kedua tumbuhan tidak dapat diklasifikasikan dalam sistem 5 kingdom karena sistem tersebut hanya untuk mikroorganisme.
- E. Tumbuhan A termasuk kelompok tumbuhan paku, Tumbuhan B termasuk kelompok tumbuhan lumut, karena perbedaan akarnya.
- Di sebuah sawah, petani menggunakan pestisida secara berlebihan untuk membasmi hama tikus. Beberapa bulan kemudian, populasi burung hantu yang merupakan predator alami tikus, ikut menurun drastis. Berdasarkan skenario ini, bagaimana Anda mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan pestisida tersebut terhadap keseimbangan ekosistem sawah?
- A. Penggunaan pestisida efektif mengurangi hama tikus, sehingga meningkatkan hasil panen petani secara berkelanjutan.
- B. Populasi burung hantu menurun karena kekurangan makanan akibat tikus yang sudah habis, sehingga ekosistem tetap seimbang.
- C. Menurunnya populasi burung hantu akan menyebabkan peningkatan populasi serangga lain yang sebelumnya dimakan burung hantu, menciptakan masalah hama baru.
- D. Pestisida hanya berdampak pada tikus, tidak pada burung hantu, sehingga penurunan burung hantu disebabkan oleh faktor lain.
- E. Keseimbangan ekosistem tidak terganggu karena petani dapat mencari predator tikus pengganti burung hantu.
- Sebuah restoran cepat saji ingin mengurangi limbah plastik dari kemasan minuman. Saat ini mereka menggunakan gelas plastik sekali pakai. Jika Anda diminta untuk merancang alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan namun tetap praktis dan higienis, manakah dari pilihan berikut yang merupakan solusi paling inovatif dan aplikatif?
- A. Mengganti gelas plastik dengan gelas kaca agar bisa dicuci dan dipakai ulang oleh pelanggan.
- B. Menyediakan gelas plastik yang lebih tebal dan meminta pelanggan membawanya kembali untuk diisi ulang.
- C. Mengembangkan sistem kemasan minuman yang dapat dikonsumsi (edible packaging) dari bahan alami seperti agar-agar atau rumput laut.
- D. Menganjurkan pelanggan untuk membawa tumbler sendiri dengan memberikan diskon khusus setiap pembelian.
- E. Menggunakan gelas kertas yang dilapisi plastik di bagian dalamnya, meskipun masih mengandung plastik.
- Ayah Rani ingin membuat kopi. Ia menuangkan air panas ke dalam cangkir berisi bubuk kopi dan gula. Kemudian ia mengaduknya. Setelah beberapa saat, bubuk kopi mengendap di dasar cangkir, sementara gula larut sempurna. Mengapa bubuk kopi mengendap tetapi gula larut sempurna dalam air panas tersebut?
- A. Bubuk kopi adalah zat padat, sedangkan gula adalah zat cair yang mudah bercampur dengan air.
- B. Gula adalah zat terlarut, sementara bubuk kopi adalah zat tersuspensi karena ukuran partikelnya lebih besar dan tidak membentuk larutan sejati.
- C. Suhu air yang panas hanya mempengaruhi kelarutan gula, tidak mempengaruhi kelarutan bubuk kopi.
- D. Bubuk kopi memiliki massa jenis lebih besar daripada air, sedangkan gula memiliki massa jenis yang sama dengan air.
- E. Kedua zat tersebut sebenarnya larut, hanya saja bubuk kopi membutuhkan waktu lebih lama untuk larut sempurna.
- Sebuah perusahaan minuman kemasan mengklaim produknya mengandung 100% buah asli dan tanpa pengawet. Namun, setelah kemasan dibuka dan dibiarkan di suhu ruang selama 2 hari, minuman tersebut mulai berbau asam dan muncul buih. Jika Anda adalah seorang ilmuwan, bagaimana Anda mengevaluasi klaim perusahaan tersebut berdasarkan pengamatan ini?
- A. Klaim perusahaan benar, perubahan terjadi karena kontaminasi udara setelah kemasan dibuka.
- B. Klaim perusahaan salah, karena minuman yang 100% buah asli dan tanpa pengawet tidak akan rusak secepat itu.
- C. Perubahan minuman menjadi asam dan berbusa menunjukkan adanya proses fermentasi oleh mikroorganisme, yang sesuai jika tidak ada pengawet.
- D. Kemungkinan perusahaan menggunakan pengawet alami yang efeknya hilang setelah 2 hari.
- E. Perusahaan harus memberikan instruksi yang lebih jelas tentang penyimpanan setelah kemasan dibuka.
- Lingkungan sekitar rumah Budi sering tergenang air saat musim hujan. Hal ini menyebabkan banyak nyamuk berkembang biak dan berpotensi menyebarkan penyakit demam berdarah. Jika Anda diminta merancang sebuah model sederhana untuk mengatasi masalah genangan air dan populasi nyamuk secara berkelanjutan tanpa menggunakan bahan kimia, ide manakah yang paling efektif dan berwawasan lingkungan?
- A. Menaburkan bubuk abate di setiap genangan air setiap minggu.
- B. Menutup semua penampungan air dan membersihkan saluran air secara rutin (3M Plus), serta menanam tanaman pengusir nyamuk.
- C. Memelihara ikan cupang di setiap genangan air untuk memakan jentik nyamuk.
- D. Memasang perangkap nyamuk elektrik di setiap sudut rumah.
- E. Menyemprotkan insektisida ke seluruh area yang tergenang air setiap hari.
- Perhatikan data pengukuran suhu berikut yang dilakukan oleh empat siswa pada segelas air:
– Siswa A: 25.0 °C
– Siswa B: 24.8 °C
– Siswa C: 25.1 °C
– Siswa D: 27.0 °C
Jika diketahui suhu air yang sebenarnya adalah 25.0 °C, siswa manakah yang hasil pengukurannya paling akurat tetapi kurang presisi, dan siswa mana yang paling presisi tetapi kurang akurat? (Asumsikan alat ukur yang digunakan sama dan pembacaan dilakukan dengan benar).- A. Akurat: Siswa A; Presisi: Siswa D
- B. Akurat: Siswa D; Presisi: Siswa A
- C. Akurat: Siswa A; Presisi: Tidak ada karena semua nilainya berbeda.
- D. Akurat: Siswa A; Tidak ada yang presisi karena hanya satu data.
- E. Akurat: Siswa C; Presisi: Siswa B
- Budi dan Andi sedang mendaki gunung. Budi membawa bekal makanan dalam wadah plastik bening, sedangkan Andi membawa bekal dalam termos hampa udara. Setelah beberapa jam mendaki di bawah terik matahari, Budi merasa bekal makanannya menjadi lebih hangat dibandingkan bekal Andi. Mengapa hal ini terjadi?
- A. Wadah plastik bening menyerap panas lebih baik daripada termos hampa udara.
- B. Termos hampa udara terbuat dari bahan isolator panas yang baik, sedangkan plastik bening bersifat konduktor panas.
- C. Hampa udara pada termos mencegah perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi, sementara wadah plastik memungkinkan ketiga jenis perpindahan kalor.
- D. Wadah plastik bening memantulkan panas lebih sedikit, sedangkan termos hampa udara memantulkan panas lebih banyak.
- E. Bekal Budi lebih banyak mengandung air sehingga lebih cepat panas, sedangkan bekal Andi kering.
- Sebuah eksperimen dilakukan untuk menguji kelarutan garam dapur (NaCl) dalam air pada suhu yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu air, semakin banyak garam yang dapat larut. Jika Anda diminta untuk mengevaluasi apakah hasil eksperimen ini konsisten dengan prinsip kelarutan zat padat dalam pelarut cair, manakah kesimpulan terbaik yang bisa Anda buat?
- A. Hasil eksperimen tidak konsisten, karena kelarutan garam seharusnya menurun pada suhu tinggi.
- B. Hasil eksperimen konsisten, karena secara umum kelarutan zat padat akan meningkat seiring kenaikan suhu.
- C. Hasil eksperimen tidak dapat dievaluasi karena tidak ada data tentang tekanan.
- D. Hasil eksperimen konsisten, tetapi hanya berlaku untuk garam dapur, bukan semua zat padat.
- E. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa garam dapur adalah zat yang unik karena kelarutannya tidak dipengaruhi suhu.
- Sebuah kota sedang menghadapi masalah polusi udara yang parah akibat asap kendaraan bermotor dan industri. Wali kota meminta Anda untuk membuat usulan kebijakan yang paling inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas udara kota dalam jangka panjang. Usulan manakah yang paling memenuhi kriteria tersebut?
- A. Membatasi penggunaan kendaraan pribadi di hari-hari tertentu dan memberlakukan denda bagi pelanggar.
- B. Membangun lebih banyak taman kota dan hutan kota, serta menggalakkan penggunaan transportasi umum bertenaga listrik.
- C. Memindahkan seluruh pabrik industri ke luar kota dan melarang semua kendaraan bermotor.
- D. Membagikan masker N95 gratis kepada seluruh warga kota setiap hari.
- E. Mendorong masyarakat untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama, tetapi tidak menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai.
- Seorang ilmuwan mengamati bahwa di suatu ekosistem hutan, populasi rusa meningkat pesat karena berkurangnya predator alami seperti harimau. Peningkatan populasi rusa ini kemudian menyebabkan kerusakan parah pada vegetasi hutan dan kekurangan makanan bagi herbivora lainnya. Jika Anda diminta untuk menganalisis dampak ini, manakah yang paling mungkin terjadi pada ekosistem tersebut dalam jangka panjang?
- A. Ekosistem akan mencapai keseimbangan baru dengan populasi rusa yang lebih tinggi dan vegetasi yang lebih adaptif.
- B. Populasi rusa akan terus meningkat tanpa batas, dan vegetasi akan pulih kembali dengan cepat.
- C. Populasi rusa akan mengalami kelaparan massal dan menurun drastis karena sumber makanan habis, diikuti oleh ketidakseimbangan ekosistem lainnya.
- D. Herbivora lain akan berkembang biak lebih cepat karena adanya kompetisi makanan yang meningkat.
- E. Predator alami lainnya akan bermigrasi ke ekosistem tersebut untuk memangsa rusa yang berlebihan.
- Rina melakukan percobaan pemisahan campuran pasir dan serbuk besi menggunakan magnet. Dia menemukan bahwa magnet dapat menarik serbuk besi, meninggalkan pasir. Jika Rina ingin mengevaluasi metode ini dari segi efektivitas pemisahan zat, manakah pernyataan berikut yang paling tepat?
- A. Metode ini sangat efektif untuk semua jenis campuran padat-padat.
- B. Metode ini efektif hanya jika salah satu komponen campuran bersifat magnetik dan yang lainnya tidak.
- C. Metode ini tidak efektif karena tidak dapat memisahkan pasir dan serbuk besi secara sempurna.
- D. Metode ini efektivitasnya bergantung pada ukuran partikel serbuk besi, bukan sifat magnetiknya.
- E. Metode ini lebih efektif daripada sublimasi untuk memisahkan serbuk besi dari pasir.
- Jika Anda adalah seorang ilmuwan lingkungan yang bertugas merancang sebuah komunitas perumahan yang ‘zero waste’ atau tanpa limbah, bagaimana Anda akan menciptakan sistem pengelolaan limbah yang paling komprehensif dan efisien untuk mencapai tujuan tersebut?
- A. Menyediakan tempat sampah terpisah untuk setiap jenis sampah (organik, anorganik, B3) dan mengangkutnya ke TPA setiap hari.
- B. Menerapkan sistem daur ulang terpusat untuk semua sampah anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan mendaur ulang air limbah untuk irigasi.
- C. Mewajibkan setiap rumah tangga untuk membakar sampahnya sendiri untuk mengurangi volume limbah.
- D. Hanya mengizinkan penggunaan produk yang dapat terurai secara alami (biodegradable) di dalam komunitas.
- E. Mengurangi jumlah konsumsi barang di setiap rumah tangga hingga tidak ada sampah yang dihasilkan sama sekali.
- Di sebuah sungai, terjadi tumpahan minyak yang sangat besar akibat kebocoran kapal tanker. Tumpahan minyak ini menutupi permukaan air dan menyebabkan kematian banyak organisme air. Mengapa tumpahan minyak dapat menyebabkan dampak yang begitu parah pada ekosistem sungai?
- A. Minyak panas yang tumpah menyebabkan suhu air meningkat drastis dan membunuh organisme.
- B. Minyak yang tumpah langsung meracuni semua organisme air secara instan.
- C. Lapisan minyak di permukaan air menghalangi masuknya oksigen ke dalam air dan menghambat fotosintesis tumbuhan air, menyebabkan kekurangan oksigen dan makanan.
- D. Minyak membuat air menjadi lebih pekat, sehingga organisme sulit bergerak dan tenggelam.
- E. Minyak menyebabkan perubahan warna air, yang membuat ikan sulit mencari makan.
- Seorang koki sedang menyiapkan makanan. Ia mengamati bahwa saat merebus air untuk membuat sup, gelembung-gelembung udara mulai terbentuk di dasar panci sebelum air mendidih. Ketika air mendidih, gelembung-gelembung tersebut naik ke permukaan dan pecah. Bagaimana Anda dapat mengevaluasi fenomena pembentukan gelembung ini?
- A. Gelembung yang terbentuk sebelum mendidih adalah uap air yang menguap dari dasar panci.
- B. Gelembung yang terbentuk sebelum mendidih adalah udara terlarut dalam air yang keluar karena peningkatan suhu, sedangkan gelembung saat mendidih adalah uap air.
- C. Semua gelembung yang terbentuk adalah uap air, hanya saja ukurannya berbeda sebelum dan saat mendidih.
- D. Gelembung sebelum mendidih adalah kotoran dalam air yang mengumpul, bukan udara.
- E. Proses pembentukan gelembung tidak ada hubungannya dengan suhu air, melainkan tekanan atmosfer.
- Di musim kemarau panjang, beberapa daerah mengalami kelangkaan air bersih. Jika Anda adalah seorang insinyur lingkungan, bagaimana Anda akan menciptakan sistem pengolahan air sederhana yang dapat mengubah air sungai yang keruh menjadi air bersih yang layak konsumsi untuk masyarakat setempat?
- A. Cukup dengan merebus air sungai selama 30 menit untuk membunuh bakteri.
- B. Membuat bak penampungan besar dan membiarkan endapan kotoran turun secara alami selama beberapa hari.
- C. Merancang sistem filtrasi berlapis menggunakan pasir, kerikil, arang, dan ijuk, diikuti dengan penjernihan menggunakan tawas dan kaporit.
- D. Menggunakan teknologi distilasi air berskala besar yang membutuhkan banyak energi.
- E. Membangun sumur bor baru yang dalam agar mendapatkan air tanah.
- Sebuah kota besar mengalami fenomena ‘pulau panas perkotaan’ (urban heat island), di mana suhu di pusat kota lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh banyak bangunan beton, jalanan aspal, dan minimnya ruang hijau. Jika Anda diminta untuk menganalisis dampak suhu tinggi ini terhadap kesehatan warga kota, manakah pernyataan yang paling akurat?
- A. Peningkatan suhu hanya menyebabkan ketidaknyamanan minor dan tidak berdampak serius pada kesehatan.
- B. Suhu yang lebih tinggi meningkatkan risiko dehidrasi dan heatstroke, terutama pada lansia dan anak-anak, serta memperburuk masalah pernapasan.
- C. Suhu tinggi akan membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit, sehingga kesehatan warga justru membaik.
- D. Fenomena ini hanya berdampak pada penggunaan energi listrik untuk pendingin ruangan, bukan kesehatan.
- E. Warga kota akan beradaptasi dengan suhu tinggi sehingga tidak ada dampak signifikan pada kesehatan jangka panjang.
- Dalam sebuah percobaan, dua gelas berisi air dengan volume yang sama, Gelas A diisi air suhu 20°C dan Gelas B diisi air suhu 80°C. Kemudian, ke dalam masing-masing gelas dimasukkan satu sendok teh gula. Gula di Gelas B larut lebih cepat daripada di Gelas A. Bagaimana Anda mengevaluasi peran suhu dalam proses pelarutan ini?
- A. Suhu hanya mempercepat gerakan molekul air, tidak ada efek pada partikel gula.
- B. Suhu tinggi meningkatkan energi kinetik molekul air dan gula, sehingga tumbukan antar partikel lebih sering dan efektif, mempercepat proses pelarutan.
- C. Suhu rendah membuat ikatan antar molekul air menjadi lebih kuat, sehingga gula sulit masuk.
- D. Perbedaan kecepatan larut bukan karena suhu, melainkan karena perbedaan tekanan di kedua gelas.
- E. Gula memiliki sifat khusus sehingga hanya bisa larut dengan cepat pada suhu tinggi.
- Seorang ilmuwan menemukan spesies tanaman baru di hutan hujan tropis yang memiliki kemampuan unik untuk menyerap polutan karbon dioksida sepuluh kali lebih banyak daripada tanaman biasa. Jika Anda ditugaskan untuk menciptakan strategi nasional yang memanfaatkan penemuan ini untuk mengatasi perubahan iklim, manakah rencana yang paling visioner dan berdampak besar?
- A. Mulai menanam tanaman ini di kebun-kebun pribadi sebagai hiasan.
- B. Menjual bibit tanaman ini secara komersial untuk keuntungan perusahaan.
- C. Mengembangkan program reboisasi besar-besaran dengan spesies tanaman ini di seluruh wilayah yang rentan terhadap deforestasi dan polusi udara.
- D. Melakukan penelitian lebih lanjut selama 20 tahun untuk memahami sepenuhnya potensinya sebelum bertindak.
- E. Melarang penebangan hutan dan mewajibkan penanaman tanaman ini di setiap lahan kosong, tanpa pertimbangan ekologis lainnya.
- Pak Budi membuang sampah organik (sisa makanan, daun-daunan) ke dalam lubang di tanah setiap hari, sementara Bu Siti membakar sampah anorganik (plastik, styrofoam) di halaman rumahnya. Dari perspektif pengelolaan limbah dan dampak lingkungan, bagaimana Anda menganalisis kedua tindakan tersebut?
- A. Kedua tindakan sama-sama baik karena mengurangi volume sampah di tempat penampungan akhir.
- B. Tindakan Pak Budi lebih baik karena sampah organik akan terurai secara alami dan menyuburkan tanah, sementara tindakan Bu Siti menghasilkan polusi udara.
- C. Tindakan Bu Siti lebih baik karena membakar sampah menghilangkan bakteri penyebab penyakit.
- D. Kedua tindakan sama-sama buruk karena tidak ada yang mendaur ulang sampah.
- E. Tindakan Pak Budi dapat menyebabkan tanah menjadi asam, sedangkan tindakan Bu Siti tidak berbahaya jika dilakukan di tempat terbuka.
B. Isian Singkat
- Fenomena gunung meletus mengeluarkan abu vulkanik yang menutupi tanaman dan sumber air. Analisislah dampak langsung fenomena ini terhadap rantai makanan di sekitar gunung tersebut!
- Dalam sebuah ekosistem air tawar, jika populasi fitoplankton (produsen) menurun drastis karena pencemaran, jelaskan bagaimana hal ini akan memengaruhi populasi ikan herbivora dan ikan karnivora?
- Jika Anda memiliki campuran air, minyak goreng, dan pasir, bagaimana langkah paling efektif untuk memisahkan ketiga komponen tersebut secara berurutan?
- Sebuah botol minuman yang baru dikeluarkan dari kulkas akan terlihat embun di bagian luarnya. Mengapa fenomena ini terjadi?
- Sebutkan minimal tiga tindakan konkret yang dapat kamu lakukan di rumah untuk mengurangi dampak pemanasan global yang dimulai dari skala terkecil di rumahmu!
C. Uraian
- Bayangkan Anda adalah seorang ahli konservasi lingkungan yang menemukan adanya tumpahan limbah pabrik ke sungai yang mengalir melalui desa. Limbah ini mengandung zat kimia berbahaya yang menyebabkan ikan-ikan mati dan air sungai tidak layak dikonsumsi. Rancanglah sebuah rencana tindakan darurat dan jangka panjang yang komprehensif untuk mengatasi masalah ini, mulai dari langkah awal hingga pemulihan ekosistem dan pencegahan di masa depan!
- Seorang siswa mengamati bahwa tanaman di pot A yang diletakkan di dekat jendela tumbuh lebih tinggi dan berdaun hijau gelap, sedangkan tanaman di pot B yang diletakkan di sudut ruangan yang gelap tumbuh lebih pendek dan berdaun kuning pucat. Evaluasilah perbedaan pertumbuhan kedua tanaman ini berdasarkan konsep kebutuhan dasar makhluk hidup dan faktor lingkungan!
- Desa ‘Hijau Makmur’ ingin mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai secara drastis untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai kepala desa, Anda ditugaskan untuk menciptakan program inovatif yang melibatkan seluruh warga agar tujuan ini tercapai secara berkelanjutan. Rancanglah tiga ide program beserta mekanisme pelaksanaannya!
- Sebuah eksperimen dilakukan untuk menguji apakah jenis tanah memengaruhi pertumbuhan tanaman tomat. Dua pot tanaman tomat ditanam: Pot X dengan tanah liat dan Pot Y dengan tanah humus. Kedua pot disiram dengan volume air yang sama setiap hari dan diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari cukup. Setelah 3 minggu, tanaman di Pot Y tumbuh lebih subur dibandingkan di Pot X. Analisislah mengapa hal ini bisa terjadi, dengan mempertimbangkan sifat-sifat fisik tanah!
- Anda melihat laporan berita bahwa populasi lebah madu di seluruh dunia menurun drastis. Berdasarkan pengetahuan Anda tentang ekosistem dan peran makhluk hidup, bagaimana Anda mengevaluasi dampak jangka panjang dari penurunan populasi lebah ini terhadap kehidupan manusia dan keberlangsungan ekosistem global?
D. Menjodohkan
Pasangkan pernyataan A dengan jawaban B yang sesuai.
- Pengukuran suhu suatu benda dengan termometer. … (…)
- Menganalisis data pertumbuhan tanaman pada kondisi cahaya yang berbeda. … (…)
- Mengevaluasi efektivitas filter air sederhana untuk menjernihkan air sungai. … (…)
- Merancang model ekosistem buatan di dalam akuarium. … (…)
Kunci Jawaban & Pembahasan
A. Pilihan Ganda
- Tumbuhan A termasuk Monokotil, Tumbuhan B termasuk Dikotil, keduanya dalam Kingdom Plantae.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) ciri-ciri morfologi tumbuhan dan mengaitkannya dengan sistem klasifikasi. Tumbuhan A memiliki ciri monokotil (akar serabut, batang tidak bercabang, tulang daun sejajar) dan Tumbuhan B ciri dikotil (akar tunggang, batang bercabang, tulang daun menyirip). Keduanya adalah bagian dari Kingdom Plantae. - Menurunnya populasi burung hantu akan menyebabkan peningkatan populasi serangga lain yang sebelumnya dimakan burung hantu, menciptakan masalah hama baru.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mengevaluasi (C5) dampak suatu tindakan terhadap keseimbangan ekosistem. Penggunaan pestisida berlebihan tidak hanya membunuh hama target, tetapi juga predator alami (burung hantu) melalui rantai makanan atau keracunan. Menurunnya predator alami akan mengganggu jaring-jaring makanan dan berpotensi memicu ledakan populasi organisme lain yang sebelumnya dikontrol oleh predator tersebut, menciptakan masalah hama baru atau ketidakseimbangan ekosistem. - Mengembangkan sistem kemasan minuman yang dapat dikonsumsi (edible packaging) dari bahan alami seperti agar-agar atau rumput laut.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mencipta (C6) solusi inovatif. Pilihan lain seperti gelas kaca atau tumbler adalah upaya reduksi dan reuse, namun edible packaging adalah terobosan yang menghilangkan limbah kemasan secara total dan menggunakan bahan alami, menunjukkan tingkat kreativitas dan inovasi yang lebih tinggi dalam konteks mengurangi limbah. - Gula adalah zat terlarut, sementara bubuk kopi adalah zat tersuspensi karena ukuran partikelnya lebih besar dan tidak membentuk larutan sejati.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) perbedaan sifat larutan dan suspensi. Gula larut sempurna karena membentuk larutan homogen, partikelnya terdispersi secara molekuler. Bubuk kopi tidak larut melainkan tersuspensi, partikelnya cukup besar sehingga dapat mengendap seiring waktu. Ini membedakan antara larutan dan suspensi, konsep penting dalam pengelompokan zat. - Perubahan minuman menjadi asam dan berbusa menunjukkan adanya proses fermentasi oleh mikroorganisme, yang sesuai jika tidak ada pengawet.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mengevaluasi (C5) klaim berdasarkan bukti ilmiah. Fermentasi oleh mikroorganisme (bakteri atau ragi) yang menghasilkan asam dan gas (buih) adalah proses alami yang terjadi pada bahan organik seperti jus buah jika tidak ada pengawet dan terpapar udara. Ini justru mendukung klaim ‘tanpa pengawet’ karena menunjukkan kerentanan produk terhadap pembusukan alami. - Menutup semua penampungan air dan membersihkan saluran air secara rutin (3M Plus), serta menanam tanaman pengusir nyamuk.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mencipta (C6) solusi masalah lingkungan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pilihan ini menggabungkan tindakan preventif (3M Plus) dengan solusi alami (tanaman pengusir nyamuk), yang secara holistik mengatasi sumber masalah (genangan air sebagai tempat perkembangbiakan) dan mengusir nyamuk tanpa bahan kimia berbahaya. Pilihan lain kurang berkelanjutan, menggunakan bahan kimia, atau hanya mengatasi sebagian kecil masalah. - Akurat: Siswa A; Presisi: Tidak ada karena semua nilainya berbeda.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) konsep akurasi dan presisi dalam pengukuran. Akurasi adalah kedekatan nilai pengukuran dengan nilai sebenarnya. Siswa A (25.0 °C) paling akurat karena nilainya sama persis dengan suhu sebenarnya. Presisi adalah kedekatan antar nilai pengukuran yang berulang. Karena hanya ada satu data pengukuran untuk setiap siswa, kita tidak dapat mengevaluasi presisi dari data yang diberikan. Namun, dalam konteks pilihan yang ada, ‘Tidak ada’ atau ‘hanya satu data’ adalah jawaban yang paling tepat untuk presisi jika tidak ada data berulang. Pilihan yang paling mendekati adalah yang menyatakan Siswa A akurat dan tidak ada yang presisi. - Hampa udara pada termos mencegah perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi, sementara wadah plastik memungkinkan ketiga jenis perpindahan kalor.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) prinsip perpindahan kalor (konduksi, konveksi, radiasi) dan penerapannya pada termos. Termos hampa udara dirancang untuk meminimalkan perpindahan kalor melalui semua mekanisme: ruang hampa mencegah konduksi dan konveksi, lapisan perak pada dinding dalamnya mengurangi radiasi. Wadah plastik bening tidak memiliki isolasi yang efektif sehingga kalor dari lingkungan (terik matahari) dapat dengan mudah berpindah melalui konduksi (plastik), konveksi (udara di sekitar wadah), dan radiasi (menembus plastik). - Hasil eksperimen konsisten, karena secara umum kelarutan zat padat akan meningkat seiring kenaikan suhu.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mengevaluasi (C5) hasil eksperimen berdasarkan prinsip ilmiah. Umumnya, kelarutan zat padat dalam pelarut cair akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu. Ini karena energi kinetik partikel pelarut dan zat terlarut meningkat, memungkinkan lebih banyak tumbukan dan pemisahan partikel zat terlarut dari kisi kristalnya. - Membangun lebih banyak taman kota dan hutan kota, serta menggalakkan penggunaan transportasi umum bertenaga listrik.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mencipta (C6) solusi kebijakan yang inovatif dan berkelanjutan. Pilihan ini menggabungkan dua pendekatan efektif: penyerapan polutan oleh tumbuhan (taman/hutan kota) dan pengurangan emisi dari sumbernya (transportasi listrik). Ini adalah solusi holistik yang mengatasi masalah dari berbagai sisi secara jangka panjang. Pilihan lain mungkin efektif sebagian, tetapi kurang inovatif atau tidak berkelanjutan secara komprehensif. - Populasi rusa akan mengalami kelaparan massal dan menurun drastis karena sumber makanan habis, diikuti oleh ketidakseimbangan ekosistem lainnya.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) dinamika populasi dan keseimbangan ekosistem. Peningkatan populasi suatu spesies tanpa kontrol predator akan menyebabkan overgrazing (kerusakan vegetasi) dan kehabisan sumber daya, yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan drastis populasi tersebut karena kelaparan. Ini juga akan memengaruhi spesies lain dalam ekosistem. - Metode ini efektif hanya jika salah satu komponen campuran bersifat magnetik dan yang lainnya tidak.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mengevaluasi (C5) efektivitas suatu metode pemisahan campuran. Pemisahan magnetik hanya dapat dilakukan jika ada perbedaan sifat kemagnetan yang signifikan antar komponen campuran. Dalam kasus ini, serbuk besi bersifat magnetik sedangkan pasir tidak, sehingga metode ini efektif. Namun, efektivitas ini tidak berlaku universal untuk semua campuran padat-padat. - Menerapkan sistem daur ulang terpusat untuk semua sampah anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan mendaur ulang air limbah untuk irigasi.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mencipta (C6) sistem yang komprehensif untuk ‘zero waste’. Pilihan ini mencakup 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara aktif dan mengintegrasikan pengelolaan air limbah. Pengolahan kompos untuk organik, daur ulang untuk anorganik, dan daur ulang air limbah adalah strategi yang paling menyeluruh dan efisien untuk mendekati ‘zero waste’. Pilihan lain kurang komprehensif, tidak praktis, atau bahkan merugikan lingkungan. - Lapisan minyak di permukaan air menghalangi masuknya oksigen ke dalam air dan menghambat fotosintesis tumbuhan air, menyebabkan kekurangan oksigen dan makanan.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) dampak pencemaran lingkungan. Lapisan minyak di permukaan air mencegah difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air, sehingga kadar oksigen terlarut menurun (hipoksia). Selain itu, cahaya matahari terhalang, menghambat fotosintesis fitoplankton dan tumbuhan air lainnya yang merupakan produsen utama, mengganggu rantai makanan. - Gelembung yang terbentuk sebelum mendidih adalah udara terlarut dalam air yang keluar karena peningkatan suhu, sedangkan gelembung saat mendidih adalah uap air.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mengevaluasi (C5) fenomena fisika terkait zat dan suhu. Air selalu mengandung gas terlarut (udara). Ketika air dipanaskan, kelarutan gas dalam air menurun, sehingga gas terlarut akan keluar membentuk gelembung di dasar panci sebelum air mencapai titik didih. Setelah air mencapai titik didih, gelembung yang terbentuk adalah uap air itu sendiri. - Merancang sistem filtrasi berlapis menggunakan pasir, kerikil, arang, dan ijuk, diikuti dengan penjernihan menggunakan tawas dan kaporit.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mencipta (C6) solusi praktis dan efektif. Pilihan ini menggabungkan metode fisik (filtrasi berlapis untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan adsorpsi oleh arang) dengan metode kimia (tawas sebagai koagulan dan kaporit sebagai desinfektan), yang merupakan kombinasi paling komprehensif dan realistis untuk pengolahan air skala kecil menjadi layak konsumsi. - Suhu yang lebih tinggi meningkatkan risiko dehidrasi dan heatstroke, terutama pada lansia dan anak-anak, serta memperburuk masalah pernapasan.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) dampak lingkungan terhadap kesehatan. Peningkatan suhu ekstrem (seperti di ‘pulau panas perkotaan’) secara langsung meningkatkan risiko penyakit terkait panas seperti dehidrasi, kelelahan panas, dan heatstroke. Selain itu, suhu tinggi juga dapat memperburuk kualitas udara dan masalah pernapasan karena meningkatkan pembentukan polutan ozon permukaan dan memperpanjang musim alergi. - Suhu tinggi meningkatkan energi kinetik molekul air dan gula, sehingga tumbukan antar partikel lebih sering dan efektif, mempercepat proses pelarutan.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mengevaluasi (C5) faktor-faktor yang mempengaruhi laju pelarutan. Peningkatan suhu meningkatkan energi kinetik molekul pelarut (air) dan zat terlarut (gula). Molekul-molekul yang bergerak lebih cepat akan bertumbukan lebih sering dan dengan energi yang lebih besar, mempercepat pemisahan partikel gula dan penyebarannya dalam pelarut, sehingga proses pelarutan lebih cepat. - Mengembangkan program reboisasi besar-besaran dengan spesies tanaman ini di seluruh wilayah yang rentan terhadap deforestasi dan polusi udara.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan mencipta (C6) strategi skala besar dan berdampak. Mengembangkan program reboisasi besar-besaran dengan spesies ini adalah cara paling langsung dan efektif untuk memanfaatkan kemampuan penyerapan CO2-nya dalam skala nasional untuk mitigasi perubahan iklim. Pilihan lain terlalu kecil skalanya, berorientasi keuntungan, terlalu lambat, atau kurang mempertimbangkan aspek ekologis secara keseluruhan. - Tindakan Pak Budi lebih baik karena sampah organik akan terurai secara alami dan menyuburkan tanah, sementara tindakan Bu Siti menghasilkan polusi udara.
Pembahasan: Soal ini menguji kemampuan menganalisis (C4) dampak pengelolaan limbah. Sampah organik yang dikubur akan mengalami dekomposisi oleh mikroorganisme, menghasilkan kompos yang menyuburkan tanah. Ini adalah bentuk pengelolaan yang relatif ramah lingkungan. Pembakaran sampah anorganik (plastik, styrofoam) menghasilkan gas beracun dan partikulat berbahaya yang mencemari udara, berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.
B. Isian Singkat
- Dampak langsungnya adalah terganggunya produsen (tumbuhan) karena tertutup abu, sehingga tidak dapat berfotosintesis. Hal ini akan menyebabkan herbivora kekurangan makanan, dan pada akhirnya karnivora juga akan kekurangan mangsa, mengganggu seluruh rantai makanan.
- Penurunan fitoplankton akan menyebabkan populasi ikan herbivora (konsumen primer) menurun drastis karena kekurangan sumber makanan. Selanjutnya, populasi ikan karnivora (konsumen sekunder/tersier) juga akan menurun karena kekurangan mangsa (ikan herbivora).
- Langkah paling efektif adalah: Pertama, biarkan campuran mengendap agar pasir terpisah di dasar dan minyak mengapung di atas air. Kedua, pisahkan minyak dari air dan pasir dengan metode dekantasi atau menggunakan corong pisah. Ketiga, pisahkan air dari pasir dengan filtrasi (penyaringan).
- Fenomena ini terjadi karena udara di sekitar botol mengandung uap air. Ketika uap air ini bersentuhan dengan permukaan botol yang dingin, uap air tersebut melepaskan kalor dan mengalami kondensasi (perubahan wujud dari gas menjadi cair), membentuk tetesan air atau embun di permukaan botol.
- Tiga tindakan konkret: 1. Menghemat penggunaan listrik (mematikan lampu/alat elektronik jika tidak digunakan). 2. Mengurangi penggunaan air. 3. Memilah sampah dan melakukan daur ulang atau membuat kompos dari sampah organik. 4. Menanam pohon di sekitar rumah. 5. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
C. Uraian (Contoh Jawaban)
- Rencana tindakan darurat dan jangka panjang untuk mengatasi tumpahan limbah pabrik:
**A. Tindakan Darurat (Jangka Pendek):**
1. **Identifikasi dan Isolasi Sumber:** Segera identifikasi pabrik penyebab tumpahan dan hentikan aliran limbah. Jika memungkinkan, pasang penghalang sementara di sungai (misalnya, barrier apung atau kantung pasir) untuk mencegah penyebaran limbah lebih jauh.
2. **Penilaian Cepat Dampak:** Lakukan tes cepat kualitas air (pH, oksigen terlarut, keberadaan zat tertentu) dan dokumentasikan dampak pada biota sungai (ikan mati, dll.).
3. **Evakuasi dan Perlindungan Warga:** Beri tahu masyarakat sekitar untuk tidak menggunakan air sungai. Sediakan sumber air bersih alternatif (air kemasan, tangki air) untuk kebutuhan minum dan sanitasi.
4. **Pembersihan Awal:** Lakukan pembersihan permukaan air dari limbah (jika memungkinkan dan aman) menggunakan metode yang sesuai, misalnya absorpsi dengan bahan penyerap.
5. **Pelaporan:** Laporkan kejadian ini ke pihak berwenang terkait (KLHK, Dinas Lingkungan Hidup daerah).**B. Tindakan Jangka Panjang (Pemulihan dan Pencegahan):**
1. **Analisis Limbah dan Ekosistem:** Lakukan analisis laboratorium mendalam terhadap sampel limbah untuk mengidentifikasi semua zat berbahaya. Lakukan survei ekologis untuk menilai kerusakan jangka panjang pada flora dan fauna sungai.
2. **Pemulihan Ekosistem:**
* **Netralisasi/Dekontaminasi:** Jika memungkinkan, lakukan netralisasi zat berbahaya di sungai. Bioremediasi (penggunaan mikroorganisme) bisa dipertimbangkan jika sesuai.
* **Restorasi Habitat:** Tanam kembali vegetasi riparian (tepi sungai) yang rusak. Perkenalkan kembali spesies ikan atau biota air yang sesuai setelah kualitas air membaik.
* **Monitoring Berkelanjutan:** Pantau kualitas air secara rutin selama bertahun-tahun untuk memastikan pemulihan ekosistem.
3. **Regulasi dan Penegakan Hukum:**
* Tuntut pertanggungjawaban hukum kepada pabrik penyebab pencemaran dan wajibkan mereka membayar denda serta biaya pemulihan.
* Perketat peraturan izin pembuangan limbah industri dan lakukan audit lingkungan berkala pada semua pabrik.
* Wajibkan pabrik untuk memiliki sistem pengolahan limbah yang memenuhi standar baku mutu.
4. **Edukasi Masyarakat:** Tingkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan bagaimana melaporkan pencemaran.
5. **Pengembangan Alternatif:** Dorong pengembangan teknologi hijau dan praktik produksi bersih di industri untuk meminimalkan limbah berbahaya. - Perbedaan pertumbuhan kedua tanaman ini dapat dievaluasi sebagai berikut:
1. **Kebutuhan Cahaya Matahari:** Tanaman A mendapatkan cahaya matahari yang cukup dari jendela, yang sangat penting untuk proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses di mana tanaman menghasilkan makanannya sendiri (glukosa) dan pigmen klorofil yang memberikan warna hijau pada daun. Oleh karena itu, Tanaman A tumbuh tinggi dan berdaun hijau gelap, menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan optimal karena kebutuhan dasarnya akan cahaya terpenuhi.
2. **Kekurangan Cahaya pada Tanaman B:** Tanaman B diletakkan di sudut ruangan yang gelap, sehingga kekurangan cahaya matahari. Tanpa cahaya yang cukup, fotosintesis tidak dapat berlangsung optimal. Akibatnya, tanaman tidak dapat memproduksi makanan yang cukup untuk pertumbuhannya, sehingga tumbuh lebih pendek. Selain itu, kekurangan cahaya juga menghambat produksi klorofil, menyebabkan daun menjadi kuning pucat (etiolasi) karena tanaman berusaha mencari cahaya dengan memanjangkan batangnya tetapi tanpa produksi pigmen yang cukup.
3. **Faktor Lingkungan:** Cahaya matahari adalah faktor lingkungan esensial bagi tumbuhan. Perbedaan intensitas cahaya antara dekat jendela dan sudut ruangan merupakan faktor utama yang menyebabkan perbedaan signifikan pada pertumbuhan kedua tanaman. Hal ini menunjukkan pentingnya lingkungan yang sesuai (terutama cahaya) dalam memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup (khususnya tumbuhan) untuk bertahan hidup dan tumbuh optimal. - Tiga ide program inovatif untuk mengurangi kantong plastik sekali pakai di Desa ‘Hijau Makmur’:
1. **Program ‘Tas Belanja Lestari’:**
* **Ide:** Setiap rumah tangga akan diberikan satu atau dua tas belanja kain reusable secara gratis pada awal program. Untuk pembelian selanjutnya, toko-toko di desa tidak akan menyediakan kantong plastik. Jika warga lupa membawa tas, mereka dapat ‘menyewa’ tas kain dari toko dengan jaminan uang kecil yang akan dikembalikan saat tas dikembalikan, atau membeli tas kain dengan harga terjangkau.
* **Mekanisme Pelaksanaan:** Pemerintah desa bekerja sama dengan toko-toko lokal untuk menyediakan tas kain. Edukasi masif melalui sosialisasi, poster, dan media sosial desa tentang manfaat penggunaan tas kain dan dampak buruk plastik. Adakan kompetisi ‘rumah tangga paling minim plastik’ dengan hadiah menarik.2. **Gerakan ‘Kantong Komunal dari Daun/Anyaman Lokal’:**
* **Ide:** Mengembangkan kantong belanja atau pembungkus makanan alternatif dari bahan alami lokal yang mudah terurai, seperti daun pisang, daun jati, atau anyaman bambu/pandan, yang dibuat oleh ibu-ibu PKK atau kelompok pengrajin desa. Kantong ini bisa digunakan untuk membungkus produk pertanian atau makanan basah di pasar tradisional.
* **Mekanisme Pelaksanaan:** Melatih kelompok masyarakat (misalnya ibu-ibu rumah tangga) untuk membuat produk-produk ini. Pemerintah desa atau BUMDes membantu pemasaran dan menyediakan bahan baku awal. Adakan ‘Hari Tanpa Plastik’ di pasar desa seminggu sekali di mana hanya kantong alami yang boleh digunakan.3. **Sistem ‘Depo Kantong Reusable’:**
* **Ide:** Membuat ‘depo’ atau titik pengumpulan dan distribusi kantong belanja reusable di beberapa lokasi strategis (pasar, kantor desa, sekolah). Warga yang memiliki kelebihan tas kain dapat menyumbangkannya ke depo, dan warga yang membutuhkan dapat meminjam atau mengambil tas dari depo secara gratis.
* **Mekanisme Pelaksanaan:** Libatkan karang taruna atau relawan untuk mengelola depo. Adakan kampanye ‘Satu Tas untuk Semua’ untuk mendorong berbagi tas. Depo juga bisa menjadi pusat informasi tentang pengelolaan sampah dan gaya hidup minim plastik. Kantong yang terkumpul akan disortir, dibersihkan (jika perlu), dan didistribusikan kembali. - Analisis perbedaan pertumbuhan tanaman tomat di Pot X (tanah liat) dan Pot Y (tanah humus) berdasarkan sifat fisik tanah adalah sebagai berikut:
1. **Sifat Tanah Humus (Pot Y):** Tanah humus dikenal memiliki struktur yang remah (gembur) dan kaya bahan organik. Struktur yang gembur ini membuat tanah memiliki aerasi (ketersediaan udara) yang baik dan porositas yang tinggi, sehingga akar tanaman dapat bernapas dengan optimal dan tumbuh lebih leluasa menembus tanah. Selain itu, bahan organik dalam humus memiliki kemampuan menahan air dan nutrisi yang sangat baik. Air yang disiram dapat meresap dengan baik tetapi juga tertahan secukupnya untuk diserap tanaman, serta nutrisi esensial tersedia dalam jumlah memadai. Kombinasi ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman yang subur.
2. **Sifat Tanah Liat (Pot X):** Tanah liat memiliki partikel yang sangat halus dan cenderung padat. Hal ini menyebabkan aerasi tanah menjadi buruk, sehingga akar tanaman sulit mendapatkan oksigen. Porositasnya rendah, yang bisa mengakibatkan genangan air atau, sebaliknya, pengeringan yang cepat karena air tidak dapat menembus atau tertahan dengan baik. Meskipun tanah liat dapat menahan air, daya serapnya mungkin terlalu tinggi sehingga akar tergenang atau terlalu padat sehingga air sulit dijangkau. Ketersediaan nutrisi juga mungkin kurang optimal atau sulit diakses akar dalam struktur tanah liat yang padat. Oleh karena itu, pertumbuhan tanaman di Pot X menjadi kurang subur.
3. **Kesimpulan:** Perbedaan pertumbuhan tanaman ini utamanya disebabkan oleh perbedaan sifat fisik tanah yang mempengaruhi ketersediaan udara (aerasi), air, dan ruang tumbuh bagi akar. Tanah humus menyediakan lingkungan yang lebih ideal untuk akar tanaman dibandingkan tanah liat, yang mengakibatkan pertumbuhan yang lebih subur pada tanaman tomat di Pot Y. - Penurunan populasi lebah madu memiliki dampak jangka panjang yang sangat serius terhadap kehidupan manusia dan keberlangsungan ekosistem global, yang dapat dievaluasi sebagai berikut:
1. **Gangguan Penyerbukan Tanaman Pertanian:** Lebah adalah penyerbuk (polinator) utama bagi sekitar sepertiga dari tanaman pangan yang dikonsumsi manusia, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Penurunan populasi lebah berarti penurunan drastis dalam penyerbukan, yang akan menyebabkan:
* **Penurunan Produksi Pangan:** Hasil panen berbagai tanaman pangan akan menurun secara signifikan, mengancam ketahanan pangan global dan menyebabkan kenaikan harga makanan.
* **Kehilangan Keanekaragaman Pangan:** Beberapa jenis tanaman yang sangat bergantung pada lebah mungkin akan punah atau sangat sulit dibudidayakan, mengurangi pilihan makanan bagi manusia.
2. **Dampak pada Ekosistem Alami:** Di alam liar, lebah juga menyerbuki ribuan spesies tumbuhan liar yang menjadi fondasi ekosistem. Penurunan lebah akan mengakibatkan:
* **Penurunan Keanekaragaman Hayati Tumbuhan:** Banyak tumbuhan liar akan kesulitan bereproduksi, menyebabkan penurunan populasi atau bahkan kepunahan spesies tumbuhan.
* **Gangguan Rantai Makanan:** Tumbuhan ini seringkali menjadi sumber makanan atau habitat bagi serangga lain, burung, dan mamalia kecil. Jika tumbuhan ini menghilang, akan terjadi efek domino di seluruh rantai makanan, menyebabkan kepunahan spesies lain.
3. **Dampak Ekonomi:** Industri pertanian dan perlebahan (madu, propolis, royal jelly) akan mengalami kerugian besar. Ini akan berdampak pada mata pencarian jutaan petani dan peternak lebah di seluruh dunia.
4. **Keseimbangan Ekosistem Global:** Secara keseluruhan, lebah adalah bioindikator penting kesehatan lingkungan. Penurunan populasi mereka menunjukkan adanya masalah serius dalam lingkungan, seperti penggunaan pestisida berlebihan, hilangnya habitat, atau perubahan iklim, yang jika tidak ditangani akan mengancam keseimbangan ekosistem secara lebih luas.
D. Menjodohkan
- Pengukuran suhu suatu benda dengan termometer. = Mengamati (C1) dan Menerapkan (C3)
- Menganalisis data pertumbuhan tanaman pada kondisi cahaya yang berbeda. = Menganalisis (C4)
- Mengevaluasi efektivitas filter air sederhana untuk menjernihkan air sungai. = Mengevaluasi (C5)
- Merancang model ekosistem buatan di dalam akuarium. = Mencipta (C6)
