32+ Contoh Soal Kimia Ikatan Ion Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Posted on

32+ Contoh Soal Kimia Ikatan Ion Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Memahami ikatan kimia, khususnya ikatan ion, adalah fondasi penting dalam mempelajari ilmu kimia. Ikatan ion terbentuk melalui transfer elektron antara atom-atom, biasanya antara logam dan nonlogam, menghasilkan senyawa dengan sifat-sifat unik seperti titik leleh tinggi dan kemampuan menghantarkan listrik dalam lelehan atau larutan. Kemampuan untuk mengidentifikasi, menjelaskan pembentukan, dan memprediksi sifat-sifat senyawa ionik sangat krusial bagi siswa SMA dan siapapun yang mendalami kimia. Artikel ini menyajikan kumpulan lengkap 32 contoh soal ikatan ion, dirancang untuk menguji pemahaman Anda secara menyeluruh. Dengan beragam tipe soal mulai dari pilihan ganda, isian singkat, uraian, hingga menjodohkan, Anda akan diajak untuk mengaplikasikan konsep-konsep dasar ikatan ion. Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan yang detail, membantu Anda memahami logika di balik setiap jawaban yang benar. Latihan soal ini tidak hanya akan memperkuat pengetahuan Anda tentang ikatan ion tetapi juga meningkatkan kesiapan Anda menghadapi ujian dan tantangan akademik lainnya dalam kimia. Mari selami dunia ikatan ion dan kuasai materi ini dengan latihan-latihan terbaik!


Pilihan Ganda

  1. Apa yang dimaksud dengan ikatan ion?
    • A. Ikatan yang terbentuk karena penggunaan bersama pasangan elektron.
    • B. Ikatan yang terbentuk karena serah terima elektron.
    • C. Ikatan yang terbentuk antara dua atom nonlogam.
    • D. Ikatan yang terbentuk karena adanya gaya tarik menarik antarmolekul.
    Jawaban: B
    Pembahasan: Ikatan ion terbentuk akibat serah terima elektron dari atom logam ke nonlogam.
  2. Pasangan unsur mana yang paling mungkin membentuk ikatan ion?
    • A. C dan O
    • B. N dan H
    • C. Na dan Cl
    • D. S dan O
    Jawaban: C
    Pembahasan: Na (logam golongan IA) cenderung melepaskan elektron dan Cl (nonlogam golongan VIIA) cenderung menerima elektron, membentuk ikatan ion.
  3. Dalam pembentukan senyawa NaCl, atom natrium (Na) akan…
    • A. Menerima 1 elektron
    • B. Melepas 1 elektron
    • C. Menerima 2 elektron
    • D. Melepas 2 elektron
    Jawaban: B
    Pembahasan: Na adalah logam golongan IA yang memiliki 1 elektron valensi dan cenderung melepaskannya untuk mencapai kestabilan oktet.
  4. Atom X memiliki konfigurasi elektron 2, 8, 1. Atom Y memiliki konfigurasi elektron 2, 8, 7. Rumus kimia senyawa yang terbentuk antara X dan Y adalah…
    • A. XY
    • B. X₂Y
    • C. XY₂
    • D. X₂Y₃
    Jawaban: A
    Pembahasan: X memiliki 1 elektron valensi (cenderung melepas 1 menjadi X⁺). Y memiliki 7 elektron valensi (cenderung menerima 1 menjadi Y⁻). Jadi, terbentuk XY.
  5. Manakah pernyataan yang BENAR mengenai sifat senyawa ion?
    • A. Titik leleh rendah
    • B. Tidak larut dalam air
    • C. Dapat menghantarkan listrik dalam fase padat
    • D. Rapuh dan keras
    Jawaban: D
    Pembahasan: Senyawa ionik memiliki struktur kisi kristal yang kuat, membuatnya keras tapi rapuh. Titik lelehnya tinggi dan hanya menghantarkan listrik dalam lelehan atau larutan.
  6. Ion positif yang terbentuk dari atom yang melepaskan elektron disebut…
    • A. Anion
    • B. Kation
    • C. Zwitterion
    • D. Radikal
    Jawaban: B
    Pembahasan: Kation adalah ion bermuatan positif, terbentuk ketika atom melepaskan elektron.
  7. Atom dengan nomor atom 12 akan membentuk ion dengan muatan…
    • A. +1
    • B. +2
    • C. -1
    • D. -2
    Jawaban: B
    Pembahasan: Atom dengan nomor atom 12 adalah Magnesium (Mg), konfigurasi elektronnya [Ne]3s². Mg cenderung melepaskan 2 elektron valensinya untuk membentuk ion Mg²⁺.
  8. Unsur P (golongan IA) dan unsur Q (golongan VIA) akan membentuk senyawa ion dengan rumus…
    • A. PQ
    • B. P₂Q
    • C. PQ₂
    • D. P₂Q₃
    Jawaban: B
    Pembahasan: P akan membentuk P⁺ (melepas 1e⁻). Q akan membentuk Q²⁻ (menerima 2e⁻). Untuk menetralkan muatan, diperlukan 2 atom P dan 1 atom Q, sehingga P₂Q.
  9. Setelah membentuk ikatan ion, atom-atom cenderung memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat. Konfigurasi elektron gas mulia adalah…
    • A. Stabil dengan 2 elektron valensi (duplet) atau 8 elektron valensi (oktet).
    • B. Stabil dengan 4 elektron valensi.
    • C. Stabil dengan 6 elektron valensi.
    • D. Tidak stabil.
    Jawaban: A
    Pembahasan: Aturan duplet (untuk H, Li, Be) dan oktet (untuk sebagian besar unsur lain) menggambarkan kestabilan konfigurasi elektron gas mulia.
  10. Manakah di antara senyawa berikut yang merupakan senyawa ion?
    • A. CO₂
    • B. H₂O
    • C. CaCl₂
    • D. CH₄
    Jawaban: C
    Pembahasan: CaCl₂ terbentuk dari Ca (logam) dan Cl (nonlogam), melalui serah terima elektron.
  11. Senyawa ionik umumnya memiliki titik didih yang tinggi karena…
    • A. Gaya Van der Waals yang kuat
    • B. Ikatan kovalen yang kuat
    • C. Gaya tarik elektrostatik yang kuat antara ion-ion
    • D. Struktur molekul yang besar
    Jawaban: C
    Pembahasan: Gaya tarik elektrostatik yang kuat antara kation dan anion dalam kisi kristal memerlukan energi yang besar untuk diputus, sehingga titik didihnya tinggi.
  12. Mengapa lelehan NaCl dapat menghantarkan listrik?
    • A. Elektron bebas bergerak.
    • B. Ion-ion Na⁺ dan Cl⁻ bergerak bebas.
    • C. Molekul NaCl bergerak bebas.
    • D. Adanya ikatan kovalen polar.
    Jawaban: B
    Pembahasan: Dalam lelehan, ion-ionnya terpisah dan dapat bergerak bebas sebagai pembawa muatan listrik.
  13. Unsur K (nomor atom 19) dan Br (nomor atom 35) akan membentuk ion K⁺ dan Br⁻. Ini karena…
    • A. K adalah nonlogam dan Br adalah logam.
    • B. K melepaskan 1 elektron dan Br menerima 1 elektron.
    • C. K menerima 1 elektron dan Br melepaskan 1 elektron.
    • D. K dan Br berbagi elektron.
    Jawaban: B
    Pembahasan: K (19) = [Ar]4s¹ cenderung melepas 1e⁻ menjadi K⁺. Br (35) = [Ar]3d¹⁰4s²4p⁵ cenderung menerima 1e⁻ menjadi Br⁻.
  14. Perbedaan utama antara ikatan ion dan ikatan kovalen terletak pada…
    • A. Jenis unsur yang berikatan.
    • B. Kekuatan ikatan.
    • C. Cara atom mencapai kestabilan.
    • D. Semua jawaban benar.
    Jawaban: C
    Pembahasan: Ikatan ion melalui serah terima elektron, ikatan kovalen melalui penggunaan bersama elektron. Meskipun jenis unsur dan kekuatan juga berbeda, cara mencapai kestabilan adalah perbedaan fundamental.
  15. Senyawa yang terbentuk antara ion aluminium (Al³⁺) dan ion sulfat (SO₄²⁻) adalah…
    • A. AlSO₄
    • B. Al₂(SO₄)₃
    • C. Al₃(SO₄)₂
    • D. Al(SO₄)₂
    Jawaban: B
    Pembahasan: Untuk menetralkan muatan, diperlukan 2 ion Al³⁺ (+6) dan 3 ion SO₄²⁻ (-6), sehingga Al₂(SO₄)₃.
  16. Gaya apa yang dominan dalam ikatan ion?
    • A. Gaya Van der Waals
    • B. Gaya London
    • C. Gaya elektrostatik
    • D. Ikatan hidrogen
    Jawaban: C
    Pembahasan: Ikatan ion terbentuk karena gaya tarik-menarik elektrostatik antara ion-ion yang berbeda muatan.
  17. Mengapa atom-atom cenderung membentuk ikatan ion?
    • A. Untuk mencapai konfigurasi elektron gas mulia.
    • B. Untuk meningkatkan energi potensial.
    • C. Untuk menjadi lebih reaktif.
    • D. Untuk mengurangi ukuran atom.
    Jawaban: A
    Pembahasan: Pembentukan ikatan ion memungkinkan atom mencapai konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia (duplet atau oktet).
  18. Unsur dari golongan mana yang cenderung membentuk kation dengan muatan +1 dalam ikatan ion?
    • A. Golongan IA
    • B. Golongan IIA
    • C. Golongan VIIA
    • D. Golongan VIIIA
    Jawaban: A
    Pembahasan: Unsur golongan IA (logam alkali) memiliki 1 elektron valensi dan cenderung melepaskannya untuk membentuk ion +1.
  19. Manakah dari senyawa berikut yang BUKAN senyawa ion?
    • A. MgO
    • B. KBr
    • C. NH₃
    • D. LiF
    Jawaban: C
    Pembahasan: NH₃ (amonia) terbentuk dari ikatan kovalen antara nitrogen dan hidrogen (keduanya nonlogam).
  20. Ikatan ion adalah hasil dari…
    • A. Berbagi elektron
    • B. Transfer elektron
    • C. Pembentukan awan elektron
    • D. Gaya tarik antarmolekul
    Jawaban: B
    Pembahasan: Ikatan ion melibatkan serah terima atau transfer elektron.

Isian Singkat

  1. Ikatan ion terbentuk antara atom logam dan atom __________.
    Jawaban: nonlogam
  2. Ion bermuatan positif disebut __________.
    Jawaban: kation
  3. Senyawa ionik umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang __________.
    Jawaban: tinggi
  4. Dalam senyawa ionik, atom-atom mencapai kestabilan dengan konfigurasi elektron seperti gas mulia, yaitu memenuhi aturan __________ atau __________.
    Jawaban: oktet, duplet
  5. Senyawa MgO terbentuk dari ion Mg²⁺ dan ion __________.
    Jawaban: O²⁻

Uraian

  1. Jelaskan bagaimana ikatan ion terbentuk antara unsur kalium (K, nomor atom 19) dan klorin (Cl, nomor atom 17)!
    Jawaban: Kalium (K) memiliki konfigurasi elektron 2, 8, 8, 1. Untuk mencapai kestabilan oktet, K cenderung melepaskan 1 elektron valensinya membentuk ion K⁺. Klorin (Cl) memiliki konfigurasi elektron 2, 8, 7. Untuk mencapai kestabilan oktet, Cl cenderung menerima 1 elektron membentuk ion Cl⁻. Elektron yang dilepaskan oleh K diterima oleh Cl, sehingga terjadi serah terima elektron. Gaya tarik elektrostatik antara K⁺ dan Cl⁻ membentuk ikatan ion dalam senyawa KCl.
  2. Sebutkan tiga sifat khas senyawa ion dan jelaskan mengapa senyawa ion memiliki sifat tersebut!
    Jawaban: 1. Titik leleh dan titik didih tinggi: Karena adanya gaya tarik elektrostatik yang sangat kuat antara ion-ion positif dan negatif dalam kisi kristal. Energi yang sangat besar diperlukan untuk memutuskan gaya tarik ini. 2. Padatannya tidak menghantarkan listrik, tetapi lelehan dan larutannya dapat menghantarkan listrik: Dalam fase padat, ion-ion terikat kuat dalam kisi kristal sehingga tidak dapat bergerak bebas. Namun, dalam lelehan atau larutan, ion-ion terpisah dan dapat bergerak bebas sebagai pembawa muatan listrik. 3. Keras dan rapuh: Struktur kisi kristal yang teratur dan kuat membuat senyawa ionik keras. Namun, ketika diberi tekanan, lapisan-lapisan ion dengan muatan sejenis dapat bergeser dan saling berdekatan, menyebabkan tolak-menolak yang kuat dan membuat kristal pecah (rapuh).
  3. Bagaimana cara menentukan rumus kimia senyawa ion yang terbentuk antara unsur kalsium (Ca, golongan IIA) dan fosfor (P, golongan VA)? Jelaskan langkah-langkahnya!
    Jawaban: 1. Tentukan muatan ion: Kalsium (Ca) dari golongan IIA akan melepaskan 2 elektron membentuk ion Ca²⁺. Fosfor (P) dari golongan VA memiliki 5 elektron valensi, cenderung menerima 3 elektron untuk mencapai oktet, membentuk ion P³⁻. 2. Samakan total muatan: Untuk menetralkan muatan, kita mencari kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari muatan ion (2 dan 3), yaitu 6. 3. Tentukan jumlah atom: Untuk mencapai total muatan +6, diperlukan 3 ion Ca²⁺ (3 × +2 = +6). Untuk mencapai total muatan -6, diperlukan 2 ion P³⁻ (2 × -3 = -6). 4. Tulis rumus kimia: Dengan demikian, rumus kimia senyawa yang terbentuk adalah Ca₃P₂.
  4. Mengapa ikatan ion tidak terbentuk antara dua atom nonlogam? Berikan contoh!
    Jawaban: Ikatan ion melibatkan serah terima elektron, di mana satu atom melepaskan elektron (umumnya logam) dan atom lain menerima elektron (umumnya nonlogam). Dua atom nonlogam sama-sama memiliki kecenderungan untuk menarik elektron (elektronegativitas tinggi) dan tidak ada yang cenderung melepaskan elektron dengan mudah. Oleh karena itu, mereka lebih cenderung berbagi elektron untuk membentuk ikatan kovalen. Contoh: H₂O, CO₂, CH₄, N₂.
  5. Gambarkan struktur Lewis dan jelaskan pembentukan ikatan ion pada senyawa Magnesium Oksida (MgO)! (Nomor atom Mg=12, O=8)
    Jawaban: Konfigurasi elektron: Mg (12): 2, 8, 2 (2 elektron valensi); O (8): 2, 6 (6 elektron valensi). Pembentukan ion: Atom Mg cenderung melepaskan 2 elektron membentuk ion Mg²⁺. Atom O cenderung menerima 2 elektron membentuk ion O²⁻. Struktur Lewis (Representasi): Mg• (dengan dua titik) + •O•• (dengan enam titik) → [Mg]²⁺ [::O::]²⁻ (dengan 8 titik di sekitar O). Penjelasan: Atom magnesium melepaskan dua elektron valensinya kepada atom oksigen. Setelah transfer, magnesium menjadi ion positif Mg²⁺ (dengan konfigurasi elektron stabil seperti Neon), dan oksigen menjadi ion negatif O²⁻ (dengan konfigurasi elektron stabil seperti Neon). Kedua ion ini kemudian saling tarik-menarik secara elektrostatik membentuk senyawa ionik MgO.

Menjodohkan

  1. Jodohkan istilah berikut dengan deskripsi yang tepat!
    Kation
    Ion bermuatan positif
    Anion
    Ion bermuatan negatif
    Elektronegativitas
    Kemampuan atom menarik elektron
    Aturan Oktet
    Kecenderungan atom mencapai 8 elektron valensi
    Kunci: Kation-Ion bermuatan positif, Anion-Ion bermuatan negatif, Elektronegativitas-Kemampuan atom menarik elektron, Aturan Oktet-Kecenderungan atom mencapai 8 elektron valensi
  2. Pasangkan senyawa ionik berikut dengan unsur pembentuknya!
    NaCl
    Natrium dan Klorin
    MgO
    Magnesium dan Oksigen
    K₂S
    Kalium dan Belerang
    AlF₃
    Aluminium dan Fluorin
    Kunci: NaCl-Natrium dan Klorin, MgO-Magnesium dan Oksigen, K₂S-Kalium dan Belerang, AlF₃-Aluminium dan Fluorin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *